{"id":408767,"date":"2024-12-26T21:02:00","date_gmt":"2024-12-26T14:02:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/26\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\/"},"modified":"2024-12-26T21:05:05","modified_gmt":"2024-12-26T14:05:05","slug":"ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/26\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\/","title":{"rendered":"Ustaz Felix Siauw: Pajak Tinggi Tanda Lemahnya Sumber Pendapatan Negara"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH <\/b>&#8211; Rencana pemerintah untuk menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% pada awal 2025 menuai kontroversi di tengah masyarakat. Kebijakan ini memunculkan kritik tajam karena dianggap menambah beban ekonomi rakyat kecil, sementara pengelolaan pajak sering disorot akibat dugaan penyelewengan.<\/p>\n<p>Dalam sebuah video yang diunggah di akun Youtube resminya, penggiat media sosial Felix Yanwar Siauw, atau akrab disapa ustaz Felix Siauw, menyampaikan kritik pedas terhadap kebijakan tersebut.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cNegara ini seperti seseorang yang terlilit utang dan harus mencari segala cara untuk menutupi pengeluaran, bahkan jika itu berarti memungut lebih banyak dari rakyatnya,\u201d ujar Felix, yang dikenal luas sebagai penceramah dengan pendekatan kritis.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Rakyat Jadi Korban Kenaikan Pajak<\/h3>\n<p>Indonesia saat ini bergantung pada pendapatan pajak untuk membiayai sekitar 75-85% kebutuhan negara, menjadikannya salah satu negara dengan ketergantungan pajak tertinggi di Asia Tenggara. Namun, Felix menyoroti ironi di balik kebijakan ini.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cIndonesia kaya akan sumber daya alam, tapi kenapa pendapatan non-pajak kita begitu kecil dibanding negara-negara lain?\u201d tanyanya. Ia membandingkan Indonesia dengan negara seperti Singapura, yang tanpa sumber daya alam mampu mengelola keuangannya lebih efisien.<\/p>\n<p>Menurut penulis keturunan Tionghoa-Indonesia tersebut, kenaikan PPN ini tidak hanya berdampak pada orang kaya, seperti yang sering diklaim pemerintah.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cEkonomi itu rantai. Ketika pelaku usaha besar kena pajak lebih tinggi, mereka pasti akan membebankan biaya itu ke konsumen. Pada akhirnya, yang paling merasakan dampaknya tetap rakyat kecil,\u201d ujarnya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Efek Domino Kenaikan Pajak<\/h3>\n<p>Felix juga berfokus pada efek domino yang mungkin terjadi.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cKetika pajak naik, pengusaha harus menyesuaikan biaya operasional. Ini bisa berarti pengurangan tenaga kerja, pengurangan produksi, atau bahkan kenaikan harga barang,\u201d jelasnya. Dampaknya adalah peningkatan pengangguran dan kriminalitas, karena masyarakat semakin tertekan secara ekonomi.<\/p>\n<p>\u201cPajak yang terlalu tinggi bisa menghancurkan ekonomi, seperti yang kita lihat dalam sejarah. Banyak peradaban besar seperti Romawi dan Persia runtuh karena beban pajak yang tak tertahankan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Kepercayaan Publik Jadi Masalah<\/h3>\n<p>Masalah lain yang disoroti adalah rendahnya kepercayaan publik terhadap pengelolaan pajak. Dalam laporan Indonesia Corruption Watch (ICW), terdapat 791 kasus korupsi yang melibatkan 1.695 tersangka pada tahun 2023, dengan banyak di antaranya terkait sektor pajak.<\/p>\n<p>\u201cBagaimana rakyat bisa percaya membayar pajak lebih tinggi, sementara pejabat yang mengelola pajak hidup bermewah-mewahan? Lihat saja rumah dan mobil mereka. Apakah itu mencerminkan pengabdian pada negara?\u201d ujar Felix retoris.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Kritik untuk Pemerintah<\/h3>\n<p>Kritik juga ditujukan langsung kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang dalam beberapa pernyataannya meminta masyarakat menerima kebijakan ini dengan dalih kontribusi kepada negara. \u201cKalau cuma 1% dampaknya kecil, kenapa pemerintah ngotot menaikkannya? Bukankah itu bukti bahwa dampaknya besar, terutama bagi rakyat kecil?\u201d tanyanya.<\/p>\n<p>Felix juga menegaskan bahwa pemerintah harus mencari solusi lain selain menaikkan pajak.<\/p>\n<p>\u201cIndonesia butuh reformasi pengelolaan sumber daya alam dan efisiensi pengeluaran, bukan terus-menerus membebani rakyat dengan pajak,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/408767?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Rencana pemerintah untuk menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% pada awal 2025 menuai kontroversi di tengah masyarakat. Kebijakan ini memunculkan kritik tajam karena dianggap menambah beban ekonomi rakyat kecil, sementara pengelolaan pajak sering disorot akibat dugaan penyelewengan. Dalam sebuah video yang diunggah di akun Youtube resminya, penggiat media sosial Felix [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":408768,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420,242],"series":[],"class_list":["post-408767","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa","tag-politik"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO Pro 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"BANDA ACEH - Rencana pemerintah untuk menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% pada awal 2025 menuai kontroversi di tengah masyarakat. Kebijakan ini memunculkan kritik tajam karena dianggap menambah beban ekonomi rakyat kecil, sementara pengelolaan pajak sering disorot akibat dugaan penyelewengan.Dalam sebuah video yang diunggah di akun Youtube resminya, penggiat media sosial Felix Yanwar\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\"\/>\n\t<meta name=\"p:domain_verify\" content=\"589a976c546e720e3c097582d1f4946f\" \/>\n\t<meta name=\"keywords\" content=\"berita,peristiwa,politik,nasional\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/26\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO Pro (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Harian Aceh Indonesia - HARIANACEH.co.id\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Ustaz Felix Siauw: Pajak Tinggi Tanda Lemahnya Sumber Pendapatan Negara\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"BANDA ACEH - Rencana pemerintah untuk menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% pada awal 2025 menuai kontroversi di tengah masyarakat. Kebijakan ini memunculkan kritik tajam karena dianggap menambah beban ekonomi rakyat kecil, sementara pengelolaan pajak sering disorot akibat dugaan penyelewengan.Dalam sebuah video yang diunggah di akun Youtube resminya, penggiat media sosial Felix Yanwar\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/26\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2024\/12\/vop5Bdmobp.webp.jpeg\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2024\/12\/vop5Bdmobp.webp.jpeg\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"400\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"266\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-12-26T14:02:00+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-26T14:05:05+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@harianacehcoid\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Ustaz Felix Siauw: Pajak Tinggi Tanda Lemahnya Sumber Pendapatan Negara\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"BANDA ACEH - Rencana pemerintah untuk menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% pada awal 2025 menuai kontroversi di tengah masyarakat. Kebijakan ini memunculkan kritik tajam karena dianggap menambah beban ekonomi rakyat kecil, sementara pengelolaan pajak sering disorot akibat dugaan penyelewengan.Dalam sebuah video yang diunggah di akun Youtube resminya, penggiat media sosial Felix Yanwar\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@harianacehcoid\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2024\/12\/vop5Bdmobp.webp.jpeg\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu baca\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/12\\\/26\\\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/kanal\\\/nasional\\\/#listItem\",\"name\":\"NASIONAL\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/kanal\\\/nasional\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"NASIONAL\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/kanal\\\/nasional\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/12\\\/26\\\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\\\/#listItem\",\"name\":\"Ustaz Felix Siauw: Pajak Tinggi Tanda Lemahnya Sumber Pendapatan Negara\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id#listItem\",\"name\":\"Beranda\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/12\\\/26\\\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Ustaz Felix Siauw: Pajak Tinggi Tanda Lemahnya Sumber Pendapatan Negara\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/kanal\\\/nasional\\\/#listItem\",\"name\":\"NASIONAL\"}}]},{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/12\\\/26\\\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\\\/#newsarticle\",\"name\":\"Ustaz Felix Siauw: Pajak Tinggi Tanda Lemahnya Sumber Pendapatan Negara\",\"headline\":\"Ustaz Felix Siauw: Pajak Tinggi Tanda Lemahnya Sumber Pendapatan Negara\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/vop5Bdmobp.webp.jpeg\",\"width\":400,\"height\":266,\"caption\":\"\\u24b8 Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto\"},\"datePublished\":\"2024-12-26T21:02:00+07:00\",\"dateModified\":\"2024-12-26T21:05:05+07:00\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/12\\\/26\\\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/12\\\/26\\\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"NASIONAL, berita, peristiwa, Politik\",\"dateline\":\"Dipublish pada Desember 26, 2024.\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#organization\",\"name\":\"Harian Aceh Indonesia\",\"description\":\"HARIANACEH.co.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/\",\"email\":\"desk.harianaceh@gmail.com\",\"telephone\":\"+628972920416\",\"foundingDate\":\"2013-06-10\",\"numberOfEmployees\":{\"@type\":\"QuantitativeValue\",\"value\":10},\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/logo-hai-312x55-1.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/12\\\/26\\\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\\\/#organizationLogo\",\"width\":312,\"height\":55,\"caption\":\"Logo Harian Aceh Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/12\\\/26\\\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/harianaceh.indonesia\",\"https:\\\/\\\/www.x.com\\\/harianacehcoid\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/harianaceh.indonesia\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@harianaceh.indonesia\",\"https:\\\/\\\/id.pinterest.com\\\/harianacehindonesia\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@kantorberitahai\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/harian-aceh-indonesia\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.tumblr.com\\\/harianaceh\",\"https:\\\/\\\/id.wikipedia.org\\\/wiki\\\/Harian_Aceh_Indonesia\",\"https:\\\/\\\/bsky.app\\\/profile\\\/harianaceh.bsky.social\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/12\\\/26\\\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9a3fb95bba4689db9e247ba8ff8b6a9b9b2da73b1d9ab6661dd7565f4f87a54e?s=96&d=mm&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/harianaceh.indonesia\",\"https:\\\/\\\/www.twitter.com\\\/harianacehcoid\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/harianacehindonesia\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@harianaceh.indonesia\",\"https:\\\/\\\/www.pinterest.com\\\/harianaceh\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@kantorberitahai\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/harian-aceh-indonesia\",\"https:\\\/\\\/harianacehindonesia.tumblr.com\",\"https:\\\/\\\/id.wikipedia.org\\\/wiki\\\/Harian_Aceh_Indonesia\",\"https:\\\/\\\/bsky.app\\\/profile\\\/harianaceh.bsky.social\",\"https:\\\/\\\/www.threads.com\\\/@harianaceh.indonesia\"]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/12\\\/26\\\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/12\\\/26\\\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\\\/\",\"name\":\"Ustaz Felix Siauw: Pajak Tinggi Tanda Lemahnya Sumber Pendapatan Negara\",\"description\":\"BANDA ACEH - Rencana pemerintah untuk menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% pada awal 2025 menuai kontroversi di tengah masyarakat. Kebijakan ini memunculkan kritik tajam karena dianggap menambah beban ekonomi rakyat kecil, sementara pengelolaan pajak sering disorot akibat dugaan penyelewengan.Dalam sebuah video yang diunggah di akun Youtube resminya, penggiat media sosial Felix Yanwar\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/12\\\/26\\\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/vop5Bdmobp.webp.jpeg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/12\\\/26\\\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\\\/#mainImage\",\"width\":400,\"height\":266,\"caption\":\"\\u24b8 Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/12\\\/26\\\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2024-12-26T21:02:00+07:00\",\"dateModified\":\"2024-12-26T21:05:05+07:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/\",\"name\":\"Harian Aceh Indonesia\",\"description\":\"HARIANACEH.co.id\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO Pro -->\r\n\t\t<title>Ustaz Felix Siauw: Pajak Tinggi Tanda Lemahnya Sumber Pendapatan Negara<\/title>\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Ustaz Felix Siauw: Pajak Tinggi Tanda Lemahnya Sumber Pendapatan Negara","description":"BANDA ACEH - Rencana pemerintah untuk menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% pada awal 2025 menuai kontroversi di tengah masyarakat. Kebijakan ini memunculkan kritik tajam karena dianggap menambah beban ekonomi rakyat kecil, sementara pengelolaan pajak sering disorot akibat dugaan penyelewengan.Dalam sebuah video yang diunggah di akun Youtube resminya, penggiat media sosial Felix Yanwar","canonical_url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/26\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"berita,peristiwa,politik,nasional","webmasterTools":{"p:domain_verify":"589a976c546e720e3c097582d1f4946f","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/26\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id#listItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.harianaceh.co.id","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/nasional\/#listItem","name":"NASIONAL"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/nasional\/#listItem","position":2,"name":"NASIONAL","item":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/nasional\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/26\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\/#listItem","name":"Ustaz Felix Siauw: Pajak Tinggi Tanda Lemahnya Sumber Pendapatan Negara"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id#listItem","name":"Beranda"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/26\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\/#listItem","position":3,"name":"Ustaz Felix Siauw: Pajak Tinggi Tanda Lemahnya Sumber Pendapatan Negara","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/nasional\/#listItem","name":"NASIONAL"}}]},{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/26\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\/#newsarticle","name":"Ustaz Felix Siauw: Pajak Tinggi Tanda Lemahnya Sumber Pendapatan Negara","headline":"Ustaz Felix Siauw: Pajak Tinggi Tanda Lemahnya Sumber Pendapatan Negara","author":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/redaksi\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2024\/12\/vop5Bdmobp.webp.jpeg","width":400,"height":266,"caption":"\u24b8 Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto"},"datePublished":"2024-12-26T21:02:00+07:00","dateModified":"2024-12-26T21:05:05+07:00","inLanguage":"id-ID","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/26\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/26\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\/#webpage"},"articleSection":"NASIONAL, berita, peristiwa, Politik","dateline":"Dipublish pada Desember 26, 2024."},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#organization","name":"Harian Aceh Indonesia","description":"HARIANACEH.co.id","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/","email":"desk.harianaceh@gmail.com","telephone":"+628972920416","foundingDate":"2013-06-10","numberOfEmployees":{"@type":"QuantitativeValue","value":10},"logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2022\/04\/logo-hai-312x55-1.png","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/26\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\/#organizationLogo","width":312,"height":55,"caption":"Logo Harian Aceh Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/26\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia","https:\/\/www.x.com\/harianacehcoid","https:\/\/www.instagram.com\/harianaceh.indonesia\/","https:\/\/www.tiktok.com\/@harianaceh.indonesia","https:\/\/id.pinterest.com\/harianacehindonesia\/","https:\/\/www.youtube.com\/@kantorberitahai","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/harian-aceh-indonesia\/","https:\/\/www.tumblr.com\/harianaceh","https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Harian_Aceh_Indonesia","https:\/\/bsky.app\/profile\/harianaceh.bsky.social"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/redaksi\/#author","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/redaksi\/","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/26\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9a3fb95bba4689db9e247ba8ff8b6a9b9b2da73b1d9ab6661dd7565f4f87a54e?s=96&d=mm&r=g","width":96,"height":96,"caption":"Redaksi"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia","https:\/\/www.twitter.com\/harianacehcoid","https:\/\/www.instagram.com\/harianacehindonesia","https:\/\/www.tiktok.com\/@harianaceh.indonesia","https:\/\/www.pinterest.com\/harianaceh","https:\/\/www.youtube.com\/@kantorberitahai","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/harian-aceh-indonesia","https:\/\/harianacehindonesia.tumblr.com","https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Harian_Aceh_Indonesia","https:\/\/bsky.app\/profile\/harianaceh.bsky.social","https:\/\/www.threads.com\/@harianaceh.indonesia"]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/26\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\/#webpage","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/26\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\/","name":"Ustaz Felix Siauw: Pajak Tinggi Tanda Lemahnya Sumber Pendapatan Negara","description":"BANDA ACEH - Rencana pemerintah untuk menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% pada awal 2025 menuai kontroversi di tengah masyarakat. Kebijakan ini memunculkan kritik tajam karena dianggap menambah beban ekonomi rakyat kecil, sementara pengelolaan pajak sering disorot akibat dugaan penyelewengan.Dalam sebuah video yang diunggah di akun Youtube resminya, penggiat media sosial Felix Yanwar","inLanguage":"id-ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/26\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/redaksi\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/profil\/redaksi\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2024\/12\/vop5Bdmobp.webp.jpeg","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/26\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\/#mainImage","width":400,"height":266,"caption":"\u24b8 Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/26\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\/#mainImage"},"datePublished":"2024-12-26T21:02:00+07:00","dateModified":"2024-12-26T21:05:05+07:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/","name":"Harian Aceh Indonesia","description":"HARIANACEH.co.id","inLanguage":"id-ID","publisher":{"@id":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/#organization"}}]},"og:locale":"id_ID","og:site_name":"Harian Aceh Indonesia - HARIANACEH.co.id","og:type":"article","og:title":"Ustaz Felix Siauw: Pajak Tinggi Tanda Lemahnya Sumber Pendapatan Negara","og:description":"BANDA ACEH - Rencana pemerintah untuk menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% pada awal 2025 menuai kontroversi di tengah masyarakat. Kebijakan ini memunculkan kritik tajam karena dianggap menambah beban ekonomi rakyat kecil, sementara pengelolaan pajak sering disorot akibat dugaan penyelewengan.Dalam sebuah video yang diunggah di akun Youtube resminya, penggiat media sosial Felix Yanwar","og:url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/26\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\/","og:image":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2024\/12\/vop5Bdmobp.webp.jpeg","og:image:secure_url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2024\/12\/vop5Bdmobp.webp.jpeg","og:image:width":400,"og:image:height":266,"article:published_time":"2024-12-26T14:02:00+00:00","article:modified_time":"2024-12-26T14:05:05+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia","article:author":"https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@harianacehcoid","twitter:title":"Ustaz Felix Siauw: Pajak Tinggi Tanda Lemahnya Sumber Pendapatan Negara","twitter:description":"BANDA ACEH - Rencana pemerintah untuk menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% pada awal 2025 menuai kontroversi di tengah masyarakat. Kebijakan ini memunculkan kritik tajam karena dianggap menambah beban ekonomi rakyat kecil, sementara pengelolaan pajak sering disorot akibat dugaan penyelewengan.Dalam sebuah video yang diunggah di akun Youtube resminya, penggiat media sosial Felix Yanwar","twitter:creator":"@harianacehcoid","twitter:image":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2024\/12\/vop5Bdmobp.webp.jpeg","twitter:label1":"Ditulis oleh","twitter:data1":"Redaksi","twitter:label2":"Estimasi waktu baca","twitter:data2":"2 menit"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"408767","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":null,"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":null,"og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":true,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":null,"robots_max_videopreview":null,"robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":null,"local_seo":null,"seo_analyzer_scan_date":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"reviewed_by":null,"ai":null,"created":"2024-12-26 14:05:04","updated":"2026-09-12 22:10:50","focus_keyword":null,"additional_keywords":null,"truseo_locale":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\" title=\"Beranda\">Beranda<\/a>\n<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">\u00bb<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/nasional\/\" title=\"NASIONAL\">NASIONAL<\/a>\n<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">\u00bb<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\tUstaz Felix Siauw: Pajak Tinggi Tanda Lemahnya Sumber Pendapatan Negara\n<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Beranda","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id"},{"label":"NASIONAL","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/kanal\/nasional\/"},{"label":"Ustaz Felix Siauw: Pajak Tinggi Tanda Lemahnya Sumber Pendapatan Negara","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/26\/ustaz-felix-siauw-pajak-tinggi-tanda-lemahnya-sumber-pendapatan-negara\/"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/408767","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=408767"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/408767\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/408768"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=408767"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=408767"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=408767"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=408767"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}