{"id":408794,"date":"2024-12-26T22:41:00","date_gmt":"2024-12-26T15:41:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/26\/mengerikan-gadis-aceh-digilir-pria-bangladesh-china-india-dan-jepang-di-malaysia\/"},"modified":"2024-12-26T22:50:06","modified_gmt":"2024-12-26T15:50:06","slug":"mengerikan-gadis-aceh-digilir-pria-bangladesh-china-india-dan-jepang-di-malaysia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/26\/mengerikan-gadis-aceh-digilir-pria-bangladesh-china-india-dan-jepang-di-malaysia\/","title":{"rendered":"Mengerikan, Gadis Aceh Digilir Pria Bangladesh, China, India, dan Jepang di Malaysia"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;\u00a0 <\/b>Baru-baru ini publik dikejutkan dengan kabar yang mengerikan soal seorang gadis berusia 17 tahun asal Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Aceh menjadi korban perdagangan manusia dan diperkosa oleh warga asing di Malaysia.<\/p>\n<p>Kasus pemerkosaan dialami remaja berinisial PAF itu pun viral.<\/p>\n<p>Dalam video singkat yang beredar di grup-grup WhatsApp dan akun platform media sosial disebutkan, gadis itu diikat lalu diperkosa dan digilir oleh lima pria dari Banglades, China, India, Melayu, dan Jepang dalam satu malam di sebuah hotel di Malaysia.<\/p>\n<p>Gadis yang jadi korban pemerkosaan itu kemudian diselamatkan oleh komunitas warga Aceh di Malaysia dan sedang diupayakan untuk dipulangkan ke Indonesia.\u00a0<\/p>\n<p>Dalam video yang disebar ke media sosial, seorang warga Aceh di Malaysia mengatakan, gadis itu baru berusia 17 tahun, kemudian direkrut oleh agen untuk dipekerjakan ke Malaysia.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>\u201cUmur 17 tahun diajak oleh agen ke Malaysia,\u201d ujar pria itu dalam Bahasa Aceh melalui video yang diterima awak media, Rabu (25\/12\/2024).<\/p>\n<p>Pria itu menjelaskan agen perekrutnya memanipulasi dokumen gadis itu sehingga usianya menjadi 24 tahun, kemudian diurus paspor ke Imigrasi.<\/p>\n<p>\u201cDibuat paspor dari umur 17 tahun menjadi 24 tahun dengan dokumen palsu,\u201d bebernya.<\/p>\n<p>Kemudian ketika dibawa ke Malaysia, agen itu meminta korban mengaku sudah menikah dan memiliki seorang anak, tetapi sudah meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n<p>Sesampai di Malaysia, gadis itu tidak diberi pekerjaan sesuai dijanjikan. Namun, dia dijual ke pria hidung belang.<\/p>\n<p>Gadis itu dibawa ke hotel dan diikat. Kemudian diperkosa oleh lima warga asing.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cLima orang sekaligus,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sekretaris Jenderal Komunitas Tokoh Masyarakat Pidie (Tompi) Muhammad Nur mengatakan timnya sudah menelusuri asal gadis itu dan benar berasal dari salah satu desa atau gampong di Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie.<\/p>\n<p>\u201cKami meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Pidie untuk memonitoring kasus ini dengan mendatangi keluarga korban,\u201d ucapnya dalam keterangan diterima pada Rabu (25\/12\/2024).<\/p>\n<p>\u201cKasus perdagangan manusia ini adalah kejahatan kemanusiaan yang paling keji dengan sasarannya adalah anak perempuan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Mereka meminta pemerintah dan penegak hukum menangani kasus tersebut, serta membongkar siapa saja yang terlibat dalam kasus perdagangan dan pemerkosaan gadis Aceh itu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211;\u00a0 Baru-baru ini publik dikejutkan dengan kabar yang mengerikan soal seorang gadis berusia 17 tahun asal Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Aceh menjadi korban perdagangan manusia dan diperkosa oleh warga asing di Malaysia. Kasus pemerkosaan dialami remaja berinisial PAF itu pun viral. Dalam video singkat yang beredar di grup-grup WhatsApp dan akun platform media [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":408795,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420,242],"series":[],"class_list":["post-408794","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa","tag-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/408794","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=408794"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/408794\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/408795"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=408794"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=408794"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=408794"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=408794"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}