{"id":409480,"date":"2024-12-30T14:36:00","date_gmt":"2024-12-30T07:36:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/30\/alvin-lie-ragukan-teori-bird-strike-pada-kecelakaan-pesawat-jeju-air-ini-patut-dicurigai\/"},"modified":"2024-12-30T18:43:13","modified_gmt":"2024-12-30T11:43:13","slug":"alvin-lie-ragukan-teori-bird-strike-pada-kecelakaan-pesawat-jeju-air-ini-patut-dicurigai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/30\/alvin-lie-ragukan-teori-bird-strike-pada-kecelakaan-pesawat-jeju-air-ini-patut-dicurigai\/","title":{"rendered":"Alvin Lie ragukan teori Bird Strike pada kecelakaan pesawat Jeju Air: Ini patut dicurigai"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;\u00a0 <\/b>Tragedi kecelakaan pesawat Jeju Air nomor penerbangan 7C-2216 di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan pada Minggu pagi, 29 Desember 2024, menewaskan 179 orang dan menyisakan teka-teki besar.<\/p>\n<p>Pengamat penerbangan Alvin Lie mengungkapkan keraguannya terhadap teori yang menyebut bird strike sebagai penyebab utama kecelakaan pesawat Jeju Air.<\/p>\n<p>Menurut Alvin, kemungkinan besar insiden ini disebabkan oleh masalah teknis pada sistem hidrolik pesawat.<\/p>\n<p>&#8220;Kelihatannya ada gangguan pada sistem hidrolik sehingga roda pendaratan dan flap tidak bisa berfungsi. Ini membuat kecepatan mendarat sangat tinggi,&#8221; ujar Alvin dalam keterangannya yang dilansir Hops.id dari Suara.com.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, jika hanya disebabkan oleh burung yang masuk ke mesin, pesawat masih bisa dikendalikan.<\/p>\n<p>Hal yang semakin memperkuat dugaan ini adalah ada insiden sebelumnya yang melibatkan pesawat dengan registrasi yang sama, HL-8088.<\/p>\n<p>Pada 27 Desember 2024, pesawat tersebut mengalami gangguan teknis saat terbang dari Jeju menuju Beijing, yang memaksanya melakukan pendaratan darurat di Bandara Incheon.<\/p>\n<p>&#8220;Masalah ini harus dicermati lebih dalam. Apakah kerusakan teknis ini berhubungan dengan kecelakaan yang terjadi dua hari kemudian?&#8221; tambah Alvin.<\/p>\n<p>Tragedi di Muan ini terjadi ketika pesawat keluar dari landasan pacu, menabrak pagar beton, dan terbakar hebat.<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan Yonhap, hanya dua dari total 181 penumpang dan kru yang selamat. Sebagian besar korban meninggal dunia akibat benturan dan kobaran api.<\/p>\n<p>Alvin menekankan pentingnya investigasi mendalam, termasuk analisis data dari flight data recorder dan cockpit voice recorder, untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan pesawat Jeju Air.<\/p>\n<p>&#8220;Kita belum bisa menyimpulkan apa pun tanpa hasil investigasi yang menyeluruh,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Kecelakaan ini menjadi peringatan serius bagi dunia penerbangan.<\/p>\n<p>Apakah ada kelalaian dalam pemeliharaan pesawat? Atau ini murni kesalahan teknis yang tidak terdeteksi sebelumnya? Jawabannya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211;\u00a0 Tragedi kecelakaan pesawat Jeju Air nomor penerbangan 7C-2216 di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan pada Minggu pagi, 29 Desember 2024, menewaskan 179 orang dan menyisakan teka-teki besar. Pengamat penerbangan Alvin Lie mengungkapkan keraguannya terhadap teori yang menyebut bird strike sebagai penyebab utama kecelakaan pesawat Jeju Air. Menurut Alvin, kemungkinan besar insiden ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":409481,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[3552,7416,274908,319781,1420],"series":[],"class_list":["post-409480","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-korea-selatan","tag-kecelakaan-pesawat","tag-berita","tag-juju-air","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/409480","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=409480"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/409480\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/409481"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=409480"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=409480"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=409480"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=409480"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}