{"id":410244,"date":"2025-01-02T07:51:00","date_gmt":"2025-01-02T00:51:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/01\/02\/pria-misterius-turun-dari-mobil-lalu-tembak-mati-pengacara-rudi-s-gani-di-rumahnya\/"},"modified":"2025-01-02T12:18:07","modified_gmt":"2025-01-02T05:18:07","slug":"pria-misterius-turun-dari-mobil-lalu-tembak-mati-pengacara-rudi-s-gani-di-rumahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/01\/02\/pria-misterius-turun-dari-mobil-lalu-tembak-mati-pengacara-rudi-s-gani-di-rumahnya\/","title":{"rendered":"Pria Misterius Turun dari Mobil Lalu Tembak Mati Pengacara Rudi S Gani di Rumahnya"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211;\u00a0 Seorang pengacara bernama Rudi S Gani tewas ditembak oleh orang tak dikenal (OTK).<\/p>\n<p>Rudi S Gani ditembak tepat saat merayakan malam tahun baru bersama keluarganya di Desa Pattukulimpoe, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Selasa (31\/12\/2024) sekira pukul 22.30 WITA.<\/p>\n<p>Rudi mengalami luka fatal akibat dua peluru yang bersarang di wajah dan dada.<\/p>\n<p>&#8220;Korban ditembak pelaku saat sementara berada di rumah Istrinya,&#8221; ungkap seorang saksi, Abdul.<\/p>\n<p>Kejadian tersebut berlangsung saat korban sedang menikmati makan malam dengan keluarga di rumah mereka.\u00a0<\/p>\n<p><b>Polisi Bentuk Tim Khusus<\/b><\/p>\n<p>Polda Sulsel membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus penembakan terhadap, Rudi S Gani (usia 49 tahun).<\/p>\n<p>Tim ini nantinya bertugas melakukan penylidikan secara mendalam mengenai motif dan siapa pelaku penembakan misterius tersebut.<\/p>\n<p>Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sulsel, Kombes Jamaluddin Farti, Rabu (1\/1\/2025) mengatakan, tim telah diterjunkan ke Bone untuk melakukan penyelidikan.<\/p>\n<p>Dari dokumentasi foto yang diterima, tampak personel Tim Labfor menganalisa sekitar lokasi rumah korban.<\/p>\n<p>Selain itu sekeliling rumah korban juga tampak telah dipasangi garis polisi.<\/p>\n<p>Jamaluddin Farti mengatakan tim telah dibackup oleh Resmob Polda Sulsel untuk mengungkap kasus ini.<\/p>\n<p>Sejauh ini lanjut Jamal, pihaknya masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan Biddokkes Polda Sulsel. Tujuannya, untuk mengetahui apakah terdapat proyektil peluru di tubuh korban atau tidak.<\/p>\n<p>\u201cNanti menunggu dari hasil autopsi RS Bhayangkara. Jika ada proyektil dalam tubuh korban, maka itu yang akan diperiksakan di Labfor,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p><b>Jenazah Diautopsi<\/b><\/p>\n<p>Jenazah Rudi S Gani (49), telah diautopsi di ruang Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, Jl Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Rabu (1\/1) siang.<\/p>\n<p>Sejumlah keluarga dan kerabat almarhum hadir menunggu proses autopsi hingga selesai.<\/p>\n<p>Pantauan Tribun Timur, jenazah dibawa keluar dari dalam ruang autopsi pada pukul 13.57 Wita.<\/p>\n<p>Jenazah Rudi, dimasukkan ke dalam ambulans didampingi istrinya, Hj Maryam. Rencananya, jenazah Rudi akan dimakamkan di Kabupaten Pangkep.<\/p>\n<p>\u201cDimakamkan di Pangkep di kampungnya istrinya,\u201d kata ipar Rudi S Gani, Ismail saat dihampiri.<\/p>\n<p>Proses pemakaman, kata dia, bakal dilangsungkan, Kamis hari ini lantaran menunggu kehadiran salah satu anaknya dari luar negeri.<\/p>\n<p>\u201cBesok pagi (hari ini) rencana dimakamkan karena ada anaknya ditunggu dari Dubai, dia kerja Pelayaran di sana,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Jenazah saat ini dibawa ke rumah duka di Jl Kelurahan Lorong 6, Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Makassar.<\/p>\n<p>Isak haru mengiringi rombongan pengantar jenazah dari Biddokkes Polda Sulsel ke rumah duka.<\/p>\n<p><b>Kasus yang Didampingi\u00a0<\/b><\/p>\n<p>Sebelum ditembak mati, Rudi yang berprofesi sebagai pengacara, menangani beberapa kasus besar.\u00a0<\/p>\n<p>Istri Rudi, Hj Maryam (45) mengatakan, ada banyak kasus yang didampingi sang suami selama menjalankan profesinya sebagai pengacara.<\/p>\n<p>\u201cKalau kasus yang ditangani banyak. Karena setiap dia bersidang pasti saya temani,\u201d ucap Maryam ditemui wartawan saat menunggu proses autopsi jenazah Rudi di Ruang Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, Jl Kumala, Kecamatan Tamalate, Makassar, Rabu (1\/1) siang.<\/p>\n<p>Menurut Maryam, rata-rata kasus yang didampingi suaminya, cukup besar.<\/p>\n<p>Namun, kata dia, sejauh ini kasus yang didampingi tidak ada yang melibatkan orang-orang besar.<\/p>\n<p>\u201cSemua sih besar, karena ada pidana ada perdata. Tidak (ada melibatkan orang-orang besar),\u201d ucapnya dengan wajah sembab.<\/p>\n<p><b>Kasus Tanah yang Ditangani<\/b><\/p>\n<p>Sepengetahuan Maryam, selama menjalankan profesinya sebagai pengacara, Rudi tidak pernah bermasalah serius dengan orang.<\/p>\n<p>\u201cTidak pernah, bapak itu orangnya sabar, tidak pernah cekcok sama orang walaupun orang agak anu sama dia, dia tetap senyum. Tidak pernah bermasalah sama orang setahu saya,\u201d kenangnya.<\/p>\n<p>Maryam mengaku mengetahui persis karakter dari almarhum suaminya itu.<\/p>\n<p>\u201cKalau pun dia anu (ada masalah) pasti dia sampaikan ke saya, ada masalah, pasti cerita sama saya,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Adapun kasus terakhir yang didampingi Rudi lanjut Maryam, yaitu tentang penyerobotan lahan.<\/p>\n<p>Kasus itu, kata dia, saat ini bergulir di Markas Polres Bone.<\/p>\n<p>\u201cWaktu hari Selasa (pekan lalu) jam 10 saya (sama Rudi) tinggalkan rumah ke Polres (Bone) masuk ke Tahbang dampingi penyerobotan lahan,\u201d ungkap Maryam.<\/p>\n<p>Posisi Rudi lanjut Maryam dalam kasus itu, sebagai pendamping hukum terlapor.<\/p>\n<p>\u201cBapak (Rudi) yang dampingi terlapor (kasus penyerobotan lahan), setelah itu dia sempat ikuti sidang,\u201d bebernya<\/p>\n<p><b>Kronologi Penembakan<\/b><\/p>\n<p>Istri almaruhm Rudi, Hj Maryam mengatakan, saat kejadian, ia dan Rudi tengah berkumpul di rumah dengan sanak keluarga.<\/p>\n<p>Mereka membuat acara makan bersama sembari menunggu malam pergantian tahun.<\/p>\n<p>Saat santap bersama, kata Maryam, suara letusan terdengar dan Rudi tergeletak.<\/p>\n<p>\u201cKita sementara makan-makan sama keluarga, tiba-tiba ada suara ledakan (letusan) langsung dia (Rudi) tergeletak,\u201d kata Maryam.<\/p>\n<p><b>Lihat Suami Tumbang<\/b><\/p>\n<p>Maryam menyaksikan langsung tumbangnya sang suami yang tepat berada di sampingnya.<\/p>\n<p>Meski demikian, Maryam mengaku tidak mengetahui pasti sumber letusan.<\/p>\n<p>Pasalnya, di sekeliling rumahnya di Desa Pattuku Limpoe, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, suasananya tidak begitu terang.<\/p>\n<p>\u201cTidak ada saya lihat (orang di luar rumah) karena gelap juga, karena ada mobil terparkir di depan jadi di belakangnya agak gelap,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Maryam juga mengaku tidak begitu memperhatikan suasana sekitar lantaran sementara makan.<\/p>\n<p>\u201cTidak ada kita perhatikan karena sementara makan,\u201d ucapnya\u00a0<\/p>\n<p>Saat sang suami tumbang, Maryam sempat menduga korban mengalami pecah pembuluh darah.<\/p>\n<p>\u201c(Awalnya) saya belum lihat luka. Pemikiran saya itu pecah pembuluh darah karena ada darah keluar,\u201d terang Maryam.<\/p>\n<p>\u201cSaya periksa ternyata tidak, saya bersihkan (darahnya) ternyata ada memar di samping hidung,\u201d sambungnya.<\/p>\n<p>Maryam baru sadar suaminya menjadi korban penembakan setelah dibawa ke puskesmas dan diperiksa oleh polisi.<\/p>\n<p>\u201cBaru saya tahu waktu ada polisi bilang di puskesmas bahwa ini ditembaki, ditembak,\u201d bebernya.<\/p>\n<p><b>Pelaku Diduga Bawa Mobil<\/b><\/p>\n<p>Terduga pelaku diketahui tiba di lokasi menggunakan satu unit minibus dan langsung melarikan diri setelah menembak korban.<\/p>\n<p>Maryam juga mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, sebuah minibus berhenti di depan rumahnya tanpa mematikan mesin.<\/p>\n<p>Seorang pria tampak mendekati korban sebelum suara tembakan terdengar.<\/p>\n<p>&#8220;Agak gelap di sekitar rumah karena ada mobil parkir dan lampu depannya tetap menyala, jadi agak gelap di bagian belakang mobil. Saya sempat lihat ada pria masuk tapi agak samar dan saya tidak terlalu perhatikan wajahnya,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Iptu Rayendra Muhtar, Kasi Humas Polres Bone, membenarkan informasi mengenai mobil yang berhenti di depan rumah korban.<\/p>\n<p>&#8220;Ada satu unit mobil yang parkir di depan rumah korban dan langsung tancap gas saat terdengar suara letusan,&#8221; kata Rayendra saat dihubungi melalui telepon<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211;\u00a0 Seorang pengacara bernama Rudi S Gani tewas ditembak oleh orang tak dikenal (OTK). Rudi S Gani ditembak tepat saat merayakan malam tahun baru bersama keluarganya di Desa Pattukulimpoe, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Selasa (31\/12\/2024) sekira pukul 22.30 WITA. Rudi mengalami luka fatal akibat dua peluru yang bersarang di wajah dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":410105,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[243,1420,4599,274908,319870],"series":[],"class_list":["post-410244","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-hukum","tag-peristiwa","tag-kasus-pembunuhan","tag-berita","tag-rudi-s-gani"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/410244","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=410244"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/410244\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/410105"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=410244"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=410244"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=410244"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=410244"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}