{"id":410993,"date":"2025-01-05T15:02:00","date_gmt":"2025-01-05T08:02:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/01\/05\/adili-jokowi-penuhi-tembok-tembok-penjuru-jakarta-reaksi-atas-lembeknya-penegak-hukum\/"},"modified":"2025-01-05T16:57:28","modified_gmt":"2025-01-05T09:57:28","slug":"adili-jokowi-penuhi-tembok-tembok-penjuru-jakarta-reaksi-atas-lembeknya-penegak-hukum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/01\/05\/adili-jokowi-penuhi-tembok-tembok-penjuru-jakarta-reaksi-atas-lembeknya-penegak-hukum\/","title":{"rendered":"&#8220;Adili Jokowi&#8221; Penuhi Tembok-tembok Penjuru Jakarta, Reaksi Atas Lembeknya Penegak Hukum"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH <\/b>&#8211; <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pengamat-politik\/\">Pengamat Politik<\/a> sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti mencermati maraknya tulisan &#8216;Adili <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>&#8216; yang belakangan menghiasi tembok-tembok di berbagai penjuru Jakarta, sebagai reaksi atas lamban dan lembeknya sikap dari penegak hukum.<\/p>\n<p>Ray menyebut khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpk\/\">KPK<\/a>) yang belum apa-apa sudah berkelit dengan alasan belum ada laporan. &#8220;Lha&#8230;kasus korupsi tidak perlu menunggu laporan. Aneh bukan?&#8221; kata Ray kepada Inilah.com di Jakarta, Minggu (5\/1\/2025).<\/p>\n<p>Lagipula, ia menekankan, beberapa individu dan organ sudah pernah melaporkan anak bekas Presiden Jokowi ke KPK. Jadi, menurut Ray, sikap KPK itu makin menumbuhkan pesimisme publik bahwa KPK dapat berdiri mandiri dan independen.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Biasanya, kala saluran-saluran formal tidak memberi respons memadai, maka isu akan berhamburan di luaran,&#8221; tutur aktivis 98 ini.<\/p>\n<p>Salah satunya, Rey menerangkan, berbagai tulisan-tulisan di dinding itu tentu saja ada kaitannya dengan rilis Organized Crime dan Corruption Reporting Project (OCCRP) baru-baru ini. Rilis yang menominasikan nama Presiden ke-7 RI <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> (Jokowi) sebagai salah satu tokoh terkorup itu menguatkan apa yang memang menjadi perhatian sebagian masyarakat Indonesia.<\/p>\n<p>Ray sendiri mengaku tidak memiliki informasi apapun siapa kiranya yang menggerakan tulisan-tulisan tersebut.<\/p>\n<p>Adapun soal apa saja kesalahan-kesalahan Jokowi, Ray menegaskan, tentunya secara hukum hanya penyidik yang bisa memastikan hal itu. &#8220;Tapi secara <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> kita bisa menyebut banyak hal,&#8221; sambung Ray.<\/p>\n<p>Ia membeberkan antara lain kemerosotan perlindungan HAM, merosotnya indeks kebebasan berpendapat, turunnya indeks pemberantasan korupsi, perusakan lingkungan hidup, pemberian status PSN ke PIK 2.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Ini adalah sebagiannya. Dan salah satu yang paling fenomenal adalah dinasti politik yang dilakukannya,&#8221; tambah Rey menegaskan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti mencermati maraknya tulisan &#8216;Adili Jokowi&#8216; yang belakangan menghiasi tembok-tembok di berbagai penjuru Jakarta, sebagai reaksi atas lamban dan lembeknya sikap dari penegak hukum. Ray menyebut khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang belum apa-apa sudah berkelit dengan alasan belum ada laporan. &#8220;Lha&#8230;kasus korupsi tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":410994,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[317466,274908,68,94,319928,1420,242],"series":[],"class_list":["post-410993","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-adili-jokowi","tag-berita","tag-headline","tag-jokowi","tag-pemimpin-terkorup-di-dunia","tag-peristiwa","tag-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/410993","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=410993"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/410993\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/410994"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=410993"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=410993"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=410993"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=410993"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}