{"id":411207,"date":"2025-01-06T19:33:00","date_gmt":"2025-01-06T12:33:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/01\/06\/update-kasus-pemerasan-dwp-dua-oknum-polisi-berpangkat-aiptu-dan-bripka-didemosi-5-tahun\/"},"modified":"2025-01-07T02:33:53","modified_gmt":"2025-01-06T19:33:53","slug":"update-soal-kasus-pemerasan-dwp-dua-oknum-polisi-berpangkat-aiptu-dan-bripka-didemosi-5-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/01\/06\/update-soal-kasus-pemerasan-dwp-dua-oknum-polisi-berpangkat-aiptu-dan-bripka-didemosi-5-tahun\/","title":{"rendered":"Update soal Kasus Pemerasan DWP: Dua Oknum Polisi Berpangkat Aiptu dan Bripka Didemosi 5 Tahun"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Dua anggota polisi menjalani sidang etik kasus pemerasan penonton Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (6\/1\/2025).<\/p>\n<p>Hasil sidang etik eks Banit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Aiptu Armadi Juli Marasi Gultom dan Bripka Wahyu Tri Haryanto dijatuhi sanksi demosi selama 5 tahun.<\/p>\n<p>\u201cMutasi bersifat demosi selama 5 tahun Di luar fungsi penegakan hukum,\u201d jelas Kabag Penum Div Humas Polri, Kombes Pol Erdi Chaniago kepada wartawan.<\/p>\n<p>Kedua pelanggar akan mengajukan banding.<\/p>\n<p>\u201cAtas perbuatan tersebut, pelanggar menyatakan banding,\u201d ucap Erdi.<\/p>\n<p>Aiptu Armadi Juli Marasi Gultom dan Bripka Wahyu Tri Haryanto melanggar Pasal 13 ayat 1 Peraturan Pemerintah nomor 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri juncto Pasal 5 ayat 1 huruf B, Pasal 5 ayat 1 huruf C, Pasal 10 ayat 1 huruf F Perpol nomor 7 tahun 2022 tentang kode etik profesi dan komisi kode etik Polri.<\/p>\n<p>Erdi menegaskan Polri melalui Divpropam Polri telah menindak tegas kepada terduga pelanggar dengan menggelar sidang etik.<\/p>\n<p>\u201cSidang etik ini sudah berlangsung selama beberapa hari secara simultan serta berkesinambungan yang segala prosesnya dipantau langsung oleh rekan-rekan dari Kompolnas,\u201d tukasnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Polri melakukan sidang pelanggaran etik terhadap tujuh pelaku pemerasan penonton event DWP, tiga di antaranya telah dipecat tidak dengan hormat sebagai anggota Polri.\u00a0 \u00a0<\/p>\n<p>Mereka yaitu ada mantan Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Donald Parlaungan Simanjuntak yang dinyatakan bersalah karena melakukan pembiaran terhadap anggotanya yang melakukan pemerasan.\u00a0 \u00a0<\/p>\n<p>Kemudian Mantan Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Malvino Edward Yusticia dan AKP Yudhy Triananta Syaeful, mantan Panit 1 Unit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya terlibat secara langsung dalam pemerasan.\u00a0 \u00a0<\/p>\n<p>Sementara, tiga lainnya mendapat sanksi demosi selama 8 tahun.\u00a0<\/p>\n<p>Mereka adalah adalah mantan Kanit 5 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Kompol Dzul Fadlan.\u00a0<\/p>\n<p>Selanjutnya, mantan Panit 1 Unit 2 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Iptu Syaharuddin dan Mantan Bhayangkara Administrasi Penyelia Bidang Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Iptu Sehatma Manik.\u00a0<\/p>\n<p>Lalu, mantan Bintara Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Brigadir Fahrudin Rizki Sucipto mendapat sanksi demosi selama 5 tahun<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Dua anggota polisi menjalani sidang etik kasus pemerasan penonton Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (6\/1\/2025). Hasil sidang etik eks Banit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Aiptu Armadi Juli Marasi Gultom dan Bripka Wahyu Tri Haryanto dijatuhi sanksi demosi selama 5 tahun. \u201cMutasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":411208,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[243,1420,225404,274908],"series":[],"class_list":["post-411207","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-hukum","tag-peristiwa","tag-kasus-pemerasan","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/411207","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=411207"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/411207\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/411208"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=411207"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=411207"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=411207"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=411207"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}