{"id":413042,"date":"2025-01-14T20:07:00","date_gmt":"2025-01-14T13:07:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/01\/14\/tampang-nanang-gimbal-pelaku-penusukan-sandy-permana-berpindah-tempat-kelabui-kejaran-polisi\/"},"modified":"2025-01-14T23:00:12","modified_gmt":"2025-01-14T16:00:12","slug":"tampang-nanang-gimbal-pelaku-penusukan-sandy-permana-berpindah-tempat-kelabui-kejaran-polisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/01\/14\/tampang-nanang-gimbal-pelaku-penusukan-sandy-permana-berpindah-tempat-kelabui-kejaran-polisi\/","title":{"rendered":"Tampang Nanang Gimbal Pelaku Penusukan Sandy Permana, Berpindah Tempat Kelabui Kejaran Polisi"},"content":{"rendered":"<p style=\"display: inline;\">Keberadaan terduga pelaku yang menikam Sandy Permana, aktor &#8216;Mak Lampir&#8217; hingga kini masih misteri<\/p>\n<p>Berdasarkan informasi yang dikutip dari Youtube Investigasi tvOne, Selasa (14\/1\/2025), terduga pelaku sulit ditangkap karena berpindah-pindah tempat.<\/p>\n<p>Pihak kepolisian hingga saat ini masih memburu pelaku.<\/p>\n<p>Terduga pelaku diketahui kabur ke daerah Cileungsi, Bogor.<\/p>\n<p style=\"display: inline;\">Adapun terduga pelaku merupakan tetangga korban yang bernama Nanang Irawan (45) alias Gimbal.<\/p>\n<p>Sandy Permana (46), pemeran karakter Arya Soma dalam sinetron berjudul Misteri Gunung Merapi 3 (Mak Lampir) tewas ditusuk tetangganya pada Minggu (12\/1\/2025) pukul 07.30 WIB.<\/p>\n<p>Kepolisian telah melakukan serangkaian autopsi pada jasad artis Sandy Permana yang tewas usai ditemukan bersimbah darah penuh luka tusuk di Jalan Perumahan TNI\/Polri Cibarusah, Kabupaten Bekasi.<\/p>\n<p>Proses autopsi terhadap jasad dari pemeran serial tv Misteri Gunung Merapi atau Mak Lampir itu dilakukan di RS Polri.<\/p>\n<p>&#8220;Iya sudah dilakukan pemeriksaan (autopsi-red) pada Minggu (12\/1\/2025) masuk sekitar pukul 14.00 WIB lebih dan pukul 21.00 WIB lebih sudah dibawa pulang,&#8221; kata Kepala Bidang Pelayanan Dokter Kepolisian RS Bhayangkara, Kombes Hery Wijatmoko.<\/p>\n<p>Hery menuturkan pihaknya melakukan serangkaian pemeriksaan guna mencari penyebab tewasnya Sandy Permana.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Terdapat kekerasan benda tajam dan tumpul pada jenazah,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Menurut Ade Andriani, istri Sandy, suaminya ditusuk menggunakan obeng di bagian leher.<\/p>\n<p>&#8220;Di leher bolong ditusuk pakai obeng. Di wajah ada sayatan pisau. Sayatan juga ada di dada, perut, di bagian belakang, dan kedua tangan banyak sayatan pisau,&#8221; kata Ade Andriani, dikutip dari Tribun Pekanbaru, Selasa (14\/1\/25).\u00a0<\/p>\n<p>Masih menurut istri Sandy, mendiang suaminya pernah berselisih dengan terduga pelaku beberapa minggu sebelumnya.<\/p>\n<p>&#8220;Masalahnya waktu rapat warga, soal minuman alkohol. Suami saya menegur, tapi dia malah sewot. Sejak itu, saya rasa dia nggak suka sama keluarga kami,&#8221; ungkap Ade pada Senin (13\/1).<\/p>\n<p>Sebelum menghembuskan napas terakhir, Sandy sempat menyebutkan nama &#8216;Gimbal&#8217; yang diduga pelaku membunuhnya.<\/p>\n<p>Pelaku diduga bernama Gimbal alias Nanang Irawan yang berusia 45 tahun.<\/p>\n<p>Ade dan warga lainnya pun mengenali sosok Gimbal karena terduga pelaku tinggal tak jauh dari rumahnya.<\/p>\n<p>&#8220;Si pelaku itu di perumahan ini kurang dekat dengan warga, suaminya, kalau istrinya sama semua kenal, suaminya tertutup,&#8221; katanya lagi.<\/p>\n<p>Menurut Ade, darah korban ditemukan di samping rumah pelaku hingga ke gang sebelah.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, bahkan di sekitar lokasi kejadian, kata dia, ada barang terduga pelaku yang tertinggal.<\/p>\n<p>&#8220;Polisi pas olah TKP nemuin sendal jepit pelaku,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Hingga saat ini kata dia, pihaknya belum mengetahui di mana keberadaan Gimbal alias Nanang Irawan (45) itu.<\/p>\n<p>Namun istri Gimbal mengaku tidak tahu di mana keberadaan sang suami.<\/p>\n<p>&#8220;Kemarin setelah kejadian katanya dia pergi iringan sama istrinya. Tapi ditanya sama polisi istrinya bilang antar anak sekolah, kata polisi sekolah apa ini kan hari Minggu,&#8221; tutur Ade lagi.<\/p>\n<p>Ade pun sempat curiga dengan keterangan istri Gimbal yang terkesan menutupi keberadaan suaminya.<\/p>\n<p>&#8220;Kemarin polisi bilang istrinya aja ngasih keterangan palsu. Masa iya istrinya gak tahu kalau suaminya berantem di situ,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Sudarmaji selaku Ketua RT setempat mengungkapkan korban yang mengendarai sepeda listrik saat itu hendak ke rumahnya usai memberi pakan ternak dihampiri oleh terduga pelaku.\u00a0<\/p>\n<p>Korban tiba-tiba ditikam menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka-luka. Sementara pelaku langsung melarikan diri.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Ada warga dari RT lain yang mengetahui kejadian itu (penikaman), korban dan pelaku saling mengenal,&#8221; katanya.\u00a0<\/p>\n<p>Pupus Sudarmaji mengatakan, sebelum peristiwa tersebut, sempat ada rapat warga di lingkungan korban. Saat itu terjadi perdebatan antara korban dan terduga pelaku.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Kita ada kegiatan lingkungan, rapat warga, di situ terjadi perdebatan, dan dari perdebatan itu membuat korban tidak senang dan berencana memberikan somasi kepada tersangka, dugaan dendam pribadi,&#8221; tuturnya.\u00a0<\/p>\n<p>Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, Kasat Reskrim Polres Bekasi, mengungkapkan bahwa Sandy mengalami beberapa luka tusuk di dada, perut, dan leher.<\/p>\n<p>&#8220;Awalnya ditemukan oleh tetangga-tetangganya sekitar pukul 7 pagi. Ada yang teriak minta tolong saat melihat korban,&#8221; ujar Onkoseno.<\/p>\n<p>Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Sandy Permana tidak tertolong. Hingga kini, polisi masih memburu terduga pelaku yang langsung kabur setelah kejadian.<\/p>\n<p>Nama Sandy melambung saat memerankan Arya Soma dalam Misteri Gunung Merapi 3.\u00a0<\/p>\n<p>Sinetron ini menjadi salah satu tontonan ikonis Indonesia, bersaing dengan kisah kolosal lainnya seperti Tutur Tinular.<\/p>\n<p>Selain berkarier di dunia hiburan, Sandy juga sempat mencoba peruntungan di dunia <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a>. Ia mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi pada <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pemilu-2024\/\">Pemilu 2024<\/a> bersama Partai Hanura.<\/p>\n<p>(*)<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/413042?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keberadaan terduga pelaku yang menikam Sandy Permana, aktor &#8216;Mak Lampir&#8217; hingga kini masih misteri Berdasarkan informasi yang dikutip dari Youtube Investigasi tvOne, Selasa (14\/1\/2025), terduga pelaku sulit ditangkap karena berpindah-pindah tempat. Pihak kepolisian hingga saat ini masih memburu pelaku. Terduga pelaku diketahui kabur ke daerah Cileungsi, Bogor. Adapun terduga pelaku merupakan tetangga korban yang bernama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":413043,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-413042","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/413042","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=413042"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/413042\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/413043"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=413042"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=413042"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=413042"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=413042"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}