{"id":413811,"date":"2025-01-18T13:48:00","date_gmt":"2025-01-18T06:48:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/01\/18\/pagar-laut-dibongkar-tni-al-warga-mau-kaya-jual-laut\/"},"modified":"2025-01-18T13:55:07","modified_gmt":"2025-01-18T06:55:07","slug":"pagar-laut-dibongkar-tni-al-warga-mau-kaya-jual-laut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/01\/18\/pagar-laut-dibongkar-tni-al-warga-mau-kaya-jual-laut\/","title":{"rendered":"Pagar Laut Dibongkar TNI AL, Warga: Mau Kaya, Jual Laut!"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211; <\/b>Pagar laut sepanjang 30,16 km di Kabupaten Tangerang, Banten dibongkar pada Sabtu (18\/1). TNI AL bersama warga membongkar pagar-pagar bambu yang viral tersebut.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Orang kaya gila, mau kaya laut dijual,&#8221; teriak warga.<\/p>\n<p>Diketahui, pagar tersebut dipagar untuk kepentingan perusahaan yang akan menggarap kawasan komersil bernama PIK 2. Pembongkaran dilakukan bertahap, dalam satu hari 2 Km.\u00a0<\/p>\n<p>Warga dari berbagai usia dan jenis kelamin pun turut serta dalam momen ini. Mereka tampak bersemangat untuk membongkar pagar laut tak bertuan itu.<\/p>\n<p>Pembongkaran pagar itu dilakukan dengan cara menggunakan tali tambang yang terikat di kapal. Kemudian, tali tambang itu diikat pada bambu yang tertanam di laut.<\/p>\n<p>Setelahnya, kapal melaju untuk menarik bambu itu hingga jebol. Lalu, pagar bambu yang telah jebol itu dinaikkan ke atas kapal.<\/p>\n<p>&#8220;Tarik, tarik, tarik,&#8221; teriak warga saat kapal berusaha menarik pagar bambu itu.<\/p>\n<p>Berbagai teriakan penyemangat juga terus diteriakkan warga selama proses pembongkaran pagar laut tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Mau kaya jual laut,&#8221; teriak warga.<\/p>\n<p>Hingga saat ini, proses pembongkaran pagar laut itu masih terus dilakukan oleh anggota TNI AL bersama warga sekitar.<\/p>\n<p>Sebelumnya, KKP sudah menyegel pagar laut itu pada Kamis (9\/1). Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Pung Nugroho Saksono menyebut penyegelan ini atas perintah Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a>, serta arahan langsung Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.<\/p>\n<p>Penyegelan dilakukan karena pemagaran laut itu diduga tak berizin dasar Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL). Keberadaannya juga mengganggu nelayan dalam mencari ikan.<\/p>\n<p>Pagar laut misterius ini pertama kali diungkap pleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten Eli Susiyanti. Kata dia, pihaknya menerima laporan warga pada 14 Agustus 2024 lalu.<\/p>\n<p>Pembangunan pagar laut misterius Tangerang itu mencaplok wilayah pesisir 16 desa di 6 kecamatan. Ada masyarakat pesisir yang beraktivitas sebagai nelayan sebanyak 3.888 orang dan 502 pembudidaya di lokasi tersebut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Pagar laut sepanjang 30,16 km di Kabupaten Tangerang, Banten dibongkar pada Sabtu (18\/1). TNI AL bersama warga membongkar pagar-pagar bambu yang viral tersebut.\u00a0 &#8220;Orang kaya gila, mau kaya laut dijual,&#8221; teriak warga. Diketahui, pagar tersebut dipagar untuk kepentingan perusahaan yang akan menggarap kawasan komersil bernama PIK 2. Pembongkaran dilakukan bertahap, dalam satu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":413812,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-413811","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/413811","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=413811"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/413811\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/413812"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=413811"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=413811"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=413811"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=413811"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}