{"id":414197,"date":"2025-01-20T15:21:00","date_gmt":"2025-01-20T08:21:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/01\/20\/polisi-ungkap-alasan-anak-pengacara-di-bogor-tega-20-kali-tusuk-satpam-rumahnya-hingga-tewas\/"},"modified":"2025-01-20T18:15:05","modified_gmt":"2025-01-20T11:15:05","slug":"polisi-ungkap-alasan-anak-pengacara-di-bogor-tega-20-kali-tusuk-satpam-rumahnya-hingga-tewas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/01\/20\/polisi-ungkap-alasan-anak-pengacara-di-bogor-tega-20-kali-tusuk-satpam-rumahnya-hingga-tewas\/","title":{"rendered":"Polisi Ungkap Alasan Anak Pengacara di Bogor Tega 20 Kali Tusuk Satpam Rumahnya hingga Tewas"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Polisi mengungkap penyebab Abraham Michael tega menusuk satpam rumahnya, Septian (37), berkali-kali hingga tewas di Lawang Gintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (17\/1\/2025).<\/p>\n<p>Abraham Michael yang merupakan anak pengacara Farida Felix itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka.<\/p>\n<p>Adapun korban Septian sendiri adalah warga Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Ia ditemukan tewas dengan 20 luka tusuk di rumah majikannya.<\/p>\n<p>Sebagai seorang satpam, Septian setiap harinya harus mencatat siapa saja yang keluar masuk ke rumah tersebut.<\/p>\n<p>Catatan itu kemudian dilaporkan kepada majikannya, Farida Felix.<\/p>\n<p>Diketahui bahwa dua malam terakhir, Septian mencatat jam kepulangan tersangka Abraham Michael yang sering pulang larut malam.<\/p>\n<p>Atas laporan Septian, Farida Felix pun menegur tersangka.<\/p>\n<p>&#8220;Abraham kena omel ibunya. Ditegurlah dia karena sering pulang malam,&#8221; ujar Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Aji Riznaldi Nugroho.<\/p>\n<p>Abraham Michael merasa heran ibunya bisa mengetahui tindakannya.<\/p>\n<p>&#8220;Ia [merasa] aneh ibunya tahu,&#8221; sebutnya.<\/p>\n<p>Kemudian, Abraham Michael mengetahui bahwa Septianlah yang melaporkan kepada ibunya.<\/p>\n<p>&#8220;Ternyata dia dilaporkan satpam,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Karena emosi, Abraham Michael langsung mengumpulkan sopir, ART juga satpam.<\/p>\n<p>Dua ART bahkan ia suruh pulang ke kampung halaman.<\/p>\n<p>Malam itu kemudian terjadi cekcok antara Abraham Michael dengan sang satpam Septian.<\/p>\n<p>Sampai Abraham Michael nekat menghabisi nyawa Septian di ruang satpam.<\/p>\n<p>&#8220;Saat subu si tersangka membunuh Septian,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Akibat hujaman pisau, Septian mengalami luka pada perut.<\/p>\n<p>Selain menetapkan Abraham Michael menjadi tersangka, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti termasuk pisau yang digunakan untuk menghabisi nyawa Septian.<\/p>\n<p>Dari pantauan TribunnewsBogor.com, polisi pada Senin (20\/1\/2025), menunjukkan barang bukti yang disita mulai dari pisau dapur, palu, sampai tangga kayu.<\/p>\n<p>Selain itu, ada pula martil, buku catatan tamu, sampai tas warna hitam.<\/p>\n<p>Selain barang bukti, terdapat juga sweater milik Septian.<\/p>\n<p>Sweater ini yang digunakan olehnya saat tewas bersimbah darah dibunuh oleh Abraham pada Jumat lalu.<\/p>\n<p>Bau amis darah masih tercium dari sweater milik Septian ini.<\/p>\n<p>Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Aji Riznaldi Nugroho mengatakan, pisau itu ditemukan di rumah Abraham.<\/p>\n<p>\u201cUntuk pisaunya kita temukan di rumahnya. Jadi, tidak dibuang oleh si tersangka ini,\u201d kata Kompol Aji saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Sabtu (18\/1\/2025).<\/p>\n<p>Pisau ini digunakan untuk membunuh Septian di ruang kerjanya.<\/p>\n<p>Sedangkan, pakaian yang dikenakan saat membunuh korban sempat dibuang ke sungai.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk baju yang digunakan tersangka saat membunuh itu dibuang ke Sungai,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Disebutkan polisi bahwa Abraham Michael menusuk korban sebanyak 20 kali.<\/p>\n<p>\u201cAda 20 tusukan yang dilakukan oleh tersangka ke korban,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p>Atas perbuatannya, Abraham Michael dijerat Pasal 338 KUHP tetang pembunuhan subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara atas perbuatannya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Polisi mengungkap penyebab Abraham Michael tega menusuk satpam rumahnya, Septian (37), berkali-kali hingga tewas di Lawang Gintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (17\/1\/2025). Abraham Michael yang merupakan anak pengacara Farida Felix itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Adapun korban Septian sendiri adalah warga Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":413956,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-414197","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/414197","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=414197"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/414197\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/413956"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=414197"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=414197"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=414197"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=414197"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}