{"id":414589,"date":"2025-01-22T11:21:00","date_gmt":"2025-01-22T04:21:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/01\/22\/skandal-pagar-laut-misterius-anonymous-tuding-jokowi-jual-laut-ke-oligarki-rakusnya-ngalahin\/"},"modified":"2025-01-22T16:04:37","modified_gmt":"2025-01-22T09:04:37","slug":"skandal-pagar-laut-misterius-anonymous-tuding-jokowi-jual-laut-ke-oligarki-rakusnya-ngalahin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/01\/22\/skandal-pagar-laut-misterius-anonymous-tuding-jokowi-jual-laut-ke-oligarki-rakusnya-ngalahin\/","title":{"rendered":"Skandal pagar laut misterius, Anonymous tuding Jokowi jual laut ke Oligarki: Rakusnya ngalahin&#8230;"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211; <\/b>Peretas yang mengatasnamakan Anonymous baru-baru ini menyoroti pagar laut misterius di pesisir Kabupaten Tangerang sepanjang 30,16 kilometer.<\/p>\n<p>Akun resmi Anonymous bertanda centang biru, @YourAnonVD, mengklaim bahwa pagar tersebut menjadi bukti dugaan penjualan laut Indonesia.<\/p>\n<p>Dalam cuitan Anonymous, mereka juga melontarkan kritik tajam terhadap mantan Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> yang kerap disapa dengan sebutan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>.<\/p>\n<p>Dilansir dari suara.com pada 22 Januari 2025, akun @YourAnonVD menggunakan tagar #Anonymous, yang kerap diasosiasikan dengan jaringan hacktivis internasional Anonymous Global.<\/p>\n<p>Namun, belum dapat dipastikan apakah akun tersebut benar-benar terafiliasi dengan jaringan Anonymous yang lebih besar atau hanya mengklaim nama tersebut.<\/p>\n<p>Meski demikian, unggahan mereka berhasil menarik perhatian luas dengan lebih dari 4.000 retweet dan 13 ribu tanda suka.<\/p>\n<p>Cuitan ini merespons video dari akun @choymarkochoy yang menampilkan pemandangan udara pagar laut tersebut.<\/p>\n<p>Dalam videonya, akun tersebut menuliskan,<i> &#8220;Negara tidak tahu kalau lagi dijajah.&#8221; <\/i>Menanggapi video tersebut, @YourAnonVD menyatakan bahwa laut Indonesia telah dijual.<\/p>\n<p><i>&#8220;Ini terlalu gila dari yang paling gila. Laut dijual! Mana ada di dunia ini orang serakus Jokowi??!! Ngalah-ngalahin Fir&#8217;aun! Rakyat kecil kau hancurkan hidupnya, sementara kau dan keluarga maling triliunan,&#8221;<\/i> tulis akun tersebut.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" lang=\"in\">Ini terlalu gila dari yang paling gila!! Laut dijual!!!! Mana ada di dunia ini orang se rakus <a target=\"_blank\" href=\"https:\/\/twitter.com\/jokowi?ref_src=twsrc%5Etfw\">@jokowi<\/a> ??! Ngalah ngalahin Fir&#8217;aun!! Rakyat kecil kau hancurkan hidupnya, sementara kau dan keluarga maling Trilyunan!! https:\/\/t.co\/x1gvZrgu6W<\/p>\n<p>\u2014 Anonymous (@YourAnonVD) <a target=\"_blank\" href=\"https:\/\/twitter.com\/YourAnonVD\/status\/1881003767694569974?ref_src=twsrc%5Etfw\">January 19, 2025<\/a> <\/p>\n<p>Tidak berhenti di situ, hacker tersebut juga mengunggah data pribadi aktivis media sosial Permadi Arya alias Abu Janda.<\/p>\n<p>Mereka menuding Abu Janda menyebarkan hoaks terkait pagar laut. Sebelumnya, Abu Janda mengklaim bahwa pagar laut tersebut dibuat oleh nelayan lokal selama lima tahun terakhir tanpa keterlibatan pihak pengembang tertentu.<\/p>\n<p>Klaim ini juga didukung oleh pernyataan Jaringan Rakyat Pantura (JRP).<\/p>\n<p>Selain Abu Janda, Anonymous juga membocorkan data sensitif milik Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.<\/p>\n<p>Dalam cuitannya, mereka menyebut Trenggono sebagai &#8220;cecunguk Aguan&#8221; dan menudingnya terlibat dalam dugaan penjualan laut.<\/p>\n<p>Isu ini semakin hangat setelah pernyataan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, yang menyebut pagar laut tersebut berhubungan dengan Jokowi dan Aguan, seorang pengusaha besar.<\/p>\n<p>Dalam kanal YouTube-nya, Said Didu mempertanyakan mengapa pemagaran laut ini tidak terdeteksi selama setahun terakhir.<\/p>\n<p>Ia juga menuding pengembang PIK 2 memiliki keterkaitan dengan proyek tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Aguan ini join betul dengan Jokowi. Kenapa tidak ada instansi terkait yang berani? Mengapa pemagaran selama 1 tahun tapi tidak terdeteksi? Adalah tidak masuk akal bila di wilayah pengembangan PIK 2 ada pagar laut, kalau bukan pengembangnya yang terlibat,&#8221; ungkap Said Didu.<\/p>\n<p>Cuitan dan laporan tersebut memancing beragam reaksi dari warganet. Salah satu pengguna Twitter menulis, &#8220;Gila sih laut sampai punya HGB segala.&#8221;<\/p>\n<p>Sementara itu, pengguna lain menyebut, &#8220;Itulah alasan utama ibukota negara dipindah IKN, Jabodetabek dijual ke oligarki.&#8221;<\/p>\n<p>Kasus pagar laut misterius ini menjadi perbincangan panas di media sosial, mengundang perhatian publik terhadap dugaan-dagangan aset negara yang dinilai melibatkan pihak-pihak berpengaruh.***<\/p>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Peretas yang mengatasnamakan Anonymous baru-baru ini menyoroti pagar laut misterius di pesisir Kabupaten Tangerang sepanjang 30,16 kilometer. Akun resmi Anonymous bertanda centang biru, @YourAnonVD, mengklaim bahwa pagar tersebut menjadi bukti dugaan penjualan laut Indonesia. Dalam cuitan Anonymous, mereka juga melontarkan kritik tajam terhadap mantan Presiden Joko Widodo yang kerap disapa dengan sebutan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":414590,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[68,242,1420,13104,274908,321171,321492,321493],"series":[],"class_list":["post-414589","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-headline","tag-politik","tag-peristiwa","tag-oligarki","tag-berita","tag-pagar-laut","tag-skandal-pagar-laut","tag-jokowi-jual-laut-ke-oligarki"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/414589","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=414589"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/414589\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/414590"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=414589"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=414589"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=414589"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=414589"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}