{"id":415321,"date":"2025-01-25T14:23:00","date_gmt":"2025-01-25T07:23:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/01\/25\/soal-pagar-laut-abu-janda-cs-harus-segera-ditangkap\/"},"modified":"2025-01-25T15:43:34","modified_gmt":"2025-01-25T08:43:34","slug":"abu-janda-cs-harus-segera-ditangkap-terkait-pagar-laut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/01\/25\/abu-janda-cs-harus-segera-ditangkap-terkait-pagar-laut\/","title":{"rendered":"Abu Janda Cs Harus Segera Ditangkap Terkait Pagar Laut"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b> Kontroversi tentang Pagar Laut Tangerang yang membentang sepanjang 30,16 kilometer di Tangerang belakangan ini menghebohkan publik.<\/p>\n<p>Salah satu figur publik yang turut koar-koar tentang isu ini adalah Heddy Setya Permadi alias Abu Janda.<\/p>\n<p>Pasalnya, melalui vlognya, Abu Janda menyampaikan pendapat yang menimbulkan kontroversi dan kritik, terutama terkait dengan klaim kepemilikan pagar laut tersebut.<\/p>\n<p>Dalam vlog tersebut, ia menyebutkan bahwa pagar laut itu merupakan milik nelayan lokal dan bukan milik pihak lain, seperti PIK2 atau Agung Sedayu.<\/p>\n<p>Ia juga menambahkan bahwa orang yang menyebutkan bahwa pagar laut itu milik &#8220;9 naga&#8221; adalah provokator yang mencoba memecah belah bangsa.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi Pak <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a> beserta jajarannya, jangan termakan hoaks. Pagar laut ini milik PIK2 atau milik Agung Sedayu ya pak. Pagar laut ini saya pastikan milik nelayan warga sini, pak,&#8221; ujar Abu Janda dalam vlognya.<\/p>\n<p>Menanggapi hal itu, Yusuf Muhammad alias Yusuf Dumdum, seorang pegiat media sosial yang sebelumnya sempat bekerja bersama Abu Janda kini memberi kritikan pedas.<\/p>\n<p>Menurut Yusuf Dumdum, dalam vlog tersebut, Abu Janda mewawancarai orang-orang yang diduga bukan berasal dari daerah sekitar pagar laut.<\/p>\n<p>Dia menilai bahwa saksi yang diwawancarai Abu Janda tinggal jauh dari lokasi asli pagar laut yang menjadi bahan perbincangan.<\/p>\n<p><i>&#8220;Waduh! Menurut nelayan asli Banten, 2 orang yang diajak syuting AJ itu lokasinya di Tanjung Kait. Jauh dari lokasi pagar bambu,&#8221;<\/i> kata Yusuf Dumdum melalui akun Twitter-nya (@yusuf_dumdum).<\/p>\n<p>Di sisi lain, Yusuf Dumdum menuduh Abu Janda telah membayar warga untuk memberikan kesaksian palsu dalam vlog tersebut.<\/p>\n<p>Yusuf mengungkapkan bahwa dua orang yang diwawancarai sebelumnya telah diajak makan dan diberi uang sebesar Rp100 ribu untuk membuat konten yang mengaku sebagai nelayan.<\/p>\n<p><i>&#8220;Sebelumnya, mereka sudah diajak makan-makan dan kemudian dibayar 100 ribuan buat bikin konten ngaku sebagai nelayan,&#8221; <\/i>katanya.<\/p>\n<p>Sementara itu, seorang nelayan asal Tangerang, Banten membantah pernyataan yang menyebut bahwa pagar laut itu dibangun oleh masyarakat.<\/p>\n<p>Nelayan yang belum diketahui namanya itu menegungkap, video yang dibuat Abu Janda tidak mencerminkan situasi sebenarnya. Menurutnya, video tersebut direkam di Tanjung Kain, jauh dari lokasi pagar laut.<\/p>\n<p>Abu Janda juga dinilai telah melibatkan orang-orang yang diduga telah dibayar untuk mengaku sebagai nelayan.<\/p>\n<p>\u201cNih saya kasih tahu ya, Permadi Arya itu syutingnya di Tanjung Kait, jauh dari lokasi pagar bambu. Di tempat makan,\u201d ujar seorang nelayan, dilihat melalui unggahan akun X @yusuf_dumdum Kamis (23\/1\/2025).<\/p>\n<p>\u201cDi sana ada lima orang, diajak makan, dikasih duit (seorang) Rp100 ribu untuk mengaku sebagai nelayan. Dikira kita enggak tahu kali. Woy, nelayan Banten itu pintar-pintar,\u201d sambungnya.<\/p>\n<p>Ia juga memberikan peringatan keras kepada Abu Janda agar tidak sembarangan datang ke Banten dengan membuat konten kontroversial.<\/p>\n<p>\u201cNih, saya kasih tahu ya, untuk Abu Janda, ini Banten, ente jangan asal dateng ke Banten seradak-seruduk kayak maling, bikin konten kayak begitu. Kalau enggak suka, ketemu sama saya di Mauk!\u201d tandasnya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Dimana Abu Janda?<\/h3>\n<p>Sebuah unggahan dari akun X @_memoryusang, yang diidentifikasi sebagai Angelique J, mempertanyakan keberadaan Abu Janda.<\/p>\n<p>Dalam cuitannya, ia menyebut bahwa Abu Janda membuat video yang menyatakan bahwa pagar laut di kawasan Tangerang merupakan hasil swadaya masyarakat.<\/p>\n<p><i>\u201cOrang ini ke mana ya guys. Abis bikin konten video yang menyatakan bahwa pagar laut Tangerang adalah swadaya masyarakat sendiri, juga mengatakan hoax jika nama Aguan termasuk di dalamnya,\u201d <\/i>tulis Angelique, dikutip pada Sabtu (25\/1\/2025).<\/p>\n<p>Jika pagar laut tersebut benar hasil swadaya masyarakat, seharusnya warga memprotes saat pagar itu dibongkar oleh pihak TNI AL.<\/p>\n<p>Namun, hingga kini tidak ada demonstrasi yang dilakukan warga setempat.<\/p>\n<p>Malah sebaliknya, warga desa ikut membantu aparat membongkar pagar laut.<\/p>\n<p><i>\u201cPagar laut dibongkar TNI AL koq warga ga ada yang demo jika memang itu swadaya masyarakat?,&#8221;<\/i> pungkasnya.<\/p>\n<p><em><b>Courtesy:<\/b> <a href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2025\/01\/soal-pagar-laut-abu-janda-cs-harus.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Media<\/a><\/em><\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/415321?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kontroversi tentang Pagar Laut Tangerang yang membentang sepanjang 30,16 kilometer di Tangerang belakangan ini menghebohkan publik.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":415322,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"abu janda","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[7107,274908,321171,1420],"series":[],"class_list":["post-415321","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-abu-janda","tag-berita","tag-pagar-laut","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/415321","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=415321"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/415321\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/415322"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=415321"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=415321"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=415321"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=415321"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}