{"id":41956,"date":"2022-06-19T04:08:00","date_gmt":"2022-06-18T21:08:00","guid":{"rendered":"https:\/\/harianaceh.co.id\/2022\/06\/19\/sejak-kapan-rendang-punya-agama-ustaz-adi-hidayat-sejak-batik-punya-kewarganegaraan\/"},"modified":"2022-06-19T06:51:24","modified_gmt":"2022-06-18T23:51:24","slug":"sejak-kapan-rendang-punya-agama-ustadz-adi-hidayat-sejak-batik-punya-kewarganegaraan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/19\/sejak-kapan-rendang-punya-agama-ustadz-adi-hidayat-sejak-batik-punya-kewarganegaraan\/","title":{"rendered":"Sejak Kapan Rendang Punya Agama? Ustadz Adi Hidayat: Sejak Batik Punya Kewarganegaraan"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b> Penceramah kondang Ustadz Adi Hidayat (UAH) memberikan jawaban terkait pertanyaan &#8216;sejak kapan rendang punya agama?&#8217; Sehingga tak boleh dibuat menggunakan olahan daging babi.<\/p>\n<p>Terkait jawaban dari pertanyaan tersebut UAH mengatakan, rendang punya agama sejak batik, calung, dan angklung punya kewarganegaraan.<\/p>\n<p>\u201cAda pertanyaan sejak kapan rendang itu punya agama, maka dijawab, apa jawabannya? Sejak batik, calung, angklung punya kewarganegaraan,\u201d jawab UAH melalui channel youtube resminya Adi Hidayat Official dikutip Sabtu 18 Juni 2022.<\/p>\n<p>UAH mengilustrasikan ketika batik yang menjadi budaya Indonesia diklaim oleh negara lain tentu kita tak terima dengan hal tersebut.<\/p>\n<p>\u201cKalau batik diklaim sama Malaysia mau tidak? tidak, orang Indonesia akan mengatakan batik itu budaya Indonesia, sudah melekat karena itu tidak ingin diklaim oleh negara-negara lain,\u201d ucap UAH.<\/p>\n<p>UAH kemudian kembali menegaskan, bila memang tidak pantas untuk diklaim lantas sejak kapan batik memiliki kewarganegaraannya.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cPertanyaannya sejak kapan batik punya kewarganegaraan? Kan sama saja, artinya itu adalah pertanyaan yang tidak berfaedah karena itu sudah menjadi budaya yang melekat,\u201d lanjut UAH.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>UAH juga menambahkan kaidah ushul fiqh bahwa sebuah adat bila sudah melekat maka ia akan menjadi sebuah hukum.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cDalam kaidah ushul fiqh dikatakan al adatu muhakkamah kalau sudah melekat, sudah baik dikenal dengan itu maka jadi hukum, kalau sudah jadi hukum maka dikenal oleh masyarakat, kalau berbeda dengan itu maka akan ada sesuatu yang nyeleneh menyimpang,\u201d ucap UAH.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Ustadz yang lahir di Banten ini juga menambahkan tentang falsafah minang yang erat kaitannya dengan syariat Islam.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cRendang itu produk masyarakat minang, budaya di minang falsafahnya berbunyi adat bersanding syarah, syarah bersanding kitabullah karena itu setiap yang keluar dari minang lekat dengan syariat walaupun produk makanan,\u201d ucap UAH.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>UAH juga menyebutkan pertanyaan soal agama pada makanan merupakan pertanyaan yang kurang kerjaan.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>\u201cJadi jangan tanyakan tentang agamanya, kalau bertanya tentang agama pada makanan itu pertanyaan kurang kerjaan,\u201d ujar UAH.<\/p>\n<p>Dalam video tersebut UAH juga berpesan untuk tidak menganggap enteng masalah apapun terlebih sesuatu yang telah menjadi tradisi.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>\u201cJadi jangan pernah mengecilkan apapun apalagi bila sudah menjadi tradisi,\u201d ujar UAH. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Penceramah kondang Ustadz Adi Hidayat (UAH) memberikan jawaban terkait pertanyaan &#8216;sejak kapan rendang punya agama?&#8217; Sehingga tak boleh dibuat menggunakan olahan daging babi. Terkait jawaban dari pertanyaan tersebut UAH mengatakan, rendang punya agama sejak batik, calung, dan angklung punya kewarganegaraan. \u201cAda pertanyaan sejak kapan rendang itu punya agama, maka dijawab, apa jawabannya? [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":41957,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[41487,68,243,41485,41486],"series":[],"class_list":["post-41956","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-batik","tag-headline","tag-hukum","tag-rendang","tag-ustadz-adi-hidayat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/41956","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=41956"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/41956\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/41957"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=41956"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=41956"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=41956"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=41956"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}