{"id":419606,"date":"2025-02-18T06:55:00","date_gmt":"2025-02-17T23:55:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/02\/18\/aksi-indonesia-gelap-kritik-program-mbg-siswa-bisa-makan-siang-gratis-tapi-keluarganya-kelaparan\/"},"modified":"2025-02-18T15:16:47","modified_gmt":"2025-02-18T08:16:47","slug":"siswa-bisa-makan-siang-gratis-tapi-keluarganya-kelaparan-ini-isi-aksi-indonesia-gelap-kritisi-program-mbg","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/02\/18\/siswa-bisa-makan-siang-gratis-tapi-keluarganya-kelaparan-ini-isi-aksi-indonesia-gelap-kritisi-program-mbg\/","title":{"rendered":"Siswa Bisa Makan Siang Gratis tapi Keluarganya Kelaparan, Ini Isi Aksi Indonesia Gelap Kritisi Program MBG"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Ketua BEM UI, Iqbal Cheisa Wiguna, mengkritik program makan bergizi gratis (<a title=\"MBG\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/mbg\/\">MBG<\/a>) yang dicetuskan oleh pemerintahan Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a> dan Wakil Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/gibran-rakabuming-raka\/\">Gibran Rakabuming Raka<\/a>.<\/p>\n<p>Hal ini diungkapkan Iqbal dalam aksi unjuk rasa atau demonstrasi bertemakan &#8216;Indonesia Gelap&#8217; di depan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Senin (17\/2\/2025).<\/p>\n<p>Menurut Iqbal, program MBG dari <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a>-Gibran ini, harus dievaluasi total.<\/p>\n<p>Karena untuk mewujudkan MBG ini, pemerintah harus melakukan efisiensi anggaran besar-besaran.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah juga dinilai tak tepat sasaran.<\/p>\n<p>&#8220;Sebenarnya yang kita garis bawahi langkah hemat ala Prabowo-Gibran ini tidak tepat sasaran. Dan justru ujung dari penghematan ini kita rasa tidak tepat.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Salah satunya terkait program makan bergizi gratis, hal ini cukup kita kritisi, kita perlu evaluasi total terkait program MBG ini,&#8221; kata Iqbal\u00a0 dalam wawancara Program &#8216;Sapa Indonesia Malam&#8217; Kompas TV, Senin (17\/2\/2025).<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Iqbal mengkritik program MBG yang hanya menyasar tatanan ekonomi rendah saja.<\/p>\n<p>Program MBG ini juga dinilainya tak akan membuat masyarakat Indonesia menjadi sejahtera.<\/p>\n<p>&#8220;Karena kita merasa program ini hanyalah program yang dilaksanakan menyasar tatanan ekonomi rendah dan hal tersebut tidak membuat orang Indonesia menjadi lebih sejahtera,&#8221; jelas Iqbal.<\/p>\n<p>Iqbal merasa justru merasa resah ketika banyak anak sekolah bisa makan siang gratis, tapi malamnya keluarga mereka harus kelaparan.<\/p>\n<p>Sebab, menurutnya, efisiensi anggaran untuk mewujudkan program MBG ini juga berdampak pada banyak karyawan harus di-PHK atau dirumahkan.<\/p>\n<p>&#8220;Kita perlu untuk resah apabila siang harinya, anak-anak di Indonesia bisa makan gratis, tapi malam harinya orang tua mereka, keluarga mereka harus kelaparan karena di-PHK oleh pekerjaannya,&#8221; ungkap Iqbal.<\/p>\n<h4>Mahasiswa Aksi Indonesia Gelap Kritik Kebijakan Pemerintah<\/h4>\n<p>Aksi unjuk rasa bertajuk Indonesia Gelap yang digelar ribuan mahasiswa berlangsung di Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Senin (17\/2\/2025).<\/p>\n<p>Selain membakar ban dan spanduk, massa aksi membakar bendera Partai Gerindra serta foto Teddy Indra Wijaya atau Mayor Teddy, yang belakangan menjadi sorotan.<\/p>\n<p>Pembakaran tersebut, terjadi di depan mobil komando, di tengah orasi yang mengkritik kebijakan pemerintah, terutama terkait program MBG dan kelangkaan Gas LPG 3 Kg.<\/p>\n<p>Sebagai informasi, Koordinator BEM Seluruh Indonesia (BEM SI), Herianto, menjelaskan bahwa tema Indonesia Gelap dipilih karena mahasiswa menilai kebijakan pemerintah saat ini kurang transparan.<\/p>\n<p>\u201cSecara umum &#8216;Indonesia Gelap&#8217; kita memaknai bahwa kebijakan-kebijakan hari ini yang selalu dikeluarkan dan dijanjikan gelap tanpa ada terangnya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, pemerintah kerap berbicara tentang Indonesia Emas 2045, tetapi kebijakan ini justru tidak berpihak pada generasi muda.<\/p>\n<p>&#8220;Ya jelas ini sindiran keras. Bagaimana mungkin mau Indonesia emas sedangkan kebijakan yang dihadirkan tidak berpihak ke generasi-generasi muda yang menjadi pelopor emasnya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Mahasiswa dalam aksi ini membawa lima tuntutan utama, antara lain:<\/p>\n<p>1. Mencabut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang menetapkan pemangkasan anggaran.<\/p>\n<p>2. Menghapus pasal dalam RUU Minerba yang memungkinkan perguruan tinggi mengelola tambang.<\/p>\n<p>3. Mencairkan tunjangan kinerja dosen dan tenaga kependidikan secara penuh.<\/p>\n<p>4. Mengevaluasi total program MBG dan mengeluarkannya dari anggaran pendidikan.<\/p>\n<p>5. Menghentikan pembuatan kebijakan publik tanpa basis riset ilmiah dan yang tidak berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2025\/02\/aksi-indonesia-gelap-kritik-program-mbg.html\">Media <\/a><\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketua BEM UI, Iqbal Cheisa Wiguna, mengkritik program makan bergizi gratis (MBG) yang dicetuskan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":419607,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[320873,321906,1420,3017,274908,297701],"series":[],"class_list":["post-419606","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-program-mbg","tag-unjuk-rasa-mahasiswa","tag-peristiwa","tag-mahasiswa","tag-berita","tag-program-makan-bergizi-gratis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/419606","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=419606"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/419606\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/419607"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=419606"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=419606"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=419606"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=419606"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}