{"id":41993,"date":"2022-06-19T03:37:00","date_gmt":"2022-06-18T20:37:00","guid":{"rendered":"https:\/\/harianaceh.co.id\/2022\/06\/19\/33-panglima-kkb-ancam-presiden-kepada-joko-widodo-tidak-boleh-macam-macam-kami-siap-merdeka\/"},"modified":"2022-06-19T06:09:39","modified_gmt":"2022-06-18T23:09:39","slug":"33-panglima-kkb-ancam-presiden-kepada-joko-widodo-tidak-boleh-macam-macam-kami-siap-merdeka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/19\/33-panglima-kkb-ancam-presiden-kepada-joko-widodo-tidak-boleh-macam-macam-kami-siap-merdeka\/","title":{"rendered":"33 Panglima KKB Ancam Presiden: Kepada Joko Widodo, Tidak Boleh Macam-macam, Kami Siap Merdeka"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ) di Papua kembali muncukl menampakkan diri di media sosial.<\/p>\n<p>Gerombolan separatis di tanah Cenderawasih itu kali ini sesumbar mengancam Presiden Joko Widodo ( Jokowi ).<\/p>\n<p>Dalam tayangan video yang beredar, KKB Papua memberi pesan peringatan kepada pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Jokowi.<\/p>\n<p>Berdasarkan keterangan video, pesan itu merupakan suara dari 33 Panglima KKB Papua.<\/p>\n<p>Video tersebut salah satunya diunggah akun YouTube Rimbah Hutan 61, Sabtu (18\/6\/2022).<\/p>\n<p>Salah satu pimpinan KKB Papua yang menyebut anggotanya sebagai Kodap 15 Ngalum Kupel mendesak daerah konflik harus segera dikosongkan.<\/p>\n<p>Pesan itu secara khusus disampaikan untuk masyarakat non-Papua.<\/p>\n<p>\u201cBahwa daerah konflik kosongkan,\u201d kata pimpinan KKB Papua Kodap 15 Ngalum Kupel.<\/p>\n<p>\u201cKami siap bersihkan, yang berbeda dengan kami, siap kami bersihkan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Selain itu, KKB Papua juga meminta pemerintah Indonesia untuk berhenti mengirim tenaga kesehatan dan tenaga pendidik ke wilayah Papua.<\/p>\n<p>Bahkan, KKB Papua mengancam bakal melakukan penyerangan jika permintaan tersebut diabaikan.<\/p>\n<p>\u201cKepada Joko Widodo, tidak boleh macam-macam, kami siap merdeka,\u201d kata anggota KKB Papua.<\/p>\n<p><b>Petinggi KKB Papua Latihan Tembak di Inggris<\/b><\/p>\n<p>Bukan rahasia lagi KKB Papua membekali diri setiap anggotanya dengan kemampuan berperang.<\/p>\n<p>Tak hanya dibekali senjata api, para anggota KKB Papua diajarkan cara menggunakan senjata tersebut dengan benar.<\/p>\n<p>Tak hanya para anggota bawahan, bahkan petinggi KKB Papua juga membekali diri mereka dengan kemampuan militer.<\/p>\n<p>Salah satunya KKB Papua bernama Sebby Sambom.<\/p>\n<p>Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat juru bicara KKB Papua itu sedang berlatih tembak.<\/p>\n<p>Diduga, bos KKB Papua itu berlatih tembak di negara Inggris.<\/p>\n<p>Video Sebby Sambom berlatih tembak dengan senjata canggih itu menjadi viral di media sosial.<\/p>\n<p>Salah satunya diunggah akun YouTube Mualem TV.<\/p>\n<p>Dalam video, terlihat Sebby Sambom berlatih tembak di dalam sebuah ruangan.<\/p>\n<p>Ia menggunakan senjata laras panjang dilengkapi dengan peredam.<\/p>\n<p>Dua pria yang diduga instruktur tembak terlihat memberikan pengarahan kepada bos KKB Papua itu.<\/p>\n<p>Salah satunya cara mamasang magasin senjata dengan cepat.<\/p>\n<p>Terlihat pula dalam video lain, Sebby Sambom dilatih menembak menggunakan pistol.<\/p>\n<p>Bos KKB Papua itu kemudian diminta membidik sasaran sambil berjalan.<\/p>\n<p>Belum diketahui pasti, kapan dan di mana video tersebut direkam.<\/p>\n<p>Namun dalam keterangan video, disebutkan Sebby Sambom berlatih tembak di luar negeri.<\/p>\n<p><b>Ajak TNI-Polri Tempur di Hutan<\/b><\/p>\n<p>Kelompok separatis di Papua kembali menyampaikan tantangan terhadap TNI-Polri.<\/p>\n<p>Tantangan itu disampaikan langsung oleh pemimpin KKB Papua, Egianus Kogoya.<\/p>\n<p>Melalui video yang disebarkan di media sosial, Egianus Kogoya menantang TNI-Polri untuk datang ke makas mereka.<\/p>\n<p>Bahkan, KKB Papua menegaskan tak akan lari dan tetap menunggu TNI-Polri di markas.<\/p>\n<p>\u201cKami tidak akan ke mana-mana. Tetap bertahan di markas kami,\u201d kata Egianus Kogoya dalam video yang diunggah di YouTube Suara Papua TV, Rabu (8\/6\/2022).<\/p>\n<p>Dalam pesannya itu, Egianus Kogoya juga membocorkan lokasi markas mereka saat ini.<\/p>\n<p>Egianus Kogoya terang-terangan menyebut markas mereka terletak di Kampung Alguru.<\/p>\n<p>Adapun Kampung Alguru masuk dalam wilayah Distrik Krepkuri, Kabupaten Nduga, Papua.<\/p>\n<p>\u201cKami anak-anak daerah, bukan datang dari luar,\u201d kata Egianus Kogoya menutup pesannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ) di Papua kembali muncukl menampakkan diri di media sosial. Gerombolan separatis di tanah Cenderawasih itu kali ini sesumbar mengancam Presiden Joko Widodo ( Jokowi ). Dalam tayangan video yang beredar, KKB Papua memberi pesan peringatan kepada pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Jokowi. Berdasarkan keterangan video, pesan itu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":41994,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[242],"series":[],"class_list":["post-41993","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/41993","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=41993"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/41993\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/41994"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=41993"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=41993"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=41993"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=41993"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}