{"id":426848,"date":"2025-03-19T06:46:00","date_gmt":"2025-03-18T23:46:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/03\/19\/hasan-nasbi-hapus-unggahannya-tuding-pengkritik-ruu-tni-fedi-nuril-memalukan\/"},"modified":"2025-03-19T08:10:19","modified_gmt":"2025-03-19T01:10:19","slug":"hasan-nasbi-hapus-unggahannya-tuding-pengkritik-ruu-tni-fedi-nuril-memalukan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/03\/19\/hasan-nasbi-hapus-unggahannya-tuding-pengkritik-ruu-tni-fedi-nuril-memalukan\/","title":{"rendered":"Hasan Nasbi Hapus Unggahannya Tuding Pengkritik RUU TNI, Fedi Nuril: Memalukan!"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b>\u00a0 Aktor ternama Indonesia, Fedi Nuril, kembali mencuri perhatian publik dengan sikap kritis dan pernyataan frontalnya terhadap isu <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a>.<\/p>\n<p>Kali ini, bintang film &#8220;Ayat-Ayat Cinta&#8221; itu menyenggol Kepala Kantor Kepresidenan, Hasan Nasbi, terkait polemik Rancangan Undang-Undang (RUU) Tentara Nasional Indonesia (TNI).<\/p>\n<p>Sikap frontal Fedi Nuril bermula dari cuitan Hasan Nasbi di akun media sosial X (sebelumnya Twitter) miliknya.<\/p>\n<p>Dalam unggahan tersebut, Hasan menyinggung adanya provokasi dan narasi bohong terkait RUU TNI yang disebarkan oleh sekelompok orang.<\/p>\n<p>Dia bahkan mempertanyakan perlunya permintaan maaf dari pihak-pihak yang dianggap menyebarkan informasi tidak benar.<\/p>\n<p><i>&#8220;Setelah konpers di DPR barusan, apakah berlebihan jika kita meminta orang-orang yang ngaku sebagai intelektual, influencer, serta para aktifis, yang sudah menyebarkan provokasi dan narasi bohong soal RUU TNI agar meminta maaf?&#8221;<\/i> tulis Hasan.<\/p>\n<p><i>&#8220;Kalau mereka nggak minta maaf, sebaiknya kita sebut sebagai apa?&#8221;<\/i> lanjutnya dalam cuitan yang dibuat melalui akun @NasbiHasan pada Senin (17\/3\/2025) pukul 11.34 WIB.<\/p>\n<p>Namun, tidak lama setelah diunggah, Hasan Nasbi menghapus cuitan tersebut. Tindakan ini pun memicu reaksi keras dari Fedi Nuril.<\/p>\n<p>Melalui akun X pribadinya, ayah dari tiga anak tersebut mempertanyakan alasan penghapusan cuitan tersebut dan menuding Hasan Nasbi telah menyebarkan tuduhan yang tidak berdasar.<\/p>\n<p><i>&#8220;Kenapa cuitan ini dihapus, Bang @NasbiHasan? @pco_ri @Uki23,&#8221;<\/i> tulis Fedi Nuril sekaligus menyertakan akun resmi Kantor Komunikasi Kepresidenan Republik Indonesia serta Jubir Kepresidenan, Dedek Prayudi.<\/p>\n<p><i>&#8220;Apakah Anda sebagai Kepala Komunikasi Presiden menyesal telah menuduh pengkritik RUU TNI menyebarkan provokasi dan narasi bohong sehingga buzzer2 berdatangan ke akun saya?&#8221;<\/i> sambungnya Fedi Nuril.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Fedi juga menyoroti kalimat ancaman yang terdapat dalam cuitan Hasan Nasbi. Dia menilai bahwa cara komunikasi yang digunakan oleh rezim saat ini sangat memalukan.<\/p>\n<p><i>&#8220;Atau apakah Anda sebagai Kepala Komunikasi Presiden menyesal telah menulis bentuk kalimat ancaman? @pco_ri @NasbiHasan @Uki23,&#8221;<\/i> tulisnya di cuitan lain.<\/p>\n<p><i>&#8220;&#8216;Kalau mereka nggak minta maaf, sebaliknya kita sebut sebagai apa?&#8217; Saya ulang. Cara komunikasi rezim ini sangat memalukan,&#8221;<\/i> tambah Fedi.<\/p>\n<p>Polemik RUU TNI memang tengah menjadi sorotan publik. RUU ini menuai penolakan dari berbagai elemen masyarakat sipil, termasuk Koalisi Masyarakat Sipil.<\/p>\n<p>Mereka khawatir bahwa revisi UU TNI ini berpotensi melemahkan profesionalisme militer dan mengembalikan dwifungsi TNI.<\/p>\n<p>Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah perluasan tentara aktif yang dapat menduduki jabatan sipil.<\/p>\n<p>Koalisi Masyarakat Sipil menilai hal ini dapat membuka peluang bagi kembalinya dwifungsi TNI, seperti yang terjadi pada masa Orde Baru.<\/p>\n<p>Kekhawatiran ini muncul karena sejarah kelam dwifungsi TNI di masa lalu, di mana militer memiliki peran ganda dalam pemerintahan sipil, yang dianggap menghambat demokrasi dan hak asasi manusia.<\/p>\n<p>Sebagai bentuk penolakan, Koalisi Masyarakat Sipil meluncurkan petisi daring melalui situs Change.org pada 16 Maret 2025. Petisi bertujuan untuk menolak kembalinya dwifungsi TNI melalui pembahasan revisi UU TNI.<\/p>\n<p>Petisi penolakan ini dengan cepat mendapatkan belasan ribu tanda tangan, menunjukkan kuatnya penolakan publik terhadap RUU tersebut.<\/p>\n<p>Sikap kritis Fedi Nuril terhadap isu politik bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, sang aktor juga aktif menyuarakan pendapatnya terkait berbagai isu nasional.<\/p>\n<p>Keberaniannya dalam menyampaikan kritik di media sosial seringkali menuai pro dan kontra di kalangan netizen. Banyak yang mendukung, tetapi tidak sedikit pula yang mengkritiknya karena dianggap terlalu vokal.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211;\u00a0 Aktor ternama Indonesia, Fedi Nuril, kembali mencuri perhatian publik dengan sikap kritis dan pernyataan frontalnya terhadap isu Politik. Kali ini, bintang film &#8220;Ayat-Ayat Cinta&#8221; itu menyenggol Kepala Kantor Kepresidenan, Hasan Nasbi, terkait polemik Rancangan Undang-Undang (RUU) Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sikap frontal Fedi Nuril bermula dari cuitan Hasan Nasbi di akun media [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":426849,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-426848","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/426848","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=426848"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/426848\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/426849"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=426848"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=426848"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=426848"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=426848"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}