{"id":426863,"date":"2025-03-19T08:57:00","date_gmt":"2025-03-19T01:57:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/03\/19\/lokasi-tni-tembak-3-polisi-di-lampung-dikenal-sebagai-texas-indonesia-banyak-senjata-ilegal\/"},"modified":"2025-03-19T09:25:14","modified_gmt":"2025-03-19T02:25:14","slug":"lokasi-tni-tembak-3-polisi-di-lampung-dikenal-sebagai-texas-indonesia-banyak-senjata-ilegal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/03\/19\/lokasi-tni-tembak-3-polisi-di-lampung-dikenal-sebagai-texas-indonesia-banyak-senjata-ilegal\/","title":{"rendered":"Lokasi TNI Tembak 3 Polisi di Lampung Dikenal Sebagai Texas Indonesia, Banyak Senjata Ilegal"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Lokasi penembakan tiga polisi oleh oknum TNI di Kampung Karang Manik, Negara Batin, Way Kanan, Lampung memang disebut sebagai texasnya Indonesia.\u00a0<\/p>\n<p>Hal itu diungkapkan Kapendam II\/Sriwijaya Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar seperti dimuat Facebook Tribunsumsel pada Selasa (18\/3\/2025).\u00a0<\/p>\n<p>Eko mengatakan bahwa hingga saat ini Polisi Militer (PM) masih menyelidiki kasus penembakan tiga Polisi yang tewas ditembak oknum TNI.\u00a0<\/p>\n<p>Namun demikian, hingga kini belum diketahui jenis senjata yang dipakai oleh dua oknum TNI saat menembak tiga anggota Polisi.\u00a0<\/p>\n<p>Sebab kata Eko, wilayah Kampung Karang Manik yang menjadi lokasi penembakan memang dikenal sebagai zona hitam di Lampung.<\/p>\n<p>Di mana wilayah itu kerap disebut sebagai Texas Indonesia lantaran banyak senjata ilegal dengan mudah diakses.\u00a0<\/p>\n<p>Maka kata Eko, hingga kini pihaknya belum mengetahui apakah senjata yang dipakai pelaku merupakan senjata dari TNI atau senjata ilegal yang didapat.<\/p>\n<p>\u201cArtinya senjata-senjata yang beredar, sudah turun temurun sudah jadi perbincangan umum, jadi mohon bersabar kami masih melangsungkan investigasi di lapangan,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Sebagai informasi tiga anggota polisi terlibat baku tembak di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Way Kanan, Senin (17\/3\/2025) sore.<\/p>\n<p>Akibatnya tiga polisi yakni Kapolsek Negara Batin Iptu Lusiyanto, anggota Polsek Negara Batin Bripka Petrus Apriyanto, dan anggota Satreskrim Polres Way Kanan Bripda M Ghalib Surya Gantar tewas dalam insiden tersebut.<\/p>\n<p>Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, tiga polisi itu meninggal dunia saat menjalankan tugasnya menggerebek judi sabung ayam.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Benar terjadi peristiwa penembakan,&#8221; kata Yuni, Senin malam.\u00a0<\/p>\n<p>Yuni menjelaskan kronologi peristiwa baku tembak tersebut.\u00a0<\/p>\n<p>Berawal saat 17 personel gabungan Polres Way Kanan mendatangi arena judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Way Kanan, Senin (17\/3\/2025) sore.<\/p>\n<p>Setiba di TKP, petugas langsung ditembaki oleh orang tak dikenal (OTK).\u00a0<\/p>\n<p>Akibatnya, tiga personel gugur.<\/p>\n<p>Saat ini, terus Yuni, ketiga jenazah anggota tersebut tengah dalam perjalanan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung yang ada di Bandar Lampung untuk dilakukan proses autopsi.<\/p>\n<p>&#8220;Jenazah sedang dievakuasi untuk dibawa ke RS Bhayangkara Polda Lampung untuk diautopsi. Kini Kapolda menuju TKP. Kita fokus mengamankan anggota yang lain,&#8221; kata mantan Kapolres Metro ini.<\/p>\n<p>Usut punya usut penembak para tiga anggota Polisi tersebut merupakan dua oknum TNI.\u00a0<\/p>\n<p>Polisi militer pun telah menangkap dua pelaku penembak Polisi yang merupakan anggota TNI.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Lokasi penembakan tiga polisi oleh oknum TNI di Kampung Karang Manik, Negara Batin, Way Kanan, Lampung memang disebut sebagai texasnya Indonesia.\u00a0 Hal itu diungkapkan Kapendam II\/Sriwijaya Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar seperti dimuat Facebook Tribunsumsel pada Selasa (18\/3\/2025).\u00a0 Eko mengatakan bahwa hingga saat ini Polisi Militer (PM) masih menyelidiki kasus penembakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":426690,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-426863","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/426863","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=426863"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/426863\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/426690"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=426863"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=426863"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=426863"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=426863"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}