{"id":427122,"date":"2025-03-19T23:43:00","date_gmt":"2025-03-19T16:43:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/03\/19\/pppk-gantung-diri-diduga-diperas-oknum-polisi-ini-tanggapan-kapolres-klu\/"},"modified":"2025-03-20T03:54:10","modified_gmt":"2025-03-19T20:54:10","slug":"seorang-pppk-gantung-diri-diduga-diperas-oknum-polisi-ini-tanggapan-kapolres-klu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/03\/19\/seorang-pppk-gantung-diri-diduga-diperas-oknum-polisi-ini-tanggapan-kapolres-klu\/","title":{"rendered":"Seorang PPPK Gantung Diri Diduga Diperas Oknum Polisi, Ini Tanggapan Kapolres KLU"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211; <\/b>Seorang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (<a title=\"PPPK\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pppk\/\">PPPK<\/a>) di Dusun Batu Jompang, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) Rizkil Watoni (25) memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri pada Senin (17\/3).<\/p>\n<p>Korban selama ini bertugas di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman KLU. Nasrudin, bapak dari korban menuturkan bahwa sebelum kejadian, korban mengalami masalah. Ia dituduh mencuri HP di gerai Alfamart Kayangan pada Jumat, 7 Maret 2025.<\/p>\n<p>\u201cSaat itu korban baru pulang kerja dan mampir di Alfamart. Dia ini punya dua HP dan saat berbelanja dengan spontan mengambil HP di meja kasir karena HP itu mirip dengan HP miliknya. Sesampainya di rumah korban langsung jualan es untuk berbuka. Korban sadar bawa HP orang setelah melihat video berisi rekaman CCTV yang menyebutkan dirinya mencuri HP di Alfamart,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Setelah itu korban pergi menemui pemilik HP untuk mengembalikannya.\u00a0 Namun saat itu pemilik sudah melapor ke Polsek Kayangan. Tidak berselang lama polisi datang dan langsung mengamanlan Rizkil dan menyita HP yang telah dikembalikan ke pemiliknya tersebut. \u201cAnak saya diborgol dari Alfamart dan dibawa ke Polsek Kayangan. Setelah itu anak saya dimasukkan ke sel selama satu hari satu malam,\u201d bebernya.<\/p>\n<p>Korban jelasnya dipulangkan setelah adanya kesepakatan damai antara kedua belah pihak. Namun setelah itu lanjut Nasrudin persoalan ternyata belum selesai. Sebab ada oknum polisi yang menghubungi korban bahwa kasusnya masih jalan. Korban jelasnya diminta mengakui perbuatannya dan menjalani proses yang tengah berjalan. \u201cAnak saya tidak mau mengaku. Sebab seumur hidup dia tidak pernah maling. Dia bilang lebih baik mati atau penjara seumur hidup daripada harus mengakui dirinya maling,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Nah terkait ada oknum polisi yang memintai korban uang, Nasrudin mengaku bahwa itu ia ketahui dari sepupu korban yang kerja di Bali bernama Sudianto. Sudianto mengaku pernah dihubungi korban untuk meminjam uang sebesar Rp 15 juta. \u201cAnak saya ini bilang ke sepupunya lagi ada masalah dengan polisi dan dimintai uang Rp 14 juta,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Nasrudin kemudian mengaku tidak tahu seperti apa perkembangannya kemudian tiba-tiba anaknya tersebut memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. \u201cSaya tahunya dia gantung diri setelah pulang berjualan keliling,\u201d akunya.<\/p>\n<p>Ia pun menyayangkan hal itu karena korban ini adalah tulang punggung keluarga dan belum menikah. Korban jelasnya sosok pekerja keras. Sebab setelah pulang dari kantor ia berjualan di rumah. Sejauh ini sudah banyak usaha yang dilakoni. Di masyarakat juga korban dikenal baik sehingga masyarakat yang mengetahui permasalahan yang dialaminya juga emosi dan pergi menyerbu Polsek Kayangan pada malam hari. \u201cNamun terkait penyerangan ke Polsek itu saya tidak tahu karena saya sibuk mengurus tamu yang melayat ke rumah,\u201d akunya.<\/p>\n<p>Kapolres Lombok Utara, Agus Purwanta membenarkan adanya penyerbuan Polsek Kayangan oleh ratusan masyarakat. Kejadiannya kata dia sekitar pukul 18.30 WITA. \u201cSaat itu ada 2 kendaraan dinas dibakar, 1 komputer, 1 laptop, pagar Polsek, kemudian ada kaca jendela pecah dan sebagainya,\u201d ungkap Agus.<\/p>\n<p>Ia mengaku belum mengetahui pasti motif dari penyerangan tersebut. Namun dugaan sementara karena adanya informasi salah yang diterima masyarakat sehingga secara spontan menyerang Polsek. Menurut perwira melati dua di pundaknya ini, tidak ada oknum polisi yang meminta korban menyerahkan uang.<\/p>\n<p>\u201cHal tersebut tidak ada. Namun tetap kita melakukan penyelidikan termasuk motif dari penyerangan. Bila ada perkembangan lain nanti kami sampaikan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Untuk situasi saat ini kata dia sudah kondusif. Pihaknya sudah melakukan konsolidasi dengan tokoh masyarakat, sama-sama menahan warga agar tidak melakukan kegiatan serupa.<\/p>\n<p>Untuk mencegah adanya penyerangan kembali, Polsek Kayangan kini dijaga ketat anggota Brimob, Sabhara Polda NTB hingga Polres Lombok Utara. \u201cAlhamdulillah situasi sudah kondusif,\u201d tutupnya.<\/p>\n<p>Kasus ini sendiri mendapat perhatian Polda NTB. Informasi terkait adanya oknum melakukan pemerasan masih didalami. \u201cSementara masih didalami,\u201d jelas Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid kepada <i>Radar Lombok<\/i>, Selasa (18\/3).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Dusun Batu Jompang, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) Rizkil Watoni (25) memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri pada Senin (17\/3).<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":427123,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"pppk","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,10017,18573,190307,274908],"series":[],"class_list":["post-427122","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-bunuh-diri","tag-pppk","tag-gantung-diri","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/427122","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=427122"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/427122\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/427123"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=427122"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=427122"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=427122"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=427122"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}