{"id":427450,"date":"2025-03-20T22:38:00","date_gmt":"2025-03-20T15:38:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/03\/20\/aksi-tolak-ruu-tni-diwarnai-saling-serang-massa-vs-polisi-sejumlah-mahasiswa-terluka\/"},"modified":"2025-03-20T22:40:31","modified_gmt":"2025-03-20T15:40:31","slug":"aksi-tolak-ruu-tni-diwarnai-saling-serang-massa-vs-polisi-sejumlah-mahasiswa-terluka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/03\/20\/aksi-tolak-ruu-tni-diwarnai-saling-serang-massa-vs-polisi-sejumlah-mahasiswa-terluka\/","title":{"rendered":"Aksi Tolak RUU TNI Diwarnai Saling Serang Massa vs Polisi, Sejumlah Mahasiswa Terluka"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211; <\/b>Aksi unjuk rasa menolak pengesahan Revisi Undang-Undang (RUU) TNI di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta pada Kamis (20\/3\/2025) diwarnai kericuhan.<\/p>\n<p>Kondisi ini terjadi setelah massa aksi mencoba masuk ke dalam Gedung DPR\/MPR, Jakarta Pusat pada Kamis petang. Akibat kejadian itu, sejumlah pengunjuk rasa yang diduga berasal dari mahasiswa mengalami luka-luka.<\/p>\n<p>Kejadian bermula saat orator dari atas mobil komando memberikan aba-aba untuk masuk ke dalam Gedung DPR\/MPR, Jakarta melalui pagar-pagar yang sudah berhasil dijebol.<\/p>\n<p>Instruksi itu pun langsung disambut massa mahasiswa dengan membuat border. Namun, belum sampai masuk ke dalam kompleks DPR, kepolisian yang berjaga pun langsung memukul mundur massa menggunakan mobil water canon.<\/p>\n<p>Tindakan kepolisian menimbulkan suasana semakin riuh. Sebab massa membalas dengan melempar petasan ke arah polisi yang berjaga.<\/p>\n<p>Sementara itu, tampak sejumlah mahasiwa lain lari kocar-kacir menghindari water canon. Sangking tak kondusifnya situasi, banyak mahasiswa yang menjadi korban luka.<\/p>\n<p>Hal itu diketahui setelah orator meminta petugas medis untuk datang.<\/p>\n<p>&#8220;Tolong-tolong panggil medis. Ini ada yang kakinya patah, ada yang bocor kepalanya,&#8221; ucap dia.<\/p>\n<p>Tak lama setelah orator berteriak, dua mobil ambulans mendekati kerumunan mahasiswa.<\/p>\n<p>Relawan pun mengangkut mahasiwa yang luka-luka. Tak cuma itu, ada pula mahasiwa yang dievakuasi menggunakan sepeda motor.\u00a0<\/p>\n<p>Hingga berita ini ditulis pada pukul 19.32 WIB, massa mahasiswa tetap bertahan dan menolak imbauan polisi untuk membubarkan diri dari depan Gedung DPR.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Massa Mahasiswa Jebol Pagar DPR<\/h2>\n<p>Sebelumnya diberitakan, aksi unjuk rasa menolak revisi Undang-Undang TNI belum juga bubar hingga Kamis (20\/3\/2025) malam. Situasi semakin tak terkendali, massa berhasil merobohkan pagar juga barrier beton yang berdiri di antara gerbang utama.<\/p>\n<p>Pantauan Liputan6.com, kondisi itu bermula saat sejumlah koordinator menggelar rapat di dekat mobil komando. Mereka kemudian memutuskan untuk menduduki Gedung DPR untuk segera menggelar sidang rakyat mencabut revisi Undang-Undang TNI yang sudah disahkan oleh DPR RI.<\/p>\n<p>Keputusan itu langsung diumumkan ke peserta massa aksi. Mereka pun mengarahkan ke peserta aksi untuk menyusun strategi.<\/p>\n<p>Massa aksi dibagi menjadi dua sisi yakni kanan dan kiri. Masing-masing membuat barikade untuk merobohkan pagar menggunakan tali tambang.<\/p>\n<p>Tali-tali dikaitkan ke antara pagar, kemudian orator dari atas komando memberikan aba-aba. Upaya itu membuahkan hasil, pagar di sisi kanan berhasil dirobohkan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Saling Serang Massa Vs Polisi<\/h3>\n<p>Melihat itu, polisi langsung merespons dengan menyemprotkan air dari water canon.<\/p>\n<p>Tindakan polisi, menyulut amarah mahasiswa. Mereka juga membalas dengan melepaskan petasan dan melemparkan batu hingga kayu ke arah anggota polisi yang berjaga.<\/p>\n<p>Pemandangan serupa juga nampak di sisi kiri. Mahasiwa berusaha merusak pagar-pagar yang menghalangi jalan mereka. Satu per satu barrier beton yang menjadi pelapis pagar berhasil dirobohkan.<\/p>\n<p>Saat ini, massa masih berupaya merobohkan pagar. Polisi pun berupaya menghalangi tindakan mahasiswa itu dengan water canon. Hingga pukul 18.44 WIB, mahasiwa masih tetap bertahan dan menolak untuk membunarkan diri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Aksi unjuk rasa menolak pengesahan Revisi Undang-Undang (RUU) TNI di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta pada Kamis (20\/3\/2025) diwarnai kericuhan. Kondisi ini terjadi setelah massa aksi mencoba masuk ke dalam Gedung DPR\/MPR, Jakarta Pusat pada Kamis petang. Akibat kejadian itu, sejumlah pengunjuk rasa yang diduga berasal dari mahasiswa mengalami luka-luka. Kejadian bermula [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":427451,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-427450","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/427450","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=427450"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/427450\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/427451"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=427450"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=427450"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=427450"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=427450"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}