{"id":428937,"date":"2025-03-26T14:54:00","date_gmt":"2025-03-26T07:54:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/03\/26\/tak-sadar-peluru-bersarang-di-kepalanya-marinir-rusia-terus-gempur-ukraina-selama-seminggu\/"},"modified":"2025-03-27T09:14:20","modified_gmt":"2025-03-27T02:14:20","slug":"tak-sadar-peluru-bersarang-di-kepalanya-marinir-rusia-terus-gempur-ukraina-selama-seminggu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/03\/26\/tak-sadar-peluru-bersarang-di-kepalanya-marinir-rusia-terus-gempur-ukraina-selama-seminggu\/","title":{"rendered":"Tak Sadar Peluru Bersarang di Kepalanya, Marinir Rusia Terus Gempur Ukraina selama Seminggu"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Seorang tentara <a title=\"Rusia\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/rusia\/\">Rusia<\/a> yang dikenal dengan nama Shima terus bertempur secara luar biasa meski sebiji peluru bersarang di kepalanya.<\/p>\n<p>Peluru tersebut gagal membuat marinir anggota Brigade Pengawas Ke-155 di armada Pasifik Rusia itu absen dalam pertempuran melawan bala tentara Ukraina di Kursk, Rusia.<\/p>\n<p>Shima dilaporkan mulai berdinas di front Kursk setelah menandatangani kontrak pada musim dingin tahun kemarin. Ayah tiga anak itu memutuskan ikut bertempur setelah situasi di Kursk memburuk.<\/p>\n<p>Selepas menjalani latihan, dia langsung menuju front tempur. Saat itu brigadenya berjuang di Desa Viktorovka, Distrik Korenevsky.<\/p>\n<p>Shima awalnya ditugasi menjadi sopir. Namun, dia dengan sukarela pindah ke satuan tempur.<\/p>\n<p>Pasukan Ukraina yang dihadapi Shima dan kawannya ternyata lebih unggul. Pasukan itu dikoordinasi oleh operator drone yang memantau situasi di lapangan.<\/p>\n<p>\u201cMereka tidak tahu berapa banyak personel kami di sana. Jadi, mereka takut maju terus. Kami juga tak punya perkiraan yang jelas mengenai jumlah mereka,\u201d kata Shima dikutip dari <i>RIA Novosti.<\/i><\/p>\n<p>\u201cMereka menyebar dalam lubang-lubang secara berkelompok, terdiri atas dua atau tiga orang. Ada jarak puluhan meter yang memisahkan kami dengan mereka.\u201d<\/p>\n<p>Karena merasa ada yang tidak beres, pasukan Ukraina mulai menembak balik tentara Rusia. Shima terkena peluru pasukan Ukraina.<\/p>\n<p>\u201cSeolah-olah kepala saya dipukul dengan tongkat. Peluru itu mengenai helm saya, rasanya seperti memantul, tetapi entah kenapa tidak memantul,\u201d ucap Shima.<\/p>\n<p>\u201cMeski demikian, saya kembali ke posisi saya, menangani luka, mengisi senapan mesin, dan kembali.\u201d<\/p>\n<p>Peluru itu ternyata bersarang di kepala Shima, tepatnya di sinus. Secara ajaib, peluru itu berhenti di sana, tidak bergerak lebih jauh.<\/p>\n<p>Beberapa hari kemudian lukanya mulai menghilang.<\/p>\n<p>\u201cDarahnya mengering, meninggalkan bekas luka. Tidak ada pembengkakan. Saya tidak merasakan apa pun jika menyentuhnya,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>\u201cAda sedikit rasa sakit, seperti akibat pukulan, hanya itu. Saya bahkan tidak tahu bahwa peluru itu berada di kepala saya.\u201d<\/p>\n<p>Shima terus menjalankan misinya seperti biasa, seolah-olah tidak ada yang terjadi pada dirinya.<\/p>\n<p>Beberapa hari kemudian, dia kembali terluka. Wajahnya terkena pecahan. Shima segera dievakuasi.<\/p>\n<p>Saat pemeriksaan, baru diketahui bahwa ada satu peluru bersarang di kepalanya. Selama seminggu dia ternyata terus bertempur sambil membawa peluru itu di badannya.<\/p>\n<p>Dia menghabiskan satu bulan di rumah sakit untuk memulihkan diri lalu kembali ke medan tempur.<\/p>\n<p>\u201cKini saya membawa peluru itu bersama saya di mana pun saya berada, di dalam rompi antipeluru saya,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dia bahkan mengaku menggunakan peluru itu sebagai \u201cjimat\u201d.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang tentara Rusia yang dikenal dengan nama Shima terus bertempur secara luar biasa meski sebiji peluru bersarang di kepalanya.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":428938,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[349,36],"tags":[274908,323069,1420,400],"series":[],"class_list":["post-428937","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-internasional","tag-berita","tag-marinir-rusia","tag-peristiwa","tag-rusia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/428937","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=428937"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/428937\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/428938"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=428937"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=428937"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=428937"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=428937"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}