{"id":430876,"date":"2025-04-10T10:13:00","date_gmt":"2025-04-10T03:13:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/04\/10\/pertunjukan-jalanan-di-kota-solo-bawakan-lagu-genjer-genjer-dalam-irama-hip-hop\/"},"modified":"2025-04-10T18:01:31","modified_gmt":"2025-04-10T11:01:31","slug":"pertunjukan-jalanan-di-kota-solo-bawakan-lagu-genjer-genjer-dalam-irama-hip-hop","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/04\/10\/pertunjukan-jalanan-di-kota-solo-bawakan-lagu-genjer-genjer-dalam-irama-hip-hop\/","title":{"rendered":"Pertunjukan Jalanan di Kota Solo Bawakan Lagu Genjer-genjer dalam Irama Hip Hop"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Lagu <a title=\"Genjer-Genjer\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/genjer-genjer\/\">Genjer-Genjer<\/a> dimainkan dalam pertunjukan jalanan, di Kota Solo. Pertunjukan musik ini menyita perhatian publik.<\/p>\n<p>Menurut X AgusWidodo @arwidodo, lagu tersebut dimainkan pada malam hari, 5 April 2025.<\/p>\n<p>&#8220;Lagu Genjer-Genjer dinyanyikan di salah satu sudut pusat Kota Solo di tengah keramaian, pada malam hari tanggal 5 April 2025,&#8221; katanya, dikutip Harian Massa, Rabu (9\/4\/2025).<\/p>\n<p>Lebih lanjut, akun ini mengaitkan lagu tersebut dengan neo PKI.<\/p>\n<p>&#8220;Awas bahaya laten neo PKI. Apakah ini hanya dipandang sebagai kebebasan dan ekspresi lagu yang tidak punya makna,&#8221; katanya.<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\" data-width=\"500\" data-dnt=\"true\">\n<p lang=\"in\" dir=\"ltr\">Lagu &quot;Genjer-Genjer&quot; dinyanyikan di salah satu sudut pusat Kota Solo di tengah keramaian pada malam hari tgl 5 April 2025<\/p>\n<p>Awas Bahaya Laten Neo PKI<\/p>\n<p>APAKAH INI HANYA DIPANDANG SEBAGAI KEBEBASAN DAN EKPRESI SEBUAH LAGU YG TIDAK PUNYA MAKNA..!?!?! <br \/>KEMANA BIN !? <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" href=\"https:\/\/t.co\/AyQiNNiB8U\">pic.twitter.com\/AyQiNNiB8U<\/a><\/p>\n<p>&mdash; AgusWidodo (@arwidodo) <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" href=\"https:\/\/x.com\/arwidodo\/status\/1909301089188692209?ref_src=twsrc%5Etfw\">April 7, 2025<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.x.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p>Unggahan ini pun mendapat kecaman netizen. Tidak sedikit yang mengkritik akun tersebut miskin literasi.<\/p>\n<p>Untuk diketahui, lagu Genjer-genjer diciptakan seniman rakyat Muhammad Arief dan dipopulerkan oleh Lekra.<\/p>\n<p>Sejumlah seniman non komunis juga turut mempopulerkan lagu ini, seperti Bing Slamet dan Lilis Suryani.<\/p>\n<p>Lagu Genjer-genjer membawa romantisme zaman revolusi dan menggambarkan penderitaan rakyat, pada masa penjajahan Jepang.<\/p>\n<p>Sejak dikenalkan pada tahun 1954, lagu Genjer-genjer mencapai puncak popularitasnya, pada tahun 1962.<\/p>\n<p>Awalnya, lagu Genjer-genjer diiringi dengan alat musik sederhana, yakni angklung. Namun, enak juga dibawakan dengan irama hip hop.<\/p>\n<p>Muhidin M. Dahlan, dalam bukunya Lekra Tak Membakar Buku mengatakan, lagu Genjer-genjer bukan sekadar nyanyian.<\/p>\n<p>&#8220;Tetapi membangkitkan semangat, serta menjadi seni rakyat: sebuah komposisi progresif dan revolusioner,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Pada masa kepopulerannya, lagu Genjer-genjer dinyanyikan oleh semua golongan, tidak hanya Lekra dan PKI.<\/p>\n<p>Namun, Orde Baru menjadikan lagu Genjer-genjer sebagai musik pengiring film propaganda anti-komunis.<\/p>\n<p>Lagu Genjer-genjer pun akhirnya dilarang dan distigma PKI. Hingga kini, stigma itu masih terus melekat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lagu Genjer-Genjer dimainkan dalam pertunjukan jalanan, di Kota Solo. Pertunjukan musik ini menyita perhatian publik.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":430877,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[67],"tags":[225374,274908,323286,1420,71651,115065],"series":[],"class_list":["post-430876","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hiburan","tag-hip-hop","tag-berita","tag-pertunjukan-jalanan","tag-peristiwa","tag-genjer-genjer","tag-kota-solo"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/430876","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=430876"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/430876\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/430877"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=430876"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=430876"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=430876"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=430876"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}