{"id":431121,"date":"2025-04-11T21:45:00","date_gmt":"2025-04-11T14:45:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/04\/11\/peternak-manfaatkan-bantaran-krueng-aceh-untuk-penggemukan-sapi\/"},"modified":"2025-04-11T21:45:00","modified_gmt":"2025-04-11T14:45:00","slug":"peternak-manfaatkan-bantaran-krueng-aceh-untuk-penggemukan-sapi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/04\/11\/peternak-manfaatkan-bantaran-krueng-aceh-untuk-penggemukan-sapi\/","title":{"rendered":"Peternak Manfaatkan Bantaran Krueng Aceh Untuk Penggemukan Sapi"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong> \u2013 Masyarakat Aceh Besar di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berprofesi sebagai petani ternak, khususnya sapi, memanfaatkan bantaran Krueng Aceh untuk program penggemukan sapi untuk mendukung ketahanan pangan yang digalakkan pemerintah.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Aceh Besar, Jakfar mengatakan masyarakat, khususnya para peternak tetap bisa memanfaatkan kawasan bantaran sungai itu sepanjang tidak merusak fungsi sungai.<\/p>\n<p>\u201cPeternak tetap bisa memanfaatkan kawasan itu sepanjang tidak merusak fungsi sungai. Hanya saja, harus tetap mengikuti prosedur dan mekanisme pemanfaatkan lahan milik pemerintah dibawah Balai Wilayah Sungai Sumatera 1 itu, seperti misalnya lokasi kandang sapi hanya saja dibatasi 5 meter dari batas pinggir Sungai,\u201d kata Jakfar di Kota Jantho, Kamis (10\/04\/2025).<\/p>\n<p>Menurutnya, Aceh Besar yang memiliki cukup besar potensial untuk pengemukan bahkan untuk meningkatkan populasi ternak baik sapi maupun kambing.<\/p>\n<p>\u201cTentu upaya ini akan memberikan dampak pada ketersediaan pangan dalam bentuk daging, baik sapi maupun kambing sehingga Aceh Besar cukup potensial untuk itu, \u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Jakfar menambahkan bukti keseriusan Pemkab Aceh Besar untuk mendukung pengembangan ternak yaitu dengan pengusulan pebentukan Dinas Peternakan, agar bisa lebih optimal dalam mengurus persoalan peternakan nantinya.<\/p>\n<p>\u201cBeberapa kali Pak Bupati telah menyampaikan dalam forum bahwa sedang mengusulkan pembentukan kembali Dinas Peternakan, yang sebelumnya pernah ada sebagai bentuk keseriusan Pemerintah untuk dapat lebih fokus mengurus persoalan peternakan,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Meski demikian, Dinas Pertanian yang dipimpinnya sangat serius dalam upaya meningkatkan populasi maupun produksi ternak dalam memenuhi kebutuhan pangan, khususnya daging untuk Aceh.<\/p>\n<p>\u201cDengan sejumlah program unggulan petani ternak Aceh Besar mampu memenuhi kebutuhan daging bagi diri sendiri maupun untuk kabupaten dan kota lainnya, seperti suplay untuk Kota Banda Aceh, Sabang maupun Aceh Jaya,\u201d pungkas Jakfar.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Distan Aceh Besar, Uzir menambahkan, Aceh Besar memiliki kawasan bantaran sungai yang panjang dan tidak dimiliki daerah lain mulai dari Kecamatan Krueng Barona Jaya hingga Kecamatan Seulimuem.<\/p>\n<p>\u201cTentu kawasan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pengembangan penggemukan sapi dan hewan ternak lainnya, dengan bataran Krueng Aceh sebagai sumber pakannya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, salah seorang pemanfaat bantaran sungai, Nazar (47) mengaku tidak memiliki lahan untuk penggemukan sapi, sehingga ia memanfaatkan lahan BWSS 1 dikawasan Sukamakmur.<\/p>\n<p>\u201cSaya tidak punya lahan untuk kandang sapi, sehingga saya manfaatkan sedikit lahan bantaran Krueng Aceh ini. Mudah-mudahan bisa kami manfaat kan terus, dan kita akan patuh jika nanti ada penataan dan sebagainya,\u201d ujarnya.[]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Masyarakat Aceh Besar di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berprofesi sebagai petani ternak, khususnya sapi, memanfaatkan bantaran Krueng Aceh untuk program penggemukan sapi untuk mendukung ketahanan pangan yang digalakkan pemerintah. Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Aceh Besar, Jakfar mengatakan masyarakat, khususnya para peternak tetap bisa memanfaatkan kawasan bantaran sungai itu sepanjang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":431122,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[35],"tags":[168049,13434,24795,49916,161492],"series":[],"class_list":["post-431121","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-news","tag-aceh","tag-aceh-besar","tag-peternak","tag-penggemukan-sapi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/431121","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=431121"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/431121\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/431122"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=431121"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=431121"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=431121"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=431121"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}