{"id":431461,"date":"2025-04-13T20:58:00","date_gmt":"2025-04-13T13:58:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/04\/13\/ketua-pn-jaksel-tersangka-suap-rp-60-m-ternyata-hakim-kasus-km-50-netizen-sebut-karena-muhabalah\/"},"modified":"2025-04-14T07:11:10","modified_gmt":"2025-04-14T00:11:10","slug":"ketua-pn-jaksel-tersangka-suap-rp-60-m-ternyata-hakim-kasus-km-50-netizen-sebut-karena-muhabalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/04\/13\/ketua-pn-jaksel-tersangka-suap-rp-60-m-ternyata-hakim-kasus-km-50-netizen-sebut-karena-muhabalah\/","title":{"rendered":"Ketua PN Jaksel Tersangka Suap Rp 60 M Ternyata Hakim Kasus KM 50, Netizen Sebut karena Muhabalah"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b> Kasus yang menjerat Ketua PN Jakarta Selatan, Muhammad Arif Nuryanta, menjadi topik bahasan di laman X atau Twitter dengan cuitan 60 M.<\/p>\n<p>Hakim Muhammad Arif ini memang sudah ditetapkan Kejagung menjadi tersangka kasus korupsi suap dan gratifikasi.<\/p>\n<p>Lalu sebagian netizen menyebut ini sebagai karma atau karena mubahalah dalam kasus KM 50 Laskar FPI dimana Muhammad Arif merupakan hakim dalam kasus ini tahun 2022 lalu.<\/p>\n<p>Dari amatan Pojoksatu.id, kasus korupsi Rp 60 miliar dengan tersangka Ketua PN Jakarta Selatan, Muhammad Arif Nuryanta dan tiga tersangka lain ini jadi bahasan utama di laman X.<\/p>\n<p>Sudah ada 7.481 postingan \u201860 M\u2019 hingga Minggu sore (13\/4\/2025). Sebagian netizen mengaitkan ini dengan kasus KM 50 yang divonis tahun 2022 lalu.<\/p>\n<p><i>\u201cM Arif Nuryanta Hakim yang menangani kasus KM 50 FPI tersangkut kasus Tipikor menerima suap 60 M dalam perkara ekspor CPO di PN Jakpus,\u201d<\/i> kata akun @yaniarsim.<\/p>\n<p><i>\u201cAlhamdulillah ini baru di dunia, karena siapa berbuat pasti akan ada balasanya,\u201d<\/i>kata akun @danu_ budiyono.<\/p>\n<p><i>\u201cSemoga untuk putusan yang dibuat nya pada perkara km 50, dia tidak dibayar,\u201dk<\/i>ata akun @AgustaLeon4.<\/p>\n<p><i>\u201cKarena Muhabalah,\u201d<\/i>kata akun@NoorPeni.<\/p>\n<p><i>\u201cHidupnya akan sengsara sepanjang masa,\u201d<\/i> kata akun@CacaHendy.<\/p>\n<p><i>\u201cSemua akan dapat karmanya,\u201d<\/i> tulis akun@IOytes.<\/p>\n<p>Diketahui, Hakim Arif ditetapkan sebagai tersangka pada Sabtu malam, 12 April 2025 bersama tiga orang lain.<\/p>\n<p>Ketiganya yakni Kuasa Hukum Korporasi Marcella Santoso (MS) dan Advokat Ariyanto (AR), serta Panitera Muda Perdata PN Jakarta Utara Wahyu Gunawan (WG).<\/p>\n<p>Kasus ini terjadi saat Muhammad Arif Nuryanta menjabat Wakil Ketua PN Jakarta Pusat tahun 2024 lalu.<\/p>\n<p>Berdasarkan laman PN Jakarta Selatan, Muhammad Arif Nuryanta berpendidikan S2. Pengadilan Tinggi Jakarta melantik Arif Nuryanta sebagai Ketua PN Jakarta Selatan pada Rabu, 6 November 2024 silam.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Kontroversi Kasus KM 50<\/h2>\n<p>Nama Muhammad Arif Nuryanta sebelumnya pernah menjadi sorotan publik saat memutus lepas dua terdakwa penembak Laskar FPI atau dikenal sebagai peristiwa KM 50.<\/p>\n<p>Kedua terdakwa yang divonis lepas ini merupakan anggota polisi yaitu Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella.<\/p>\n<p>Tindakan melawan hukum terdakwa adalah merampas nyawa orang lain dengan melakukan penembakan anggota FPI di dalam mobil Xenia milik polisi pada 7 Desember 2020.<\/p>\n<p>Perbuatan pidana itu, sebagaimana diatur dalam Pasal 338 KUHP, masuk dalam dakwaan primer jaksa.<\/p>\n<p>Atas dakwaan itu, majelis hakim berpendapat seluruh unsur dalam dakwaan primer jaksa terbukti, tetapi perbuatan itu merupakan upaya membela diri.<\/p>\n<p>Dengan demikian, kedua polisi tersebut tidak dapat dihukum, sehingga dilepaskan dari segala tuntutan hukum.***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kasus yang menjerat Ketua PN Jakarta Selatan, Muhammad Arif Nuryanta, menjadi topik bahasan di laman X atau Twitter dengan cuitan 60 M.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":431462,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[3462,3464,6769,10052,138141,274908,323341,243,1420],"series":[],"class_list":["post-431461","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-hakim","tag-fpi","tag-korupsi","tag-laskar-fpi","tag-suap","tag-berita","tag-muhammad-arif-nuryanta","tag-hukum","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/431461","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=431461"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/431461\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/431462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=431461"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=431461"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=431461"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=431461"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}