{"id":432323,"date":"2025-04-17T08:45:00","date_gmt":"2025-04-17T01:45:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/04\/17\/pemain-sirkus-taman-safari-jadi-korban-eksploitasi-dan-kekerasan-komisi-iii-dpr-desak-polri-lakukan-pemeriksaan\/"},"modified":"2025-04-17T08:50:22","modified_gmt":"2025-04-17T01:50:22","slug":"pemain-sirkus-taman-safari-jadi-korban-eksploitasi-dan-kekerasan-komisi-iii-dpr-desak-polri-lakukan-pemeriksaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/04\/17\/pemain-sirkus-taman-safari-jadi-korban-eksploitasi-dan-kekerasan-komisi-iii-dpr-desak-polri-lakukan-pemeriksaan\/","title":{"rendered":"Pemain Sirkus Taman Safari Jadi Korban Eksploitasi dan Kekerasan, Komisi III DPR Desak Polri Lakukan Pemeriksaan"},"content":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Anggota Komisi III DPR Abdullah mengaku prihatin dengan kasus eksploitasi dan kekerasan yang dialami mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI).<\/p>\n<p>Ia menilai kejadian tersebut telah melanggar hukum.<\/p>\n<p>&#8220;Kejahatan itu tidak boleh dibiarkan. Jangan ada eksploitasi dan kekerasan terhadap para pekerja. Itu jelas melanggar hukum,&#8221; terang Abdullah, Rabu, 16 April 2025.<\/p>\n<p>Ia meminta pihak kepolisian agar memeriksa Taman Safari Indonesia, yang menjadi tempat mereka tampil.\u00a0<\/p>\n<p>Menurutnya, Mabes Polri bisa memeriksa Taman Safari Indonesia yang menjadi tempat para pemain sirkus itu tampil.<\/p>\n<p>Menurut dia, pemeriksaan terhadap manajemen Taman Safari Indonesia perlu dilakukan agar diketahui seperti apa sebenarnya kasus itu terjadi. Taman Safari juga harus secara terbuka dan jujur menyampaikan keterangan mereka.<\/p>\n<p>&#8220;Jangan ada yang ditutup-tutupi. Taman Safari harus terbuka agar kasus itu semakin terang. Apalagi kekerasan itu sudah berlangsung bertahun-tahun. Ini tidak boleh dibiarkan,&#8221; bebernya.<\/p>\n<p>Selain Taman Safari, polisi juga bisa memeriksa pihak-pihak terkait yang terlibat dalam pengelolaan sirkus dan juga mantan pemain sirkus yang mengaku menjadi korban kekerasan dan eksploitasi.<\/p>\n<p>Abdullah meminta pihak kepolisian serius mengusut kasus itu, karena sebelumnya polisi pernah mengangani kasus tersebut, tapi dihentikan. Kali ini, polisi harus mengusutnya secara tuntas.<\/p>\n<p>&#8220;Polisi harus membongkar kasus itu secara terang. Proses penyelidikan harus dilakukan secara profesional dan transparan,&#8221; tegas Abdullah.<\/p>\n<p>Abdullah menegaskan bahwa para pihak yang terbukti melakukan kekerasan dan eksploitasi harus dijerat pidana dan dijatuhi hukuman berat. Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, sejumlah mantan pemain Oriental Circus Indonesia (OCI) Taman Safari melaporkan dugaan eksploitasi, perbudakan, dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) ke Kementerian HAM.<\/p>\n<p>Mereka merupakan korban kekerasan dan eksploitasi anak yang diduga dilakukan oleh para pemilik OCI dan Taman Safari sejak 1970-an.<\/p>\n<p>Mereka juga mendorong pemerintah membentuk tim pencari fakta untuk mengungkap dugaan pelanggaran HAM ini. Hal tersebut disampaikan oleh Muhammad Sholeh yang merupakan kuasa hukum para mantan pemain sirkus ini.<\/p>\n<p>&#8220;Supaya ada sinergi lintas sektoral dari KemenHAM ini, juga dari kementerian perempuan, semua harus bersatu. Menurut saya segera membentuk tim pencari fakta,&#8221; kata Sholeh kepada wartawan di Gedung Kementerian HAM, Selasa, 15 April 2025.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Anggota Komisi III DPR Abdullah mengaku prihatin dengan kasus eksploitasi dan kekerasan yang dialami mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI). Ia menilai kejadian tersebut telah melanggar hukum. &#8220;Kejahatan itu tidak boleh dibiarkan. Jangan ada eksploitasi dan kekerasan terhadap para pekerja. Itu jelas melanggar hukum,&#8221; terang Abdullah, Rabu, 16 April 2025. Ia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":432324,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-432323","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/432323","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=432323"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/432323\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/432324"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=432323"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=432323"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=432323"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=432323"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}