{"id":433543,"date":"2025-04-23T17:50:33","date_gmt":"2025-04-23T10:50:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/?p=433543"},"modified":"2025-04-23T21:09:50","modified_gmt":"2025-04-23T14:09:50","slug":"bela-palestina-dengan-retorika-saja-serius","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/04\/23\/bela-palestina-dengan-retorika-saja-serius\/","title":{"rendered":"Bela Palestina dengan Retorika (saja), Serius?"},"content":{"rendered":"<p><span class=\"dropcap\">A<\/span>DA yang mengguncang dalam Forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 Developing Eight Countries (D8), di Kairo, Mesir, Kamis, 19 Desember 2024 lalu, yaitu saat Presiden <a title=\"Prabowo Subianto\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a> pidato terbuka di hadapan para pemimpin muslim dunia. Meski ada beberapa yang melakukan walk out, namun isi pidato sangat menarik.<\/p>\n<p>Prabowo menyoroti lemahnya solidaritas antarnegara muslim pada sejumlah isu, seperti perdamaian dan kemanusiaan. Selain itu, ia juga menyerukan pentingnya persatuan dan kerja sama antarnegara muslim.<\/p>\n<p>Direktur Eksekutif Citra Institute, Yusak Farchan berpendapat, pidato presiden bisa jadi sebagai teguran kepada negara-negara muslim untuk terus membela <a title=\"Palestina\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/palestina\/\">Palestina<\/a>. Presiden seolah menagih komitmen negara-negara muslim atas upaya konkret terhadap pembelaan Palestina yang sampai saat ini masih dibombardir Israel.<\/p>\n<p>Yusak menilai, seharusnya pidato itu cukup menjadi cambuk untuk bersatu bagi negara anggota D8 lainnya, dimana penegakkan hak asasi manusia (HAM) di dunia tampaknya tidak berlaku bagi negara-negara muslim, khususnya di Palestina. Dan memang nyatanya sebatas pernyataan dukungan samasekali tidak akan membawa perubahan atas Palestina.<\/p>\n<p>Yusak meyakini, Prabowo sedang menyindir para pemimpin muslim itu untuk segera bersatu, memusnahkan sikap tidak adil negara adidaya yang justru melanggar HAM terhadap warga Palestina.<\/p>\n<p>Berbeda dengan pendapat pengamat Timur Tengah, Smith Alhadar, ia menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam forum KTT Developing Eight (D-8) yang menyerukan persatuan negara-negara Islam memang bagus. Namun, Prabowo terkesan mengurui dan abai terhadap apa yang telah dilakukan negara-negara tersebut. Khususnya negara-negara Timur Tengah, termasuk Turki, Iran, dan Mesir.<\/p>\n<p>Dimana mereka selama ini sudah cukup keras mengecam Israel. Bahkan, Turki menghentikan kerja sama ekonomi dengan Israel dan ikut bergabung dengan Afrika Selatan yang menuduh Israel melakukan genosida di hadapan Mahkamah Internasional (ICJ). Iran dua kali melancarkan serangan besar ke Israel. Sementara Mesir terus berusaha meloloskan gencatan senjata Hamas-Israel. Smith menambahkan, apa yang dilakukan RI belum seberapa. Itulah yang menjadi alasan mengapa mereka <em>walkout<\/em>.<\/p>\n<p>Smith menyampaikan, negara anggota D8 pada umumnya sudah mengalami gejolak politik dalam negeri akibat tidak berdaya menekan Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara Uni Eropa untuk segera mengakhiri genosida serta ethnic cleansing yang dilakukan Israel terhadap Palestina. Maka tidak berarti Indonesia boleh mengabaikan upaya mereka. Pembelaan terhadap Palestina membutuhkan tindakan nyata, berupa pengiriman pasukan militer karena sesungguhnya inilah yang dibutuhkan oleh Palestina<\/p>\n<h3>Nasionalisme Memperburuk Kepedulian Kaum Muslim<\/h3>\n<p>Sebenarnya dunia sedang menunggu perubahan besar dunia, terlebih setelah melihat Amerika telah kehilangan akal sehat dengan mengadakan perang dagang dengan negara-negara yang bermitra dengan ya. Serasa plotwist ketika tiba-tiba beralih kepada kebijakan proteksionisme padahal sebelumnya sebagai negara pengemban Kapitalisme gencar menyeru pasar bebas.<\/p>\n<p>Gaza pun dipromosikan sebagai tempat wisata terbaik di dunia dalam pengurusan Amerika, asalkan negara tetangga, termasuk Indonesia yang menjadi tetangga jauh mau menampung rakyat Palestina hingga pembangunan Gaza selesai. Bukankah ini sebenarnya peluang bagi kaum muslim untuk mengambil kembali kekuasaannya sebagaimana di masa lalu?<\/p>\n<p>Amerika secara ekonomi dan politik telah melemah, ia rapuh dari dalam. Tinggal menunggu dorongan dengan tenaga yang sedikit sudah bakal ambruk berkeping-keping. Namun sayang, peluang ini masih belum ditangkap dengan jelas oleh para pemimpin negeri muslim, pun Presiden Prabowo. Inilah bukti kelemahan kaum muslim, yang dimulai dari para pemimpinnya. Nasionalisme lebih utama dibanding ukhuwah Islamiyah.<\/p>\n<p>Mau diingkari atau diakui, tanpa pengiriman pasukan, maka pembelaan hanya sekadar retorika. Indonesia melakukan lawatan ke berbagai negeri muslim, jika masih dengan kalimat yang sama yaitu menggalang persatuan dan bukan menginisiasi, jelas akan menghadapi kebuntuan solusi kembali.<\/p>\n<p>Apalagi Indonesia mendukung solusi dua negara ( Two Nation Solution) yang berarti menyetujui tanah Palestina dirampok oleh Zionis dan Palestina tetap tak akan merdeka sepenuhnya. Langkah yang ditempuh pemerintah akhir-akhir ini juga lebih mengerikan, yaitu dengan menambah impor minnyak dan Elpiji ke Amerika dengan harapan bisa menurunkan tarif impor dari 32 persen menjadi setidaknya seperti semula. Namun Amerika tak peduli, justru menaikkan lebih keji lagi menjadi 54 persen.<\/p>\n<h3>Hanya Jihad dan Khilafah Solusi untuk Palestina<\/h3>\n<p>Solusi tuntas penjajahan Palestina hanyalah dengan jihad dan Khilafah. Umat Islam harus berjuang untuk memahamkan umat Islam yang lain tentang solusi hakiki persoalan Palestina ini. Masyarakat barat sejatinya sudah mulai melihat pihak mana yang zalim dan mana yang terzalimi, hal ini karena dunia melihat sendiri realitas yang terjadi di Palestina, mana ada raga yang sekuat itu, menahan lapar dan tetap berjuang? Mana ada jiwa yang tabah, setiap detik melihat nyawa melayang dibombardir Israel bahkan tercabik, terlempar ke udara dan itu semua anggota keluarga mereka sendiri?<\/p>\n<p>Mereka tetap teguh, bertahan di tanah kelahirannya dan terus menerus terikat kepada keyakinan mereka syahid dan bakal dibalaskan Allah segala kezaliman yang mereka terima. Iman yang kuat, sayang tak memiliki saudara seakidah yang menyayangi mereka melebihi nyawa mereka sendiri.<\/p>\n<p>Jelas butuh penjelasan yang komprehensif terhadap realitas yang Jika penyadaran umat akan solusi hakiki terwujud, maka thariqoh umat akan dapat terwujud dengan menuntut penguasa untuk mengirimkan pasukan membela palestina.<\/p>\n<p>Untuk itu perlu adanya kelompok dakwah ideologis yang mendorong para pemuda muslim untuk mengusir Zionis dari Palestina. Mengapa harus demikian? Partai idiologis inilah yang akan membina umat dengan kesadaran berpolitik yang sahih. Politik dalam Islam tidak sekadar berurusan dengan pemilihan pemimpin, tapi juga bagaimana pemenuhan kebutuhan pokok manusia dengan syariat. Bukankah kelak Allah meminta pertanggungjawaban atas setiap apa yang kita perbuat?<\/p>\n<p><em>Wallahualam bissawab.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Direktur Eksekutif Citra Institute, Yusak Farchan berpendapat, pidato presiden bisa jadi sebagai teguran kepada negara-negara muslim untuk terus membela Palestina<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":433545,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"palestina","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[37],"tags":[293,2081,228563,232877,240163,241572,323519,323520],"series":[],"class_list":["post-433543","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","tag-palestina","tag-prabowo-subianto","tag-perang-di-palestina","tag-perang-di-gaza","tag-israel-penjajah","tag-israel-penjajah-di-gaza","tag-palestina-terjajah","tag-jihad-dan-khilafah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/433543","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=433543"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/433543\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/433545"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=433543"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=433543"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=433543"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=433543"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}