{"id":433569,"date":"2025-04-23T20:10:00","date_gmt":"2025-04-23T13:10:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/04\/23\/marlina-muzakir-produk-kerajinan-aceh-harus-mendunia\/"},"modified":"2025-04-23T20:10:00","modified_gmt":"2025-04-23T13:10:00","slug":"marlina-muzakir-produk-kerajinan-aceh-harus-mendunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/04\/23\/marlina-muzakir-produk-kerajinan-aceh-harus-mendunia\/","title":{"rendered":"Marlina Muzakir: Produk Kerajinan Aceh Harus Mendunia"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong> \u2013 Ketua Dekranasda Aceh, Marlina Muzakir mengungkapkan rasa bangganya terhadap kreativitas para perajin Aceh yang terus melestarikan budaya lewat kerajinan tangan. Ia menegaskan, pemerintah Aceh berkomitmen mendukung penuh perkembangan UMKM agar produk lokal mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.<\/p>\n<p>\u201cIni bukti bahwa dengan semangat dan inovasi, produk Aceh bisa mendunia. Pemerintah akan terus hadir memberikan dukungan, baik dalam promosi, pelatihan, maupun memperluas akses pasar,\u201d ujar Marlina saat berkunjung ke galeri Fitri Souvenir di Gampong Garot Cut, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Pidie, Rabu (23\/4\/2025).<\/p>\n<p>Dalam kunjungannya, Marlina didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Pidie, Rohana Razali dan Kadis Koperasi dan UKM Aceh, Azhari. Mereka melihat langsung proses pembuatan kerajinan khas Aceh, mulai dari kasab sulaman emas hingga berbagai produk bermotif tradisional yang sarat nilai budaya.<\/p>\n<p>Fitriani, pemilik Fitri Souvenir, memperkenalkan beragam hasil karyanya, salah satunya baju gamis berhias motif Aneuk Muling yang dipadukan dengan Pinto Aceh. Baju itu kemudian dihadiahkan kepada Marlina Muzakir oleh Mahfuddin Ismail, mantan Ketua DPRK Pidie, sebagai buah tangan.<\/p>\n<p>Selain pakaian, Fitri Souvenir juga memproduksi sarung bantal sofa, dijual seharga Rp600 ribu untuk satu set berisi lima sarung dan selembar alas meja. Saat ini, usaha ini memberdayakan sekitar 50 karyawan, termasuk penyandang disabilitas.<\/p>\n<p>\u201cSebagian produk dikerjakan dengan mesin, namun banyak juga yang dijahit manual untuk menjaga kualitas kerajinan tangan,\u201d tambah Fitriani.<\/p>\n<p>Fitri Souvenir tak hanya dikenal di Aceh, tapi juga sudah merambah pasar internasional.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah, kami pernah mengirim 10 ribu potong produk ke Malaysia. Kami juga melayani pesanan dari Singapura, Afrika, Amerika, dan saat ini sedang mengerjakan pesanan dari Norwegia,\u201d ujarnya penuh semangat.<\/p>\n<p>Di dalam negeri, peminat produk Fitri Souvenir tersebar di berbagai kota besar seperti Jakarta, Banda Aceh, Bandung, Palembang, Medan, dan Lampung.<\/p>\n<p>Namun, perjalanan Fitri Souvenir tak selalu mulus. Fitriani mengaku pandemi Covid-19 sempat membuat usahanya sedikit tersendat.<\/p>\n<p>\u201cBanyak pesanan yang batal diambil. Tapi berkat dukungan pemerintah, kami bisa bertahan dan tetap memberdayakan masyarakat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Salah satu inovasi yang menjadi kebanggaan Fitriani adalah memperkenalkan motif Aneuk Muling sebagai ikon baru kerajinan khas Pidie.<\/p>\n<p>\u201cMotif ini kami buat untuk mempromosikan kekayaan budaya daerah. Saya menyampaikan ide ini ke Ibu Cut, lalu diterjemahkan menjadi motif yang melambangkan kemakmuran,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Marlina berharap lebih banyak UMKM Aceh yang mengikuti jejak Fitri Souvenir dalam membawa budaya Aceh ke kancah dunia.<\/p>\n<p>\u201cKita harus bangga dengan karya sendiri. Dengan sinergi semua pihak, InsyaAllah produk Aceh akan semakin dikenal dunia,\u201d ujar Marlina.<\/p>\n<h3>Kunjungan ke Rumah Perajin Kasab<\/h3>\n<p>Usai dari Fitri Souvenir, Marlina melanjutkan kunjungan ke rumah Melisa, seorang perajin kasab di Gampong Dayah Beuah.<\/p>\n<p>Di sana, Marlina menyaksikan empat perempuan tengah menyulam benang emas di atas dua lembar kain kasab berukuran sekitar dua meter. Kain-kain tersebut nantinya akan digunakan untuk menghias pelaminan pengantin.<\/p>\n<p>Melisa mengungkapkan, untuk menyulam satu kain kasab dengan benang emas, biasanya membutuhkan waktu hingga satu bulan.<\/p>\n<p>\u201cUntuk satu kain, kami dibayar Rp250 ribu,\u201d kata Melisa.<\/p>\n<p>Ia bercerita, saat ini para perajin hanya mengerjakan pesanan dari para toke di Kecamatan Indra Jaya.<\/p>\n<p>\u201cKami hanya menyulam sesuai pesanan. Kalau ada modal, kami ingin sekali mengembangkan usaha sendiri,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Menurut Melisa, menyulam benang emas sudah menjadi tradisi di kalangan perempuan setempat, dari remaja hingga orang tua.<\/p>\n<p>\u201cKalau tidak ke sawah, kami menyulam. Hampir semua perempuan di sini bisa,\u201d ujar dia.<\/p>\n<p>Melisa berharap ada perhatian dari pemerintah.<\/p>\n<p>\u201cKalau bisa, ada bantuan untuk modal, supaya kami bisa mandiri walau usaha kecil-kecilan,\u201d harapnya. []<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/433569?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Ketua Dekranasda Aceh, Marlina Muzakir mengungkapkan rasa bangganya terhadap kreativitas para perajin Aceh yang terus melestarikan budaya lewat kerajinan tangan. Ia menegaskan, pemerintah Aceh berkomitmen mendukung penuh perkembangan UMKM agar produk lokal mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. \u201cIni bukti bahwa dengan semangat dan inovasi, produk Aceh bisa mendunia. Pemerintah akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":433570,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[35],"tags":[13434,323522,168049,4744,304470,1027],"series":[],"class_list":["post-433569","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-aceh","tag-kerajinan-aceh","tag-news","tag-pemerintah-aceh","tag-produk-aceh","tag-umkm"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/433569","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=433569"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/433569\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/433570"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=433569"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=433569"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=433569"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=433569"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}