{"id":433650,"date":"2025-04-24T07:41:00","date_gmt":"2025-04-24T00:41:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/04\/24\/bestie-menkomdigi-meutya-hafid-pesan-ke-najwa-shihab-jangan-keras-keras-ya-kritik\/"},"modified":"2025-04-24T07:55:13","modified_gmt":"2025-04-24T00:55:13","slug":"bestie-menkomdigi-meutya-hafid-pesan-ke-najwa-shihab-jangan-keras-keras-ya-kritik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/04\/24\/bestie-menkomdigi-meutya-hafid-pesan-ke-najwa-shihab-jangan-keras-keras-ya-kritik\/","title":{"rendered":"Bestie, Menkomdigi Meutya Hafid pesan ke Najwa Shihab: Jangan keras-keras ya kritik"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Banyak yang mempertanyakan alasan Najwa Shihab yang kini dianggap lebih kalem dalam menyingkapi isu-isu <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a>. Padahal, putri Quraish Shihab itu dikenal vokal dan berani dalam mengkritisi kebijakan pemerintah.<\/p>\n<p>Berbincang dengan Rossa, Luna Maya dan Meutya Hafid, Najwa menyebut salah satu tantangan yang dialaminya. \u201cMungkin tuntutan untuk selalu harus membuktikan diri sih. Aku merasa banyak (perlu pembuktian) sebagai perempuan,\u201d katanya dalam kanal Youtube Najwa Shihab.<\/p>\n<p>Ditimpali oleh Luna Maya, hal itu mungkin karena label yang melekat padanya dan kewajiban untuk menjaga reputasi. Menurut Najwa, dia dituntut untuk selalu kritis.<\/p>\n<p>\u201cJadi kalau misalnya, enggak boleh capek, enggak boleh take a break. Enggak boleh ini karena tuntutannya tuh selalu, jadi narik nafas gitu enggak boleh kata netizen.\u201d<\/p>\n<p>Kedekatannya dengan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid juga disalahartikan. Padahal keduanya sudah bersahabat selama 25 tahun, sejak sama-sama merintis karier sebagai jurnalis televisi.<\/p>\n<p>\u201cIni gue soalnya sama dia tuh (sahabatan) udah lama banget. Makanya gue tuh kemarin sebel deh ada yang ngomongin terus nunjukin foto aku sama Meutya. Seolah-olah jadi jurnalis enggak kritis sama dia, ih secara gue paling galak sama dia,\u201d ungkap Najwa Shihab.<\/p>\n<p>Meski bestie, Najwa tetap professional menjalankan tugasnya sebagai jurnalis. Keduanya terbiasa menyampaikan pendapat, kritik atau masukan untuk satu sama lain secara blak-blakan.<\/p>\n<p>\u201cMalah aku tuh paling kenceng sama dia. Gue merasa persahabatan diuji ketika kita bisa se-direct itu, setransparan itu. Dari jaman dulu gue ingat Setya Novanto, bosnya dia sampe gue gerebek di penjara,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Meutya juga menghargai profesi Najwa Shihab sebagai jurnalis yang terkadang mengkritisi. \u201cDan kita tuh saling respect, ya. Jadi maksudnya aku tahu dan aku harus siap kalau suatu saat jangan keras-keras ya Narasi kritik. Aku harus siap maksudnya.\u201d<\/p>\n<p>Meutya Hafid menghargai pekerjaan sahabatnya sebagai jurnalis. \u201cTapi aku udah nanemin gitu kan. Aku harus respect Najwa, she is my best friend tapi she is also a journalist.\u201d<\/p>\n<p>Maka saat Najwa Shihab mengkritiknya, Meutya enggak baper. \u201cJadi kalau misalnya gue dikritik, gue harus siap.\u201d<\/p>\n<p>Dia spill cara Najwa mengkritik yang sering kali disampaikan lewat Whats App. \u201cTerlepas dari itu yang di WA tuh udah banyak banget. Pertama dia di grup dulu, ya di grup besties kita. Nanti kalau lebih kencang dikit dia japri. Kalau udah japri berarti yang udah kencang.\u201d ***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Banyak yang mempertanyakan alasan Najwa Shihab yang kini dianggap lebih kalem dalam menyingkapi isu-isu Politik. Padahal, putri Quraish Shihab itu dikenal vokal dan berani dalam mengkritisi kebijakan pemerintah. Berbincang dengan Rossa, Luna Maya dan Meutya Hafid, Najwa menyebut salah satu tantangan yang dialaminya. \u201cMungkin tuntutan untuk selalu harus membuktikan diri sih. Aku [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":433651,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-433650","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/433650","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=433650"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/433650\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/433651"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=433650"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=433650"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=433650"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=433650"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}