{"id":434115,"date":"2025-04-26T21:42:00","date_gmt":"2025-04-26T14:42:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/04\/26\/modus-walid-ntb-memperdaya-10-santriwati-disuruh-minum-ludah-hingga-disetubuhi\/"},"modified":"2025-04-27T03:16:24","modified_gmt":"2025-04-26T20:16:24","slug":"modus-walid-ntb-memperdaya-10-santriwati-disuruh-minum-ludah-hingga-disetubuhi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/04\/26\/modus-walid-ntb-memperdaya-10-santriwati-disuruh-minum-ludah-hingga-disetubuhi\/","title":{"rendered":"Modus &#8216;Walid&#8217; NTB Memperdaya 10 Santriwati: Disuruh Minum Ludah hingga Disetubuhi"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b> Pengurus pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, bernama Ahmad Faisal\u2014kerap disapa Tuan Guru, kini mendekam di balik jeruji bui.<\/p>\n<p>Kasusnya: Diduga memperkosa 5 santriwati dan diduga mencabuli 5 santriwati.<\/p>\n<p>&#8220;Yang bersangkutan sudah ditahan oleh penyidik,&#8221; kata Kabid Humas Polda NTB, Kombes Mohammad Kholid saat dihubungi, Sabtu (26\/4).<\/p>\n<p>Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Regi Halili, membeberkan modus yang digunakan pelaku untuk memperdaya korban-korbannya.<\/p>\n<p>&#8220;Modus operandi, yang bersangkutan selaku tokoh agama,&#8221; ujar Regi.<\/p>\n<p>Misalnya, saat pelaku ketahuan oleh korban sedang menggerayanginya, pelaku berdalih sedang mengusir jin yang berada di atas tubuh korban.<\/p>\n<p>&#8220;Yang bersangkutan merupakan salah satu orang yang ditokohkan, disegani oleh santriwati ini, dan tentunya sebagai murid atau santriwati akan menurut,&#8221; kata Regi.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Minum Ludah<\/h2>\n<p>&#8220;Selain itu, ada beberapa korban yang diiming-imingi apabila meminum ludahnya (ludah pelaku), maka keturunannya akan menjadi penerang,&#8221; ujar Regi.<\/p>\n<p>&#8220;Ini beberapa cara yang bersangkutan menghasut untuk melakukan pencabulan dan persetubuhan,&#8221; kata Regi.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Terjadi di Berbagai Lokasi<\/h2>\n<p>Lokasi terjadinya tindak pidana adalah di sekitar lingkungan ponpes. &#8220;Ada yang di kamar, di ruangan, ada yang di ruangan tertentu,&#8221; ujar Regi.<\/p>\n<p>Sejauh ini, polisi menerima dua laporan atas pelaku. &#8220;Pertama soal kasus persetubuhan dengan korban 5 orang, dan pencabulan dengan korban 5 orang juga,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Regi mengimbau korban-korban lain yang belum melapor untuk segera ke kantor polisi.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Pelaku Mengakui, Mengaku Menyesal<\/h2>\n<p>Pada Kamis (24\/4), Ahmad Faisal dihadirkan oleh Polresta Mataram. Kepada wartawan, ia mengakui perbuatannya dan mengaku menyesalinya.<\/p>\n<p>&#8220;Pelecehan santriwati, persetubuhan badan dan pencabulan,&#8221; kata Ahmad.\u00a0<\/p>\n<p>Ia tidak ingat berapa jumlah korbannya. &#8220;Sepuluhan orang,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>&#8220;Menyesal,&#8221; kata Ahmad.<\/p>\n<p>Ahmad pun menyebut bahwa apa yang ia lakukan adalah salah. &#8220;Tidak dibenarkan secara agama. Sejak 2015 sampai 2021,&#8221; katanya menjawab sudah berapa lama ia melakukan pencabulan dan pemerkosaan.<\/p>\n<p>Siapa yang Ahmad incar?<\/p>\n<p>&#8220;Tidak semua, tidak dipilih. Pada saatnya kadang-kadang tertuju ke seseorang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ahmad pun menjelaskan soal modusnya itu.<\/p>\n<p>&#8220;Secara sederhana, kalian (santriwati) bisa mendapatkan pasangan yang baik, mendapatkan keturunan yang baik,&#8221; kata Ahmad.<\/p>\n<p>&#8220;Saya pribadi meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada santriwati yang menjadi korban. Saya akan menanggung segalanya yang telah menghancurkan segala-galanya, menghancurkan keluarga, menghancurkan hati masyarakat sekitar,&#8221; ujar Ahmad.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Pengurus pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, bernama Ahmad Faisal\u2014kerap disapa Tuan Guru, kini mendekam di balik jeruji bui. Kasusnya: Diduga memperkosa 5 santriwati dan diduga mencabuli 5 santriwati. &#8220;Yang bersangkutan sudah ditahan oleh penyidik,&#8221; kata Kabid Humas Polda NTB, Kombes Mohammad Kholid saat dihubungi, Sabtu (26\/4). Kasat Reskrim [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":434116,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,243,323563,1420,254,323402],"series":[],"class_list":["post-434115","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-hukum","tag-modus","tag-peristiwa","tag-sorotan-publik","tag-walid"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/434115","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=434115"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/434115\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/434116"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=434115"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=434115"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=434115"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=434115"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}