{"id":434772,"date":"2025-04-30T15:19:00","date_gmt":"2025-04-30T08:19:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/04\/30\/hercules-ngamuk-sebut-sutiyoso-bau-tanah-gegara-bilang-ormas-berlagak-preman\/"},"modified":"2025-04-30T15:30:29","modified_gmt":"2025-04-30T08:30:29","slug":"hercules-ngamuk-sebut-sutiyoso-bau-tanah-gegara-bilang-ormas-berlagak-preman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/04\/30\/hercules-ngamuk-sebut-sutiyoso-bau-tanah-gegara-bilang-ormas-berlagak-preman\/","title":{"rendered":"Hercules Ngamuk Sebut Sutiyoso Bau Tanah Gegara Bilang Ormas Berlagak Preman"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (Grib), Hercules, ngamuk hingga menghina Sutiyoso, purnawirawan jenderal TNI bintang tiga yang juga Gubernur Jakarta (1997-2007). Hercules menyebut Sutiyoso bau tanah.<\/p>\n<p>Pangkalnya, Sutiyoso berbicara mendukung revisi Undang-Undang ORganisasi Masyarakat (Ormas) yang wacananya digulirkan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.<\/p>\n<p>Dalam mengutarakan opininya, Sutiyoso mengungkap pengalamannya bersinggungan dengan ormas yang berlaku bak preman.<\/p>\n<p>Sutiyoso berbicara di Youtube tvOneNews, tayang Minggu (27\/4\/2025).<\/p>\n<p>Semasa menjabat Panglima Komando Distrik Militer (Kodam) Jaya pada 1996-1997, Sutiyoso yang bertanggung jawab dengan keamanan Jakarta sering berurusan dengan ormas.<\/p>\n<p>Menurutnya, pengalaman dengan ormas yang berlaku layaknya preman sangat tidak menyenangkan.<\/p>\n<p>Hal itu ia rasakan kurang lebih 11 tahun, ditambah masa jabatan Gubernur Jakarta.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi waktu panglimapun sudah begitu, hiruk pikuknya ibu kota oleh aksi-aksi ormas yang menjelma jadi preman tukang palak, terutama di tempat-tempat hiburan,&#8221; kata Sutiyoso.<\/p>\n<p>Bang Yos, sapaan karibnya menyatakan dukungannya terhadap wacana revisi Undang-Undang Ormas.<\/p>\n<p>Ia berharap perubahan aturan juga mentenyuh tata cara berpakaian ormas, yang saat ini dianggapnya mirip tentara.<\/p>\n<p>&#8220;Bahwa saya sangat mendukung Pak Tito Mendagri mau merevisi Undang-Undang Ormas ini. Bukan tingkah laku mereka saja yang harus dievaluasi ya, tapi juga cara berpakaian.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Saya tidak nyaman melihat ormas berpakaian yang terkesan lebih tentara dari tentara,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p>Bang Yos tidak rela jika baret merah khas Kopassus ditiru ormas.<\/p>\n<p>&#8220;Pasukan khusus misalnya, bagaimana kita itu untuk mendapatkan baret merah enam bulan latihannya, dari Batujajar, ke gunung hutan, jalan 10 hari ke Cilacap ke Nusakambangan pakai baret merah, tahu-tahu dipakai ormas-ormas ini, kita sangat kecewa lah,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Hercules Ngamuk<\/h2>\n<p>Mendengar pernyataan Sutiyoso, Hercules ngamuk.<\/p>\n<p>Pria bernama lengkap Rosario de Marshal itu menganggap Sutiyoso telah menyinggung ormas.<\/p>\n<p>Sambil mengejek, pemimpin ormas bernama Grib itu meminta Sutiyoso untuk diam.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Hercules saat memberi dukungan kepada Razman Nasution yang sedang bersidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (29\/4\/2025).<\/p>\n<p>&#8220;Kaya Pak Sutiyoso itu ngapain, Pak Sutiyoso itu gak usahlah menyinggung ormas, sudahlah kalau saya bilang mulutmu sudah bau tanah. Gak usah nyinggung-nyinggung kita,&#8221; tegas Hercules.<\/p>\n<p>Hercules juga tegas mengatakan, tidak takut terhadap Sutiyoso.<\/p>\n<p>&#8220;Orang boleh takut sama Pak Sutiyoso, saya gak takut,&#8221; jelasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (Grib), Hercules, ngamuk hingga menghina Sutiyoso, purnawirawan jenderal TNI bintang tiga yang juga Gubernur Jakarta (1997-2007). Hercules menyebut Sutiyoso bau tanah. Pangkalnya, Sutiyoso berbicara mendukung revisi Undang-Undang ORganisasi Masyarakat (Ormas) yang wacananya digulirkan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Dalam mengutarakan opininya, Sutiyoso mengungkap pengalamannya bersinggungan dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":434773,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-434772","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/434772","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=434772"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/434772\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/434773"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=434772"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=434772"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=434772"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=434772"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}