{"id":436839,"date":"2025-05-10T21:04:00","date_gmt":"2025-05-10T14:04:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/05\/10\/eks-kabareskrim-susno-duadji-puja-puji-hercules-harusnya-negara-berterima-kasih-pada-dia\/"},"modified":"2025-05-10T22:20:12","modified_gmt":"2025-05-10T15:20:12","slug":"eks-kabareskrim-susno-duadji-puja-puji-hercules-harusnya-negara-berterima-kasih-pada-dia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/05\/10\/eks-kabareskrim-susno-duadji-puja-puji-hercules-harusnya-negara-berterima-kasih-pada-dia\/","title":{"rendered":"Eks Kabareskrim Susno Duadji Puja-puji Hercules, Harusnya Negara Berterima Kasih pada Dia"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b> Di tengah sorotan tajam terhadap sosok Hercules Rosario Marshal, mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol (Purn) Susno Duadji angkat bicara.<\/p>\n<p>Dalam program Merah Putih yang tayang di Nusantara TV, Susno memberikan pandangan yang mengejutkan sekaligus membuka sisi lain dari tokoh yang selama ini lebih dikenal sebagai \u201cmantan preman legendaris Tanah Abang\u201d.<\/p>\n<p>Turut hadir dalam program tersebut Nikolas Kilikily, praktisi hukum yang mengaku sebagai mantan tangan kanan Hercules sejak era 1990-an.<\/p>\n<p>Niko, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa sosok Hercules yang dikenal publik saat ini bukanlah gambaran utuh dari pria kelahiran Timor Leste tersebut.<\/p>\n<p>\u201cJujur aja saya ini produk aslinya Bang Hercules di Tanah Abang. Dulu saya dapat jatah Rp 500 perak, saya udah nongkrong di sana,\u201d ujar Niko.<\/p>\n<p>\u201cSaya tahu persis beliau. Beliau sudah mualaf, bahkan sudah tiga kali memberangkatkan orang umroh. Kalau preman mana mau begitu?,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Pernyataan Niko mendapat respons serius dari Susno Duadji, yang mengamini bahwa Hercules memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat bawah, terutama dalam hal merangkul mereka yang terpinggirkan oleh sistem.<\/p>\n<p>\u201cBang Hercules berjasa. Dia sudah kumpulkan orang-orang bermasalah yang harusnya ditangani negara dan itu dilakukan olehnya,\u201d ujar Susno.<\/p>\n<p>\u201cDia telah mendata, ini orang bermasalah dengan perut, pekerjaan, kasih sayang. Harusnya negara hadir. Harusnya negara berterima kasih pada Hercules,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Susno melihat bahwa kehadiran Hercules di tengah masyarakat tak hanya sekadar membawa pengaruh, tetapi juga menjadi representasi dari ketidakberesan sistem sosial yang gagal menjangkau kelompok-kelompok marginal.<\/p>\n<p>Menurut Susno, negara semestinya tidak hanya fokus pada sisi kontroversial dari tokoh-tokoh seperti Hercules, tapi juga mengakui kontribusi positif yang mereka berikan.<\/p>\n<p>\u201cJangan selalu melihat sisi negatif. Negatifnya ada, tapi positifnya juga nyata. Orang-orang yang kurang kasih sayang, yang tidak punya penghasilan, dia yang kumpulkan. Negara harus hadir,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Namun, bukan berarti Susno membenarkan tindakan-tindakan melanggar hukum. Ia dengan tegas menyatakan bahwa setiap warga negara tetap tunduk pada hukum yang berlaku.<\/p>\n<p>\u201cKalau melanggar hukum, ya ditertibkan. Tapi jangan jadikan status sebagai anggota ormas sebagai tameng kebal hukum,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia juga mengkritik gaya penyelesaian konflik dengan cara adu tantangan fisik yang belakangan kembali muncul dalam pemberitaan.<\/p>\n<p>\u201cKalau pemimpin ormas kurang sopan atau bicara sembrono, berikan pelatihan. Jangan malah tantang-tantangan, \u2018kalau berani kita berantem.\u2019 Kalau begitu, semua jadi preman,\u201d tutup Susno dengan nada tegas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Di tengah sorotan tajam terhadap sosok Hercules Rosario Marshal, mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol (Purn) Susno Duadji angkat bicara. Dalam program Merah Putih yang tayang di Nusantara TV, Susno memberikan pandangan yang mengejutkan sekaligus membuka sisi lain dari tokoh yang selama ini lebih dikenal sebagai \u201cmantan preman legendaris Tanah Abang\u201d. Turut hadir [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":436840,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-436839","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/436839","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=436839"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/436839\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/436840"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=436839"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=436839"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=436839"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=436839"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}