{"id":437599,"date":"2025-05-15T20:53:00","date_gmt":"2025-05-15T13:53:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/05\/15\/yudisium-fah-uin-ar-raniry-suraiya-sampaikan-orasi-ilmiah-tentang-sarjana-berfitrah\/"},"modified":"2025-05-15T22:04:32","modified_gmt":"2025-05-15T15:04:32","slug":"yudisium-fah-uin-ar-raniry-suraiya-sampaikan-orasi-ilmiah-tentang-sarjana-berfitrah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/05\/15\/yudisium-fah-uin-ar-raniry-suraiya-sampaikan-orasi-ilmiah-tentang-sarjana-berfitrah\/","title":{"rendered":"Yudisium FAH UIN Ar-Raniry, Suraiya Sampaikan Orasi Ilmiah tentang Sarjana Berfitrah"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong> \u2013 Dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, <a title=\"Suraiya\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/suraiya\/\">Suraiya<\/a> menyampaikan orasi ilmiah dalam rangka Yudisium Gelombang II Tahun Akademik 2024\/2025. Acara tersebut berlangsung di Aula Rektorat Lantai 3, Kamis (15\/5\/2025).<\/p>\n<p>Dalam orasi bertajuk \u201cSarjana Berfitrah: Menjemput Rezeki, Mengemban Amanah, dan Membangun Peradaban\u201d, Suraiya menekankan bahwa gelar sarjana bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab baru.<\/p>\n<p>\u201cMenjadi sarjana adalah amanah, bukan sekadar penghargaan,\u201d kata Suraiya di hadapan para peserta yudisium.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan bahwa setiap individu dilahirkan dengan fitrah dan potensi yang melekat, termasuk misi hidup dan peran khusus yang telah ditentukan oleh Sang Pencipta.<\/p>\n<p>Menurutnya, sarjana berfitrah adalah pribadi yang tak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap panggilan zaman.<\/p>\n<p>\u201cFitrah adalah benih keunggulan yang menanti untuk ditumbuhkan. Ilmu yang kalian miliki adalah cahaya, dan kalianlah lenteranya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Suraiya juga menyinggung berbagai tantangan yang kerap dihadapi lulusan perguruan tinggi, mulai dari persaingan kerja, ketidakpastian ekonomi, hingga kecemasan terhadap masa depan. Namun, ia mengajak para lulusan untuk tidak hanya berpikir tentang rezeki dalam konteks materi atau status formal.<\/p>\n<p>\u201cRezeki dapat datang dari karya, kontribusi, dan kebermanfaatan. Dunia tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi juga orang yang benar,\u201d tutur Suraiya. Ia mencontohkan sosok sahabat Nabi, Abdurrahman bin Auf yang tetap rendah hati meski bergelimang harta.<\/p>\n<p>\u201cIa membuang buang harta agar tak tertinggal syurga tapi lihatlah Allah tetap mengembalikan hartanya dengan jumlah yang lebih berlimpah. Maka pahamilah bahwa porsi rezeki yang memang telah ditetapkan bagimu tak kan kemana dan keberlimpahan rezekipun harus dibarengi dengan kepekaan ruhani dan jiwa,\u201d ungkap Suraiya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa gelar akademik semestinya tidak berhenti pada keahlian teknis, melainkan harus disertai dengan etika dalam berpikir, berbicara, dan bertindak.<\/p>\n<p>\u201cIlmu tanpa amal bukan hanya sia-sia, tetapi juga bisa menjadi beban di akhirat,\u201d kata Suraiya.<\/p>\n<p>Mengutip penulis asal Amerika, Ernest Hemingway, ia menutup orasinya dengan pesan bahwa setiap manusia memiliki tanggung jawab atas hidupnya. Ia pun menitipkan tiga komitmen kepada para lulusan yakni menjemput rezeki melalui jalan yang diridhai, mengemban amanah keilmuan dengan kerendahan hati, serta membangun peradaban dimulai dari diri sendiri.<\/p>\n<p>\u201cJadilah sarjana berfitrah. Bukan sekadar lulusan universitas, tetapi utusan peradaban,\u201d ujar Suraiya menutup orasi. []<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Suraiya menyampaikan orasi ilmiah dalam rangka Yudisium Gelombang II Tahun Akademik 2024\/2025.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":437600,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[60],"tags":[29414,76910,323852,1548,69475],"series":[],"class_list":["post-437599","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi","tag-edukasi","tag-orasi-ilmiah","tag-suraiya","tag-uin-ar-raniry","tag-yudisium"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/437599","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=437599"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/437599\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/437600"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=437599"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=437599"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=437599"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=437599"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}