{"id":437872,"date":"2025-05-16T20:13:00","date_gmt":"2025-05-16T13:13:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/05\/16\/dulu-pernah-memanas-gegara-sunda-wiwitan-kini-habib-rizieq-memuji-kinerja-kang-dedi\/"},"modified":"2025-05-16T21:45:36","modified_gmt":"2025-05-16T14:45:36","slug":"dulu-pernah-memanas-gegara-sunda-wiwitan-kini-habib-rizieq-memuji-kinerja-kang-dedi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/05\/16\/dulu-pernah-memanas-gegara-sunda-wiwitan-kini-habib-rizieq-memuji-kinerja-kang-dedi\/","title":{"rendered":"Dulu Pernah Memanas Gegara Sunda Wiwitan, Kini Habib Rizieq &#8216;Memuji&#8217; Kinerja Kang Dedi"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Konflik lama antara <a title=\"Habib Rizieq\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/habib-rizieq\/\">Habib Rizieq<\/a> Shihab dan <a title=\"Dedi Mulyadi\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/dedi-mulyadi\/\">Dedi Mulyadi<\/a> sempat menjadi sorotan publik hampir satu dekade lalu, terutama terkait isu kebudayaan Sunda dan ajaran Islam.<\/p>\n<p>Namun kini dalam pernyataannya terbaru, Habib Rizieq justru memberikan isyarat yang bisa diartikan sebagai bentuk pengakuan positif terhadap kinerja pemerintah, termasuk sosok Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang dulu pernah menjadi lawannya.<\/p>\n<p>Dalam video yang diunggah oleh kanal YouTube<i> Islamic Brotherhood Television,<\/i> Jumat (16\/5\/2025), Habib Rizieq Shihab membantah isu bahwa pemerintah telah mengganggu eksistensi Pondok Pesantren Markaz Syariat di Megamendung, Bogor.<\/p>\n<p>Ia mengatakan banyak orang tua yang datang dan bertanya apakah pesantren tersebut masih beroperasi, setelah beredar kabar bahwa tempat itu sudah digusur.<\/p>\n<p>\u201cHabib, memang pesantrennya masih ada?\u201d begitu kata mereka. Kami jawab, iya, memang kenapa? Mereka bilang, \u2018Katanya udah dibongkar, udah diacak-acak gubernur.\u2019 Itu kabar bohong,\u201d ujar Habib Rizieq.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, pesantren Markaz Syariat masih berjalan normal seperti biasa.<\/p>\n<p>\u201cPesantrennya ada, santrinya ada, gurunya ada, perpustakaan ada, masjidnya ada, pengajian juga ada. Jadi kalau ada yang bilang pemerintah mengganggu, itu hoaks. Pemerintah nggak pernah ganggu pesantren,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Pernyataan ini cukup menarik, mengingat selama ini Habib Rizieq dikenal sebagai tokoh yang vokal terhadap pemerintah, khususnya dalam isu-isu yang menyangkut agama dan budaya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Kilasan Konflik Panas: Habib Rizieq vs Dedi Mulyadi<\/h3>\n<p>Sekitar tahun 2015\u20132016, ketegangan antara Ketua Front Pembela Islam (FPI) saat itu Habib Rizieq Shihab dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memuncak. Rizieq menuding Dedi telah merusak tatanan Islam di tanah Sunda. Beberapa tudingan keras yang sempat dilontarkan antara lain:<\/p>\n<p>&#8211; Mengganti salam \u201cAssalamualaikum\u201d dengan \u201cSampurasun\u201d<\/p>\n<p>&#8211; Membuat banyak patung pewayangan yang dianggap sebagai simbol penghidupan kembali ajaran Sunda Wiwitan<\/p>\n<p>&#8211; Menyebarkan ritual mistik seperti pernikahan simbolis dengan Nyi Roro Kidul, lengkap dengan kereta kencana, sesajen, dan kemenyan<\/p>\n<p>&#8211; Menggunakan kain poleng hitam putih di pohon-pohon, serta pakaian ala tokoh Hindu Bali<\/p>\n<p>Habib Rizieq kala itu bahkan menuding Dedi tidak bangga dengan keislamannya dan justru melestarikan \u201ctahayul dan syirik\u201d atas nama budaya lokal.<\/p>\n<p>Menanggapi tuduhan tersebut, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa apa yang ia lakukan semata untuk melestarikan kebudayaan lokal.<\/p>\n<p>Ia menyebut patung-patung tokoh pewayangan seperti Bima dan Gatotkaca adalah bagian dari khasanah seni yang berakar kuat dalam masyarakat Jawa dan Sunda.<\/p>\n<p>\u201cWayang adalah lambang dari kehidupan manusia antara dua sisi berbeda, yang merupakan kepastian sunatullah. Dan patung wayang adalah simbol kreativitas kebudayaan,\u201d jelas Dedi dalam pernyataan tahun 2015 lalu.<\/p>\n<p>Ia bahkan mencontohkan bahwa patung telah banyak dibangun di daerah lain sebelum di Purwakarta. Di Jakarta, misalnya, patung raksasa sudah ada sejak masa Bung Karno.<\/p>\n<p>\u201cSaya berprasangka baik saja, mungkin patung di Purwakarta lebih seksi, sehingga menarik untuk dipermasalahkan,\u201d ujarnya sambil tersenyum.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konflik lama antara Habib Rizieq Shihab dan Dedi Mulyadi sempat menjadi sorotan publik hampir satu dekade lalu, terutama terkait isu kebudayaan Sunda dan ajaran Islam.\u00a0<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":437873,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"habib rizieq","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,44923,91739,274908],"series":[],"class_list":["post-437872","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-habib-rizieq","tag-dedi-mulyadi","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/437872","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=437872"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/437872\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/437873"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=437872"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=437872"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=437872"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=437872"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}