{"id":438602,"date":"2025-05-20T15:18:00","date_gmt":"2025-05-20T08:18:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/05\/20\/mahasiswa-usk-asal-myanmar-belajar-bahasa-dan-budaya-di-aceh\/"},"modified":"2025-05-20T15:18:00","modified_gmt":"2025-05-20T08:18:00","slug":"mahasiswa-usk-asal-myanmar-belajar-bahasa-dan-budaya-di-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/05\/20\/mahasiswa-usk-asal-myanmar-belajar-bahasa-dan-budaya-di-aceh\/","title":{"rendered":"Mahasiswa USK Asal Myanmar Belajar Bahasa dan Budaya di Aceh"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong> \u2013 Ketertarikan terhadap budaya, bahasa, dan masyarakat Indonesia membawa Htet Eaint Khine, seorang mahasiswa asal Myanmar, ke Banda Aceh melalui Program Beasiswa Darmasiswa. Tak seperti kebanyakan mahasiswa asing yang memilih Bali atau Jawa sebagai destinasi studi, Htet justru memutuskan untuk menimba ilmu di Universitas Syiah Kuala (USK), Aceh.<\/p>\n<p>\u201cSaya ingin melihat sisi lain Indonesia yang jarang terekspos di media sosial. Sumatra, khususnya Banda Aceh, menawarkan kekayaan budaya dan keindahan alam yang luar biasa,\u201d ujar Htet.<\/p>\n<p>USK dipilihnya karena reputasinya sebagai institusi pendidikan terkemuka di Aceh, serta program akademik yang mendukung mahasiswa internasional. Selain mempelajari Bahasa Indonesia, Htet juga tertarik memperdalam pemahaman tentang budaya lokal.<\/p>\n<p>Tiba di Banda Aceh, Htet mengaku langsung merasakan suasana damai dan keramahan masyarakat. Sebagai penganut Buddha, ia mengamati kehidupan masyarakat Aceh yang sangat dipengaruhi oleh tradisi Islam.<\/p>\n<p>\u201cSaya sangat terkesan dengan bagaimana nilai-nilai Islam begitu terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari di sini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dalam proses belajar Bahasa Indonesia, Htet menghadapi tantangan, terutama dalam pengucapan dan memahami berbagai aksen lokal. Namun, ia justru mengapresiasi kesederhanaan struktur bahasa ini.<\/p>\n<p>\u201cBahasa Indonesia fleksibel dan tidak terlalu rumit secara tata bahasa, membuat saya lebih percaya diri untuk mengekspresikan diri,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Perkembangan kemampuan berbahasanya terasa signifikan ketika ia menulis esai budaya untuk ujian.<\/p>\n<p>\u201cAwalnya sulit menyampaikan ide dengan jelas, tetapi kini saya bisa menulis dengan lancar dan percaya diri,\u201d kata Htet.<\/p>\n<p>Ia juga aktif berinteraksi dengan masyarakat dan mahasiswa lokal, serta mengikuti berbagai perayaan budaya dan keagamaan. Salah satu momen paling berkesan baginya adalah merayakan Idul Fitri di Banda Aceh.<\/p>\n<p>\u201cPerayaan Idul Fitri di sini sangat berbeda dengan di Myanmar. Saya kagum dengan tradisi khas Aceh, seperti salam-salaman dan pertemuan masyarakat. Ini memperkaya perspektif saya tentang hubungan antara agama dan budaya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Selain budaya, keindahan alam dan kuliner Aceh turut meninggalkan kesan mendalam. Htet menyebut Mie Aceh dan Sate sebagai hidangan favoritnya.<\/p>\n<p>\u201cNamun yang paling membekas adalah keramahan penduduk Banda Aceh. Mereka membuat saya merasa diterima dan nyaman,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Melalui pengalamannya selama belajar di Banda Aceh, Htet Eaint Khine berharap dapat membagikan kisahnya kepada dunia dan menjadi jembatan pemahaman antarbudaya di Asia Tenggara. []<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Ketertarikan terhadap budaya, bahasa, dan masyarakat Indonesia membawa Htet Eaint Khine, seorang mahasiswa asal Myanmar, ke Banda Aceh melalui Program Beasiswa Darmasiswa. Tak seperti kebanyakan mahasiswa asing yang memilih Bali atau Jawa sebagai destinasi studi, Htet justru memutuskan untuk menimba ilmu di Universitas Syiah Kuala (USK), Aceh. \u201cSaya ingin melihat sisi lain [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":438603,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[60],"tags":[9387,29414,292979,323963,3017,8461],"series":[],"class_list":["post-438602","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi","tag-myanmar","tag-edukasi","tag-budaya-aceh","tag-beasiswa-darmasiswa","tag-mahasiswa","tag-usk"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/438602","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=438602"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/438602\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/438603"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=438602"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=438602"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=438602"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=438602"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}