{"id":439365,"date":"2025-05-23T20:32:00","date_gmt":"2025-05-23T13:32:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/05\/23\/rocky-gerung-sebut-kang-dedi-mulyadi-sebagai-king-dedi-mulyono-ini-alasannya\/"},"modified":"2025-05-23T20:55:38","modified_gmt":"2025-05-23T13:55:38","slug":"rocky-gerung-sebut-kang-dedi-mulyadi-sebagai-king-dedi-mulyono-ini-alasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/05\/23\/rocky-gerung-sebut-kang-dedi-mulyadi-sebagai-king-dedi-mulyono-ini-alasannya\/","title":{"rendered":"Rocky Gerung Sebut Kang Dedi Mulyadi sebagai King Dedi Mulyono? Ini Alasannya"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; <a title=\"Rocky Gerung\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/rocky-gerung\/\">Rocky Gerung<\/a>, seorang <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pengamat-politik\/\">Pengamat Politik<\/a> yang dikenal kritis, kembali mencuri perhatian publik setelah menyebut Kang Dedi Mulyadi (KDM), tokoh <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> asal Jawa Barat, dengan julukan &#8216;King Dedi Mulyono&#8217;.<\/p>\n<p>Pernyataan ini tidak hanya memicu diskursus politik yang intens di media sosial, tetapi juga mengundang pertanyaan mendalam tentang maksud dan tafsir di balik ungkapan tersebut.<\/p>\n<p>Pernyataan Rocky disampaikan dalam sebuah unggahan yang viral di Facebook oleh akun Ahmad Zakaria.<\/p>\n<p>Dalam analisisnya, Rocky menyatakan bahwa gaya kepemimpinan KDM memiliki kemiripan dengan Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> (<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>).<\/p>\n<p>&#8220;Jika dibandingkan, pembandingnya cuma Mulyono,&#8221; ucap Rocky, merujuk pada gaya populis dan citra kesederhanaan yang dibangun oleh keduanya.<\/p>\n<p>Namun, di balik pernyataan itu, Rocky mengaku menyayangkan bahwa pembanding KDM bukanlah Bung Karno, presiden pertama Indonesia yang dikenal memiliki visi besar dan retorika politik yang tajam.<\/p>\n<p>&#8220;Bung Karno punya retorika yang logis dan bisa diperdebatkan secara intelektual. Itu yang tidak saya lihat dalam narasi Dedi Mulyadi,&#8221; ungkap Rocky.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Kesamaan Citra Visual Jokowi-KDM<\/h3>\n<p>Menurut Rocky, yang dianggap &#8216;berbahaya&#8217; bukanlah pribadi KDM maupun Jokowi, tetapi para pendukung mereka yang menyukai visualisasi kesederhanaan namun kurang menimbang arah dan substansi kebijakan.<\/p>\n<p>Ia menilai bahwa dalam politik modern, visual dan kesan publik kerap menutupi lemahnya gagasan atau visi jangka panjang dari seorang pemimpin.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa Jokowi, dan kini KDM, lebih menonjol dalam aspek presentasi personal yang merakyat dibanding argumentasi kebijakan.<\/p>\n<p>&#8220;Visualisasi sederhana itu bisa menipu. Politik itu harus bisa diukur dari visi, bukan dari citra semata,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Kritik terhadap Program Barak Militer Ala KDM<\/p>\n<p>Salah satu program Kang Dedi yang mendapat sorotan tajam dari Rocky adalah program barak militer yang ditujukan bagi remaja.<\/p>\n<p>Program ini konon bertujuan untuk membentuk karakter dan disiplin anak-anak muda dengan pendekatan semi-militeristik.<\/p>\n<p>Namun bagi Rocky, pendekatan ini terlalu dangkal dan tidak mengatasi akar permasalahan tentang pola pemikiran anak.<\/p>\n<p>&#8220;Mengirim anak ke barak itu dangkal. Itu hanya mendisiplinkan tubuh, bukan mengasah pikirannya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia menilai bahwa pendidikan karakter seharusnya berakar pada penguatan logika, wawasan sosial, dan pemahaman nilai, bukan semata pelatihan fisik.<\/p>\n<p>Program barak ini pun dipandang Rocky sebagai contoh dari kebijakan yang kuat secara simbolik tetapi lemah dalam aspek konseptual.<\/p>\n<p>&#8220;Simbolisme bisa kuat di publik, tapi apa esensi di baliknya? Itu yang seharusnya kita evaluasi,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Respons Warganet<\/h3>\n<p>Pernyataan Rocky Gerung pun memicu beragam reaksi dari masyarakat di media sosial.<\/p>\n<p>Ada yang mendukung kritik tersebut sebagai bentuk pengawasan terhadap pemimpin populis, tetapi tak sedikit pula yang menilai Rocky terlalu sinis.<\/p>\n<p>&#8220;Gue jadi gak respek sama Rocky Gerung setelah omongannya ke KDM,&#8221; komentar seorang warganet @Andri Binar.<\/p>\n<p>&#8220;Sudahkah bapak nyalon jadi presiden? Kan bapak sangat pintar. Saya siap mendukung bapak,&#8221; tambah @Cau Saturuy.<\/p>\n<p>Ada juga warganet yang malah menyindir balik Rocky Gerung atas pernyataannya tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau Anda bisa mengkritik, pasti Anda juga tahu bagaimana menjalankan pemerintahan, bukan?&#8221; kata @Anang Suryana.<\/p>\n<p>Dalam dinamika demokrasi, perbedaan pandangan seperti ini tentu menjadi bagian yang tidak terhindarkan.<\/p>\n<p>Namun, kritik semacam yang dilontarkan Rocky Gerung menunjukkan perlunya masyarakat untuk tidak hanya terpukau oleh citra pemimpin, tetapi juga mengkaji substansi kebijakan mereka.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rocky Gerung, seorang Pengamat Politik yang dikenal kritis, kembali mencuri perhatian publik setelah menyebut Kang Dedi Mulyadi (KDM), tokoh Politik asal Jawa Barat, dengan julukan &#8216;King Dedi Mulyono&#8217;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":439366,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,304272,324024,313972,1420,242,1643],"series":[],"class_list":["post-439365","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-kang-dedi-mulyadi","tag-kdm","tag-mulyono","tag-peristiwa","tag-politik","tag-rocky-gerung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/439365","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=439365"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/439365\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/439366"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=439365"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=439365"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=439365"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=439365"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}