{"id":439945,"date":"2025-05-27T13:18:00","date_gmt":"2025-05-27T06:18:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/05\/27\/penuh-nilai-c-dan-d-di-transkip-nilai-terkuak-ipk-terakhir-jokowi-di-ugm-benarkah-kurang-dari-2\/"},"modified":"2025-05-27T16:59:23","modified_gmt":"2025-05-27T09:59:23","slug":"penuh-nilai-c-dan-d-di-transkip-nilai-terkuak-ipk-terakhir-jokowi-di-ugm-benarkah-kurang-dari-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/05\/27\/penuh-nilai-c-dan-d-di-transkip-nilai-terkuak-ipk-terakhir-jokowi-di-ugm-benarkah-kurang-dari-2\/","title":{"rendered":"Penuh Nilai C dan D di Transkip Nilai, Terkuak IPK Terakhir Jokowi di UGM, Benarkah Kurang dari 2?"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b>\u00a0 10 Tahun menjabat sebagai Presiden RI, <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> (<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>) akhirnya membuka <a title=\"transkrip nilai\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/transkrip-nilai\/\">transkrip nilai<\/a> setelah adanya tuduhan mendapatkan <a title=\"ijazah palsu\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/ijazah-palsu\/\">ijazah palsu<\/a> dari Universitas Gadjah Mada (UGM).<\/p>\n<p>Transkrip nilai itu muncul saat menjadi dokumen bukti dalam konferensi pers Bareskrim Polri terkait kasus ijazah palsu Jokowi.<\/p>\n<p>Dalam transkrip nilai itu, ada beberapa nilai Jokowi yang disorot publik karena banyak mendapat nilai C, bahkan hingga 13 mata kuliah.<\/p>\n<p>Baca juga: Ijazah Jokowi Asli, Inilah 6 Mata Kuliah yang Dapat Nilai D Saat 5 Tahun Kuliah di UGM Yogyakarta<\/p>\n<p>Hal itu diungkap Bareskrim Polri guna menjawab keraguan beberapa pihak soal apakah Jokowi benar-benar kuliah dan lulus dari UGM.<\/p>\n<p>Bahkan, Jokowi juga mendapat nilai D pada enam mata kuliah.<\/p>\n<p>Meski demikian, nilai A dan B juga diraih Jokowi selama berkuliah di UGM.<\/p>\n<p>Melihat nilai Jokowi selama berkuliah itu, warganet dibuat salah fokus karena banyaknya nilai C dan D tersebut.<\/p>\n<p>Diwartakan TribunnewsBogor.com, berikut adalah rincian nilai Jokowi di beberapa mata kuliah yang diambilnya saat berkuliah di UGM tahun 1980 hingga 1985:<\/p>\n<h4>Nilai A<\/h4>\n<p>KKN<\/p>\n<p>Filsafat Pancasila<\/p>\n<p>Fisiologi Pohon<\/p>\n<h4>Nilai B<\/h4>\n<p>Botani II<\/p>\n<p>Agama I<\/p>\n<p>Filsafat Ilmu Pengetahuan<\/p>\n<p>Pancasila<\/p>\n<p>Kimia II<\/p>\n<p>Matematika I<\/p>\n<p>Ilmu Tanah<\/p>\n<p>Bahasa Indonesia II<\/p>\n<p>Ekologi Hutan<\/p>\n<p>Silvikultur<\/p>\n<h4>Nilai C<\/h4>\n<p>Kewiraan<\/p>\n<p>Botani I<\/p>\n<p>Taksonomi tumbuh-tumbuhan<\/p>\n<p>Zoologi<\/p>\n<p>Ekonomi Umum<\/p>\n<p>Agama II<\/p>\n<p>Hukum Agraria<\/p>\n<p>Kimia I<\/p>\n<p>Klimatologi<\/p>\n<p>Klasifikasi Tanah<\/p>\n<p>Bahasa Inggris I<\/p>\n<p>Bahasa Inggris II<\/p>\n<p>Bahasa Indonesia I<\/p>\n<h4>Nilai D<\/h4>\n<p>Matematika II<\/p>\n<p>Fisika<\/p>\n<p>Genetika<\/p>\n<p>Penyakit Tanaman Hutan<\/p>\n<p>Statistik I<\/p>\n<p>Ilmu ukur kayu<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Nilai IPK Jokowi Disorot Roy Suryo<\/h3>\n<p>Sebelumnya, nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Jokowi selama berkuliah di UGM juga sempat menjadi sorotan, terutama Pakar telematika Roy Suryo.<\/p>\n<p>Pasalnya, Jokowi mengatakan nilai IPK dirinya semasa kuliah di UGM di bawah 2.<\/p>\n<p>Pengakuan Jokowi tersebut dilontarkan pada 2023 saat <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/mahfud-md\/\">Mahfud MD<\/a> masih menjabat sebagai Menkopolhukam.<\/p>\n<p>Roy Suryo pun menganggap pengakuan Jokowi itu perlu diselidiki karena dirasa janggal, karena mahasiswa dengan IPK 2,0 bisa lulus dari UGM.<\/p>\n<p>Diketahui bahwa pengakuan Jokowi soal nilai IPK tersebut, juga menjadi pemicu kasus ijazah palsu itu mencuat.<\/p>\n<p>&#8220;Yang memicu (kasus ijazah) sebenarnya Pak Jokowi sendiri ketika tahun 2013, dia bercanda dengan Prof. Mahfud MD tentang IP atau Indeks Prestasi.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Singkat kata, waktu itu Pak Mahfud cerita IP-nya 3,8, Pak Jokowi cerita di bawah 2. Nah, publik lalu bertanya, kok IP di bawah 2 bisa lulus dari UGM, padahal lulusnya lima tahun,&#8221; ujar Roy Suryo dikutip dari YouTube Cumi-cumi, Minggu (18\/5\/2025).<\/p>\n<p>Dari sanalah, Roy Suryo Cs jadi penasaran hingga akhirnya melakukan penelusuran dan mengulik soal skripsi hingga ijazah Jokowi.<\/p>\n<p>Ditambah lagi ijazah SD hingga SMA milik mantan presiden itu juga pernah dilaporkan Bambang Tri, yang hingga kini kasusnya pun masih bergulir di Pengadilan.<\/p>\n<p>Namun, belakangan ini fakta nilai IPK Jokowi itu terungkap setelah sejumlah dokumen bukti sang presiden pernah kuliah di UGM, ditampilkan ke publik oleh Bareskrim Polri beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p>Nilai IPK Jokowi pun terlampir pada transkrip nilainya saat kuliah di UGM dan terlihat IP Jokowi untuk kredit wajib di Fakultas Kehutanan UGM adalah 3,25<\/p>\n<p>Adapun, IP untuk kredit pilihan, Jokowi mendapatkan IP 2,61.<\/p>\n<p>Sehingga total IP untuk kredit wajib ditambah pilihan adalah 3,05.<\/p>\n<p>Dari penayangan daftar nilai Jokowi semasa kuliah di UGM itu, terkuak bahwa IPK Jokowi adalah 3,05, bukan di bawah 2.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Fakta dari Kasmudjo<\/h3>\n<p>Tak cuma bukti dari daftar nilai Jokowi sendiri, IP sang presiden ke-7 juga pernah diungkap oleh dosen pembimbingnya sendiri yakni Kasmudjo.<\/p>\n<p>Di tahun 2019 lalu, Kasmudjo sempat menceritakan sosok Jokowi semasa kuliah di UGM seperti apa.<\/p>\n<p>Kasmudjo menyebut Jokowi memiliki prestasi gemilang yakni IPK mencapai 3,2.<\/p>\n<p>&#8220;Prestasinya (Jokowi) di atas rata-rata, sangat bagus tidak, jelek atau kurang juga tidak,&#8221; ungkap Kasmudjo, dalam artikel Tribun Jogja tayang pada 20 Oktober 2019.<\/p>\n<p>Lebih lanjut diungkap Kasmudjo, ia dulunya tidak banyak membimbing Jokowi saat skripsi.<\/p>\n<p>Karena yang paling banyak berkontribusi untuk kelulusan Jokowi adalah dosen pembimbing skripsinya yakni Achmad Sumitro.<\/p>\n<p>&#8220;Waktu Pak Jokowi ambil skripsi itu saya termasuk masih menjadi dosen muda. Hubungannya dengan skripsi, saya hanya membantu saja, pembimbing utama Prof Ahmad Sumitro,&#8221; kenang Kasmudjo.<\/p>\n<p>&#8220;Jokowi termasuk salah satu yang kita pilih untuk berpartisipasi, sehingga boleh mengajukan judul yang berkaitan dengan pengerjaan penelitian itu. Skripsinya tentang situasi kondisi mebel di Surakarta. Kadang-kadang (Jokowi) memerlukan saya untuk membantu (skripsi), tapi resminya dengan Prof Ahmad Sumitro,&#8221; sambungnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>10 Tahun menjabat sebagai Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) akhirnya membuka transkrip nilai setelah adanya tuduhan mendapatkan ijazah palsu dari Universitas Gadjah Mada (UGM).<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":439946,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":true},"categories":[34],"tags":[1420,1645,76604,98660,274908,324124,324125,68,94,254],"series":[],"class_list":["post-439945","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-joko-widodo","tag-ijazah-palsu","tag-ijazah-palsu-jokowi","tag-berita","tag-transkrip-nilai-jokowi","tag-transkrip-nilai","tag-headline","tag-jokowi","tag-sorotan-publik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/439945","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=439945"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/439945\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/439946"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=439945"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=439945"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=439945"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=439945"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}