{"id":441587,"date":"2025-06-01T06:02:00","date_gmt":"2025-05-31T23:02:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/06\/01\/psg-raih-gelar-liga-champions-pertama-tanpa-mbappe-hantam-inter-5-0-di-final\/"},"modified":"2025-06-01T06:02:00","modified_gmt":"2025-05-31T23:02:00","slug":"psg-raih-gelar-liga-champions-pertama-tanpa-mbappe-hantam-inter-5-0-di-final","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/06\/01\/psg-raih-gelar-liga-champions-pertama-tanpa-mbappe-hantam-inter-5-0-di-final\/","title":{"rendered":"PSG Raih Gelar Liga Champions Pertama Tanpa Mbapp\u00e9, Hantam Inter 5-0 di Final"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong> \u2013 Paris Saint-Germain (PSG) mencatat sejarah baru dengan meraih gelar Liga Champions Eropa pertama mereka, setelah menang telak 5-0 atas Inter Milan dalam partai final yang digelar di Allianz Arena, Munich, Sabtu (31\/5\/2025) malam waktu setempat atau Minggu (1\/6\/2025) dini hari WIB. Ironisnya, prestasi bersejarah ini diraih saat PSG sudah tidak lagi diperkuat sang megabintang, Kylian Mbapp\u00e9.<\/p>\n<p>Dalam laga yang didominasi sepenuhnya oleh wakil Prancis tersebut, gol-gol kemenangan PSG dicetak oleh Achraf Hakimi, Khvicha Kvaratskhelia, Senny Mayulu, serta dua gol dari gelandang muda berbakat D\u00e9sir\u00e9 Dou\u00e9. Kemenangan telak ini menjadi kemenangan dengan selisih gol terbesar sepanjang sejarah final Liga Champions.<\/p>\n<p>Inter Milan menjadi tim pertama yang kebobolan lima gol di partai final kompetisi antarklub Eropa paling bergengsi tersebut. Sepanjang laga, skuad asuhan Simone Inzaghi tampak kesulitan membendung agresivitas dan permainan kolektif PSG.<\/p>\n<h3>Tim Tanpa Bintang, Tapi Penuh Kolektivitas<\/h3>\n<p>Keberhasilan PSG ini tidak hanya menandai pencapaian sejarah klub, tetapi juga menjadi bukti keberhasilan transformasi besar yang dilakukan pelatih Luis Enrique. Setelah era megabintang seperti Lionel Messi, Neymar, dan terutama Kylian Mbapp\u00e9 berakhir, PSG justru berkembang menjadi tim yang lebih solid dan berorientasi pada permainan kolektif.<\/p>\n<p>\u201cSaya sangat berani musim lalu ketika saya berkata bahwa kami akan menjadi tim yang lebih baik, dalam menyerang maupun bertahan. Sekarang semua orang bisa melihatnya,\u201d ujar Enrique dalam konferensi pers usai laga.<\/p>\n<p>Pelatih asal Spanyol itu menambahkan, \u201cSaya katakan, daripada memiliki satu pemain yang mencetak 40 gol, saya lebih ingin semua pemain mencetak banyak gol. Dan itulah yang terjadi. Ini bukan tim satu orang, ini tim yang saling mendukung.\u201d<\/p>\n<p>Musim ini, PSG memang tampil tanpa satu megabintang sentral. Pemain seperti Ousmane Demb\u00e9l\u00e9 mencetak 33 gol di semua kompetisi, namun ia tidak menjadi satu-satunya andalan. Bradley Barcola (21 gol), Gon\u00e7alo Ramos (18), dan D\u00e9sir\u00e9 Dou\u00e9 (13) turut memberi kontribusi signifikan.<\/p>\n<h3>Munculnya Generasi Baru<\/h3>\n<p>Kepercayaan Luis Enrique pada pemain muda berbuah manis. Di partai final, D\u00e9sir\u00e9 Dou\u00e9 tampil cemerlang dengan dua golnya, sementara Senny Mayulu turut mencatatkan nama di papan skor. Generasi baru PSG ini menunjukkan semangat dan determinasi tinggi, menambah dinamika baru dalam permainan Les Parisiens.<\/p>\n<p>Dari sisi taktik, PSG tampil rapi, cepat, dan efisien. Mereka tidak memberi banyak ruang bagi Inter untuk mengembangkan permainan. Kerja sama antar lini begitu padu, menegaskan bahwa PSG telah bertransformasi menjadi tim dengan identitas permainan yang jelas.<\/p>\n<h3>Lebih dari Sekadar Trofi<\/h3>\n<p>Bagi Presiden Klub Nasser Al-Khelaifi, kemenangan ini menjadi lebih dari sekadar trofi. Ini adalah validasi dari pendekatan baru PSG\u2014yakni membangun tim berdasarkan filosofi permainan, kerja sama, dan kebersamaan, bukan sekadar deretan nama besar.<\/p>\n<p>\u201cIni adalah hari bersejarah untuk Paris Saint-Germain dan para penggemarnya. Kami telah membuktikan bahwa kolektivitas dan visi jangka panjang dapat membawa hasil nyata,\u201d ujar Al-Khelaifi dalam keterangan resminya.<\/p>\n<h3>Bayang-Bayang Mbapp\u00e9<\/h3>\n<p>Meski mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah PSG, Kylian Mbapp\u00e9 harus menyaksikan mantan timnya meraih trofi Liga Champions pertama justru setelah kepergiannya ke Real Madrid. Lebih ironis lagi, Madrid yang diperkuat Mbapp\u00e9 tersingkir di perempat final oleh Arsenal.<\/p>\n<p>Kemenangan ini sekaligus menutup babak panjang \u201ckutukan\u201d PSG di Liga Champions, yang selama ini selalu kandas meski diperkuat nama-nama besar. Kini, justru ketika mereka mengedepankan kerja tim dan memberi ruang bagi pemain muda, trofi yang lama dinanti akhirnya tiba.<\/p>\n<p>Dengan kemenangan ini, PSG menorehkan sejarah bukan hanya bagi klub, tetapi juga bagi sepak bola Eropa\u2014bahwa zaman dominasi individual bisa digantikan oleh era permainan kolektif dan visi pelatih yang konsisten.[]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Paris Saint-Germain (PSG) mencatat sejarah baru dengan meraih gelar Liga Champions Eropa pertama mereka, setelah menang telak 5-0 atas Inter Milan dalam partai final yang digelar di Allianz Arena, Munich, Sabtu (31\/5\/2025) malam waktu setempat atau Minggu (1\/6\/2025) dini hari WIB. Ironisnya, prestasi bersejarah ini diraih saat PSG sudah tidak lagi diperkuat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":441588,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[26],"tags":[23210,168496],"series":[],"class_list":["post-441587","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sport","tag-olahraga","tag-bola"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/441587","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=441587"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/441587\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/441588"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=441587"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=441587"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=441587"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=441587"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}