{"id":442234,"date":"2025-06-11T23:57:00","date_gmt":"2025-06-11T16:57:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/06\/11\/kader-psi-ogah-hapus-tweet-nya-soal-jokowi-biar-dunia-tahu-nabi-baru-lahir-dari-indonesia\/"},"modified":"2025-06-12T12:22:48","modified_gmt":"2025-06-12T05:22:48","slug":"kader-psi-ogah-hapus-tweet-nya-soal-jokowi-biar-dunia-tahu-nabi-baru-lahir-dari-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/06\/11\/kader-psi-ogah-hapus-tweet-nya-soal-jokowi-biar-dunia-tahu-nabi-baru-lahir-dari-indonesia\/","title":{"rendered":"Kader PSI Ogah Hapus Tweet-nya soal Jokowi: Biar Dunia Tahu Nabi Baru Lahir dari Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;\u00a0 <\/b>Kader PSI yang viral karena membuat cuitan soal <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a> penuhi syarat menjadi nabi menyatakan dirinya tidak akan menghapus cuitan tersebut.\u00a0<\/p>\n<p>Adapun pernyataan ini diungkapkannya saat ada pengguna X lainnya yang mengomentari cuitannya.\u00a0<\/p>\n<p>Pemilik akun X Bernama Lelaki Biasa @BiasaAgung menulis:<i> &#8220;SS dulu ah sebelum dihapus&#8221;.\u00a0<\/i><\/p>\n<p>Dia pun turut menyetarakan hasil screenshot berisikan tweet dari kader PSI dengan nama akun Dedy Nur @DedynurPalakka.\u00a0<\/p>\n<p>tvonenews<\/p>\n<p>Dedy Nur pun membalas komentar Lelaki Biasa dengan kalimat berikut ini:<i> &#8220;Enggak bakalan saya hapus. Saya malah berharap ini disebarkan secara luas agar dunia tahu bahwa ada nabi baru yang lahir dari Indonesia&#8221;.\u00a0<\/i><\/p>\n<p>Adapun cuitan dari Dedy Nur yang viral itu, yakni:<i> \u201cJadi nabi pun sebenarnya beliau ini sudah memenuhi syarat cuma sepertinya beliau menikmati menjadi manusia biasa dengan senyum selalu lebar ketika bertemu dengan rakyat.<\/i><\/p>\n<p><i>Sementara di dunia lain masih ada saja yang tidak siap dengan realitas bahwa tugas kenegaraan beliau sudah selesai dengan paripurna\u201d. <\/i>Cuitan tersebut diunggahnya pada 9 Juni 2025 lalu.\u00a0<\/p>\n<p>Selain menyatakan tidak akan menghapus cuitannya, kader PSI itu juga memberikan pendapatnya tentang penggunakan kata nabi tersebut.<\/p>\n<p>Salah satu poin yang dia tulis, yakni:\u00a0<\/p>\n<p>Tidak semua penyebutan &#8220;nabi&#8221; berarti secara literal menerima wahyu dari Tuhan seperti yang dipahami dalam Islam atau Kristen.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Dalam KBBI, definisi nabi adalah: &#8220;Orang yang menerima wahyu dari Tuhan untuk disampaikan kepada umat manusia\u201d.\u00a0<\/p>\n<p>Namun, dalam perbincangan filsafat, sastra dan tafsir sosial, kata nabi juga sering digunakan secara kiasan atau simbolik.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Misalnya:\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Socrates adalah nabi akal budi\u201d\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Karl Marx adalah nabi revolusi kelas\u201d<\/p>\n<p>&#8220;Buddha adalah nabi kesadaran batin\u201d<\/p>\n<p>Apakah semua itu berarti mereka mendengar suara Tuhan literal? Tentu tidak. Tapi mereka menyuarakan nilai-nilai agung, membawa pesan moral dan membimbing umat manusia dari kegelapan menuju pencerahan.<\/p>\n<p>Jadi jika ada orang menyebut \u201cJokowi punya sifat kenabian\u201d, itu belum tentu berarti &#8220;Jokowi adalah nabi literal yang menerima wahyu&#8221;.<\/p>\n<p>Bisa saja itu cara mengapresiasi konsistensi, keberanian atau nilai kepemimpinan visionernya.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cJika seseorang merasa tersinggung hanya karena kata &#8220;nabi&#8221; digunakan dalam cara yang tidak mereka pahami secara literal, maka problemnya bukan pada kata nabi, tapi pada ketidakmampuan membedakan makna literal dan makna simbolik,\u201d tulisnya.\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211;\u00a0 Kader PSI yang viral karena membuat cuitan soal Jokowi penuhi syarat menjadi nabi menyatakan dirinya tidak akan menghapus cuitan tersebut.\u00a0 Adapun pernyataan ini diungkapkannya saat ada pengguna X lainnya yang mengomentari cuitannya.\u00a0 Pemilik akun X Bernama Lelaki Biasa @BiasaAgung menulis: &#8220;SS dulu ah sebelum dihapus&#8221;.\u00a0 Dia pun turut menyetarakan hasil screenshot berisikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":442235,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[94,1420,1645,10985,102292,274908,68],"series":[],"class_list":["post-442234","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-jokowi","tag-peristiwa","tag-joko-widodo","tag-partai-solidaritas-indonesia","tag-kader-psi","tag-berita","tag-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/442234","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=442234"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/442234\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/442235"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=442234"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=442234"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=442234"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=442234"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}