{"id":443396,"date":"2025-06-17T13:50:00","date_gmt":"2025-06-17T06:50:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/06\/17\/tito-karnavian-jangan-main-api-dengan-aceh\/"},"modified":"2025-06-17T16:10:18","modified_gmt":"2025-06-17T09:10:18","slug":"tito-karnavian-jangan-main-api-dengan-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/06\/17\/tito-karnavian-jangan-main-api-dengan-aceh\/","title":{"rendered":"Tito Karnavian Jangan Main Api dengan Aceh!"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> -Ketegasan Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a> kembali diuji dalam merespons pemindahan empat pulau dari Provinsi Aceh ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut).<\/p>\n<p>Adapun empat pulau tersebut adalah Pulau Panjang, Lipan, Mangkir Gadang, dan Mangkir Ketek.<\/p>\n<p>Panglima Generasi Cinta Negeri (Gentari), Habib Umar Alhamid meminta Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a> untuk memecat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian karena telah lancang menerbitkan Kepmendagri Nomor 300.2.2-2138\/2025 yang menetapkan empat pulau di Aceh masuk wilayah Provinsi Sumatera Utara.\u00a0<\/p>\n<p>Habib Umar menilai Tito Karnavian telah memainkan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> dua kaki yang membahayakan keutuhan negara, khususnya terkait penyerahan empat pulau milik Provinsi Aceh yang diduga diberikan sebagai \u201cupeti\u201d terhadap dinasti Presiden ke-7 RI <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> alias <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>.<\/p>\n<p>\u201cIni bukan soal politik semata, ini menyangkut harga diri rakyat Aceh dan kedaulatan negara,&#8221; kata Habib Umar dikutip Selasa 17 Juni 2025.<\/p>\n<p>Habib Umar melihat manuver Tito Karnavian telah memanaskan situasi di Aceh dan membuka potensi disintegrasi nasional.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cJangan main api dengan Aceh. Rakyat Aceh itu sabar, tapi jika disulut dengan kelicikan, mereka bisa bergerak,\u201d kata Habib Umar.<\/p>\n<p>Habib Umar menduga adanya barter politik Tito Karnavian dengan kepentingan Pilpres 2029.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cApakah pulau-pulau itu dijadikan imbalan agar bisa disandingkan dengan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/gibran-rakabuming-raka\/\">Gibran Rakabuming Raka<\/a> pada 2029? Ini skenario licik,&#8221; kata Habib Umar.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, Habib Umar menyebut bahwa melemahnya dukungan publik terhadap Presiden Prabowo disebabkan karena masih bercokolnya tokoh-tokoh loyalis Jokowi dalam kabinet.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cJangan sampai Prabowo hanya menjadi presiden formal, tapi sistem tetap dikendalikan oleh dinasti sebelumnya (Jokowi),\u201d\u00a0 \u00a0pungkas Habib Umar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH -Ketegasan Presiden Prabowo Subianto kembali diuji dalam merespons pemindahan empat pulau dari Provinsi Aceh ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Adapun empat pulau tersebut adalah Pulau Panjang, Lipan, Mangkir Gadang, dan Mangkir Ketek. Panglima Generasi Cinta Negeri (Gentari), Habib Umar Alhamid meminta Presiden Prabowo untuk memecat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian karena telah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":443397,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-443396","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/443396","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=443396"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/443396\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/443397"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=443396"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=443396"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=443396"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=443396"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}