{"id":446070,"date":"2025-07-02T17:12:00","date_gmt":"2025-07-02T10:12:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/07\/02\/sosok-widodo-pria-yang-diduga-jadi-otak-utama-pembuatan-ijazah-jokowi-di-pasar-pramuka\/"},"modified":"2025-07-02T17:15:15","modified_gmt":"2025-07-02T10:15:15","slug":"sosok-widodo-pria-yang-diduga-jadi-otak-utama-pembuatan-ijazah-jokowi-di-pasar-pramuka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/07\/02\/sosok-widodo-pria-yang-diduga-jadi-otak-utama-pembuatan-ijazah-jokowi-di-pasar-pramuka\/","title":{"rendered":"Sosok Widodo, Pria yang Diduga Jadi Otak Utama Pembuatan Ijazah Jokowi di Pasar Pramuka"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b> Seorang pria bernama Widodo dituding menjadi salah satu aktor utama di balik ijazah mantan Presiden RI <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> (<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>) yang diklaim palsu.<\/p>\n<p>Tudingan itu dilontarkan oleh Beathor Suryadi, seorang politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pdip\/\">PDIP<\/a>). Menurut Beathor, Widodo punya kaitan dengan pembuatan ijazah palsu Jokowi di Pasar Pramuka, Jakarta Timur.<\/p>\n<p>Widodo adalah eks anggota tim pendukung Jokowi. Dia mengaku sudah mengenal Jokowi selama puluhan tahun.<\/p>\n<p>\u201cSaya kenal Pak Jokowi dalam profesional pekerjaan,\u201d ujar Widodo dalam acara Rakyat Bersuara di iNews, Selasa malam, (1\/7\/2025).<\/p>\n<p>\u201cJadi, 2001 sebelum [Jokowi] jadi wali kota,\u201d kata pria berkacamata itu.<\/p>\n<p>Widodo mengaku pernah membantu perusahaan Jokowi. Adapun dalam hal dukungan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a>, dia mengaku terakhir membantu Jokowi pada tahun 2014 ketika pemilu.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Kronologi pembuatan ijazah Jokowi menurut Beathor<\/h2>\n<p>Awalnya Beathor mengaku mendapat informasi dari Eko Sulistyo, mantan KPUD Solo dan mantan anggota Tim Pemenangan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/ganjar-pranowo\/\">Ganjar Pranowo<\/a>&#8211;<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/mahfud-md\/\">Mahfud MD<\/a>. Menurut Beathor, Eko dan Widodo adalah mantan tim Solo.<\/p>\n<p>\u201cDalam penjelasannya Mas Eko, pada 2005 Jokowi memakai dua [gelar], doktorandus dan insinyur . Yang problem bagi kita, yang doktorandus dari kampus mana, yang insinyur dari kampus mana,\u201d kata Beathor dalam acara yang sama.<\/p>\n<p>Beathor mengklaim sejak tahun 1985 hingga 2005 Jokowi tidak pernah datang ke kampus UGM, bertemu dengan kawan-kawannya, dan lainnya.<\/p>\n<p>\u201cWaktu dia menjadi wali kota 10 tahun, dia enggak pernah bikin reuni di Solo mengundang, teman-temannya. Padahal, anak-anak Solo yang alumninya UGM cukup banyak.\u201d<\/p>\n<p>\u201cKita mendapat penjelasan juga dari F.X. Rudi, Ketua DPC [PDIP Solo], bahwa pada waktu 2005 itu proses administrasi ke <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpu\/\">KPU<\/a> bukan dilakukan oleh kader partai, tapi oleh tim. Karena itu terus ketemu Mas Eko. Mas Eko terus memberi penjelasan bahwa seharusnya setelah menang itu, Pak Jokowi melakukan publik expose supaya jelas siapa dia.\u201d<\/p>\n<p>Setelah tim Solo masuk Jakarta (2012), kawan-kawan di Jakarta membantu melengkapi dokumen yang kurang.<\/p>\n<p>\u201cMereka menyatakan bahwa Jokowi kurang dokumen,\u201d kata Beathor. Salah satu yang menyatakannya adalah Denny Iskandar, seorang kader PDIP.<\/p>\n<p>Kemudian, Beathor mengatakan semua dokumen itu dilengkapi.<\/p>\n<p>Beathor mengatakan Widodo adalah orang kepercayaan Jokowi.<\/p>\n<p>\u201cJadi yang mempertemukan Denny ke Pak Jokowi ya Pak Wid, dong,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Dia mengklaim ada pertemuan kelompok Jakarta dan kelompok Solo. Lalu ada pertemuan lagi di Cikini untuk membahas kekurangan dokumen Jokowi. Dokumen itu lalu dilengkapi agar bisa disetorkan kepada KPUD.<\/p>\n<p>Beathor mengklaim Denny adalah orang yang mengatur draf-draf dokumen karena dia adalah anggota partai yang berkawan banyak dengan anggota KPUD.<\/p>\n<p>Ketika ditanya oleh Beathor apakah ikut ke Pasar Pramuka untuk membuat dokumen (termasuk ijazah), Denny mengaku tidak ikut karena hanya Widodo yang ke sana.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Widodo buka suara<\/h2>\n<p>Widodo menanggapi tudingan bahwa dia punya kaitan dalam pembuatan dokumen Jokowi. Dia mengklaim tidak punya pengalaman dalam bidang administrasi dokumen.<\/p>\n<p>\u201cSementara ini, saya enggak pernah dan enggak punya pengalaman di bidang itu, dan Pak Jokowi juga enggak pernah menugaskan saya untuk mengurusi pekerjaan itu,\u201d kata Widodo.<\/p>\n<p>Menurut Widodo, Jokowi (selama menjadi wali kota dan gubernur) hanya memintanya membantu pekerjaan bendahara dalam tim pemenangan.<\/p>\n<p>\u201cDalam hal ini saya membantu Pak Prasetyo Edi Marsudi (politikus PDIP), kalau kaitannya dengan 2012,\u201d kata Widodo.<\/p>\n<p>Lalu, Widodo membantah anggapan bahwa dia sempat menghilang secara misterius.<\/p>\n<p>\u201cSaya tidak mau menceritakan dari 2012 sampai 2025. Saya menceritakan 2024 saja,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Pada tahun 2024, Widodo mengaku tidak menghilang. Buktinya, dia pernah bertemu dengan jurnalis Aiman Witjaksono.<\/p>\n<p>Setahun kemudian Widodo mengklaim banyak berinteraksi dengan tokoh senior partai.<\/p>\n<p>Lalu, Widodo buka suara mengenai tuduhan bahwa dia otak di balik pembuatan ijazah Jokowi di Pasar Pramuka.<\/p>\n<p>Awalnya Widodo menyebutkan enam orang dari Solo yang mendapat ajakan dari Jokowi. Salah satunya adalah dia sendiri.<\/p>\n<p>Keenamnya tidak diajak secara berbarengan, tetapi dalam beberapa tahap. Pada tahap pertama ada empat orang, salah satunya Eko Sulistyanto. \u201cPada tahap sebelum pendaftaran sampai pendaftaran,\u201d kata Widodo.<\/p>\n<p>Adapun Widodo ikut dalam tahap kedua, yakni setelah pendaftaran dan sebelum kampanye.<\/p>\n<p>\u201cKarena tugas saya membantu bendahara. Jadi, tidak ada korelasinya pekerjaan untuk pemenuhan dokumen itu,&#8221; ucapnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Seorang pria bernama Widodo dituding menjadi salah satu aktor utama di balik ijazah mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang diklaim palsu. Tudingan itu dilontarkan oleh Beathor Suryadi, seorang politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Menurut Beathor, Widodo punya kaitan dengan pembuatan ijazah palsu Jokowi di Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Widodo [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":446071,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-446070","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/446070","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=446070"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/446070\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/446071"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=446070"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=446070"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=446070"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=446070"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}