{"id":446520,"date":"2025-07-05T13:51:00","date_gmt":"2025-07-05T06:51:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/07\/05\/seragam-batik-sekolah-dinilai-modus-pungli-baru-dinas-pendidikan-di-aceh-diminta-bertindak\/"},"modified":"2025-07-05T13:51:00","modified_gmt":"2025-07-05T06:51:00","slug":"seragam-batik-sekolah-dinilai-modus-pungli-baru-dinas-pendidikan-di-aceh-diminta-bertindak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/07\/05\/seragam-batik-sekolah-dinilai-modus-pungli-baru-dinas-pendidikan-di-aceh-diminta-bertindak\/","title":{"rendered":"Seragam Batik Sekolah Dinilai Modus Pungli Baru, Dinas Pendidikan di Aceh Diminta Bertindak"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"74\" data-end=\"328\"><strong>BANDA ACEH<\/strong> \u2013 Pengadaan seragam batik di sekolah-sekolah jenjang SD, SMP, SMA, hingga SLB di Aceh kembali disorot sebagai modus baru pungutan liar (pungli) terhadap orang tua siswa. Praktik ini disebut marak terjadi setiap tahun ajaran baru di berbagai sekolah.<\/p>\n<p data-start=\"330\" data-end=\"552\">Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Nasrul Zaman, menyebut kewajiban pembelian seragam batik hingga sepatu dan alat tulis di sekolah-sekolah tertentu kerap menjadi beban tambahan bagi masyarakat, terutama kalangan kurang mampu.<\/p>\n<p data-start=\"554\" data-end=\"782\">\u201cHal ini harus menjadi perhatian semua pihak, terutama pemerintah. Jangan sampai program wajib sekolah 9 tahun gagal terwujud hanya karena nafsu rente dari pengelola sekolah,\u201d kata Nasrul kepada <em data-start=\"749\" data-end=\"761\">BANDA ACEH<\/em>, Sabtu, 5 Juli 2025.<\/p>\n<p data-start=\"554\" data-end=\"782\">\ud83d\udcce Baca juga:\u00a0Pengamat Beberkan Tiga Skenario Bisa Buat Gibran Lengser dari Kursi Wapres<\/p>\n<p data-start=\"784\" data-end=\"1030\">Nasrul menilai akumulasi biaya seragam, sepatu, hingga perlengkapan sekolah lainnya bisa mencapai ratusan ribu bahkan jutaan rupiah. Situasi ini dinilai menyulitkan masyarakat miskin yang kebutuhan makan sehari-harinya saja sudah sulit terpenuhi.<\/p>\n<p data-start=\"1032\" data-end=\"1316\">Ia juga menyoroti kewajiban mengenakan seragam batik di sekolah yang dinilai tidak berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan. Menurutnya, seragam batik hanya menjadi cara sekolah \u201cmemaksa\u201d orang tua untuk membeli perlengkapan di toko atau penjahit tertentu yang telah ditunjuk.<\/p>\n<p data-start=\"1318\" data-end=\"1481\">\u201cKita berharap siswa tidak perlu pakai baju batik karena inilah cara mereka memaksa orang tua membuat seragam pada Taylor dan toko yang telah ditentukan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p data-start=\"1483\" data-end=\"1643\">Ia meminta Dinas Pendidikan di seluruh daerah, khususnya di Aceh, bersikap tegas melarang praktik-praktik seragam tambahan yang memberatkan siswa dan orang tua.<\/p>\n<p data-start=\"1645\" data-end=\"1834\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">\u201cKita minta Dinas Pendidikan tegas melarang adanya seragam-seragam batik yang hanya memberatkan dan tidak berhubungan dengan kualitas pendidikan Aceh secara keseluruhan,\u201d pungkas Nasrul. []<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Pengadaan seragam batik di sekolah-sekolah jenjang SD, SMP, SMA, hingga SLB di Aceh kembali disorot sebagai modus baru pungutan liar (pungli) terhadap orang tua siswa. Praktik ini disebut marak terjadi setiap tahun ajaran baru di berbagai sekolah. Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Nasrul Zaman, menyebut kewajiban pembelian seragam batik hingga sepatu dan alat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":359969,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[35],"tags":[13434,28290,101411,168049,222824,68,3171],"series":[],"class_list":["post-446520","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-aceh","tag-pungli","tag-seragam-sekolah","tag-news","tag-baju-batik","tag-headline","tag-dinas-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/446520","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=446520"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/446520\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/359969"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=446520"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=446520"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=446520"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=446520"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}