{"id":446712,"date":"2025-07-07T08:31:00","date_gmt":"2025-07-07T01:31:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/07\/07\/pemecatan-beathor-suryadi-jadi-puncak-kecurigaan-masyarakat-terhadap-dugaan-ijazah-palsu-jokowi\/"},"modified":"2025-07-07T08:35:15","modified_gmt":"2025-07-07T01:35:15","slug":"pemecatan-beathor-suryadi-jadi-puncak-kecurigaan-masyarakat-terhadap-dugaan-ijazah-palsu-jokowi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/07\/07\/pemecatan-beathor-suryadi-jadi-puncak-kecurigaan-masyarakat-terhadap-dugaan-ijazah-palsu-jokowi\/","title":{"rendered":"Pemecatan Beathor Suryadi jadi Puncak Kecurigaan Masyarakat Terhadap Dugaan Ijazah Palsu Jokowi"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pengamat-politik\/\">Pengamat Politik<\/a> Rocky Gerung menanggapi dipecatnya Bambang Beathor Suryadi dari jabatan tenaga ahli pimpinan di Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin).<\/p>\n<p>Pemberhentian ini disampaikan dalam surat resmi bernomor B.116\/KS.02\/SES\/6\/2025 dengan ditandatangani langsung oleh Kepala Sekretariat BP Taskin, Eni Rukawiani.<\/p>\n<p>Bambang Beathor Suryadi merupakan orang yang menuding ijazah Presiden ke-7 RI, <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> (<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>) tidak dikeluarkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM), melainkan dicetak di Pasar Pramuka.<\/p>\n<p>Pemberhentian politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pdip\/\">PDIP<\/a>) tersebut, terjadi tak berselang lama setelah pada pertengahan Juni 2025 lalu.\u00a0<\/p>\n<p>Menurut Rocky Gerung, pemecatan Bambang Beathor Suryadi dari BP Taskin, dinilai sebagai upaya pembungkaman.<\/p>\n<p>Hal ini disampaikan mantan dosen filsafat Universitas Indonesia (UI) itu dalam tayangan yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Rocky Gerung Official, Jumat (4\/7\/2025).<\/p>\n<p>&#8220;Beathor membuka jejak genealogi ijazah Jokowi yang dicatat di Jalan Pramuka. Dia berupaya untuk meyakinkan para aktivis supaya hati-hati dengan kekuasaan. Akhirnya, dia kena damprat dari kekuasaan.&#8221;<\/p>\n<p>Padahal Bambang Beathor Suryadi diangkat mengisi jabatan tersebut pada masa pemerintahan Jokowi.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Kan Beathor naik ketika Jokowi berkuasa, sekarang dia diturunkan atau dipaksa turun sebagai penasehat ahli lembaga yang dipimpin Budiman Sudjatmiko dan Iwan Sumule,&#8221; kata Rocky Gerung.<\/p>\n<p>Rocky menilai, Beathor dengan statusnya sebagai pejabat negara dan nyanyiannya justru merupakan puncak dari kecurigaan publik soal ijazah Jokowi.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi kedudukan Beathor itu adalah pejabat negara sebetulnya. Nah, sekarang karena dia mempersoalkan ijazah dari mantan kepala negara maka dia dipecat.&#8221;<\/p>\n<p>Adapun dalam surat itu, diterangkan bahwa masa kerja Beathor berakhir pada 30 Juni 2025 dan tidak diperpanjang.<\/p>\n<p>Berdasarkan evaluasi internal yang sudah dilakukan, Beathor dinyatakan melanggar kode etik dan tidak mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.<\/p>\n<p>&#8220;Nah, kita mau membaca itu sebagai eskalasi, atau bahkan akumulasi dari kecurigaan publik, kegelisahan publik tentang kepastian ijazah palsu Jokowi,&#8221; tambahnya.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Jadi, Beathor akhirnya harus menghadapi fakta bahwa dia akan dibungkam,&#8221; kata Rocky Gerung lagi.<\/p>\n<p>Selanjutnya. Rocky Gerung menilai, pemecatan dari BP Taskin dan upaya pembungkaman ini adalah permainan kecil bagi Beathor.<\/p>\n<p>Sementara, lanjut Rocky, permainan besar bagi publik adalah kejujuran dari pihak UGM terkait ijazah Jokowi.<\/p>\n<p>Pendiri SETARA Institute yang juga dikenal dengan pemikirannya tentang feminisme ini pun meminta agar Jokowi legawa menunjukkan ijazah demi meredam kegaduhan publik.<\/p>\n<p>&#8220;Tapi bagi Beathor, ya udah berkali-kali dia masuk penjara zaman Orde Baru. Bagi dia itu ya permainan kecil,&#8221; papar Rocky Gerung.<\/p>\n<p>&#8220;Tapi permainan besar adalah ditunggu oleh publik. Apa sebetulnya kejujuran dari UGM?&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>&#8220;Dan alumni UGM sudah memberi ultimatum pada rektor supaya mengundurkan diri kalau tidak bisa membuat kejujuran, memastikan bahwa UGM itu harus datang ke publik, perlihatkan ijazah aslinya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&#8220;Demikian juga, Jokowi dengan legawa harusnya memperlihatkan [ijazah, red.] supaya kasus ini betul-betul diteduhkan,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Keterbukaan Jokowi dan UGM mengenai polemik ijazah ini juga dinanti-nanti Presiden RI <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a>.<\/p>\n<p>&#8220;Dan saya kira Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a> juga menunggu itu, karena nggak mungkin Prabowo yang menuntut kan, itu etikanya tidak ada di situ,&#8221; papar Rocky Gerung.<\/p>\n<p>&#8220;Tapi kelihatannya Presiden Prabowo juga berharap banyak bahwa lembaga-lembaga resmi ini betul-betul mengucapkan kejujuran,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>&#8220;Lembaga resmi pertama tentu ada UGM, ada lembaga lain <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpu\/\">KPU<\/a>, segala macam. Tapi masalah utamanya kan ada di UGM,&#8221; tandasnya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Pengamat Politik Rocky Gerung menanggapi dipecatnya Bambang Beathor Suryadi dari jabatan tenaga ahli pimpinan di Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin). Pemberhentian ini disampaikan dalam surat resmi bernomor B.116\/KS.02\/SES\/6\/2025 dengan ditandatangani langsung oleh Kepala Sekretariat BP Taskin, Eni Rukawiani. Bambang Beathor Suryadi merupakan orang yang menuding ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":446713,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-446712","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/446712","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=446712"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/446712\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/446713"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=446712"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=446712"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=446712"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=446712"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}