{"id":448570,"date":"2025-07-17T12:15:00","date_gmt":"2025-07-17T05:15:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/07\/17\/disebut-pengkhianat-jokowi-diduga-bawa-dokumen-referendum-papua-ke-brisbane-pada-2014\/"},"modified":"2025-07-18T01:11:37","modified_gmt":"2025-07-17T18:11:37","slug":"disebut-pengkhianat-jokowi-diduga-bawa-dokumen-referendum-papua-ke-brisbane-pada-2014","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/07\/17\/disebut-pengkhianat-jokowi-diduga-bawa-dokumen-referendum-papua-ke-brisbane-pada-2014\/","title":{"rendered":"Disebut Pengkhianat, Jokowi Diduga Bawa Dokumen Referendum Papua ke Brisbane pada 2014"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH <\/b>&#8211; Mantan Intelijen Negara, Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra, menguak adanya dugaan skenario <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> tingkat tinggi untuk &#8220;menyingkirkan&#8221; <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/gibran-rakabuming-raka\/\">Gibran Rakabuming Raka<\/a> dari pusat kekuasaan, yang diwarnai jejak masa lalu mantan Presiden ke-7 <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> atau <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a> dan keraguan mendalam dari Presiden terpilih <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a>.<\/p>\n<p>Sebagaimana diungkapkan dalam podcast eksklusif di Forum Keadilan TV, Kolonel Chandra membongkar lapisan-lapisan motif di balik isu yang pertama kali dilempar oleh Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra tersebut.<\/p>\n<p>Menurutnya, ini jauh lebih kompleks dari sekadar pembagian tugas wakil presiden.<\/p>\n<p>Spekulasi terkuat yang dianalisis Chandra adalah adanya upaya sistematis untuk menjauhkan putra sulung Presiden Jokowi itu dari lingkar utama kekuasaan di Jakarta.<\/p>\n<p>Pun dia membeberkan sejumlah kemungkinan motif di baliknya.<\/p>\n<p>Pertama, sebagai strategi Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a> Subianto untuk menjauhkan Gibran dari tekanan isu pemakzulan yang sempat berhembus.<\/p>\n<p>Kedua, sebuah langkah untuk memutus pengaruh lingkar dalam Jokowi.<\/p>\n<p>Menurut Chandra, ada kemungkinan Gibran sengaja dijauhkan dari orang-orang dekat Jokowi yang mengindikasikan pergeseran dan perebutan pengaruh di internal pemerintahan baru.<\/p>\n<p>Di sisi lain, penugasan ini juga bisa dibaca sebagai upaya membangun citra Gibran yang selama ini dinilai minim kerja konkret.<\/p>\n<p>&#8220;Penugasan ini juga dilihat sebagai upaya agar Gibran terlihat memiliki pekerjaan dan tugas kenegaraan yang jelas, menjawab kritik publik mengenai aktivitasnya yang dianggap kurang mendasar,&#8221; kata Kolonel Chandra dikutip Rabu (16\/7\/2025).<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Benang merah masa lalu Jokowi<\/h3>\n<p>Menarik benang merah ke masa lalu Jokowi di Papua, menurutnya menjadi sumber keraguan Prabowo untuk menempatkan Gibran di sana.<\/p>\n<p>&#8220;Ada keraguan dari Prabowo terkait penempatan Gibran di Papua karena latar belakang masa lalu ayahnya, Jokowi, yang pernah membawa dokumen referendum Papua Barat ke Brisbane pada tahun 2014,&#8221; jelas Chandra.<\/p>\n<p>Tindakan Jokowi pada Agustus 2014, sesaat sebelum dilantik, yang bertemu dengan Profesor Damien Kingsbury sambil membawa dokumen tersebut, dianggap sebagai indikasi pengkhianatan dan diduga atas rekomendasi dari Amerika Serikat.<\/p>\n<p>Latar belakang inilah yang disinyalir membuat Prabowo gamang. Pun, keraguan Prabowo tidak hanya soal Gibran.<\/p>\n<p>Lantas Chandra menyoroti perubahan karakter sang Jenderal yang kini tampak ragu mengambil keputusan tegas.<\/p>\n<p>&#8220;Perubahan karakter pada Prabowo yang kini terlihat lebih peragu dibandingkan masa lalunya yang overconfident,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Menurutnya, Prabowo &#8220;ragu-ragu dalam mengambil tindakan tegas terhadap berbagai persoalan, termasuk isu hukum dan kinerja menteri, karena adanya tekanan, terutama dari pihak Jokowi.&#8221;<\/p>\n<p>Jika penugasan ini benar-benar terjadi, Kolonel Chandra pesimis Gibran akan menuai sukses.<\/p>\n<p>Kompleksitas masalah Papua, ditambah pendekatan pembangunan yang keliru seperti proyek food estate, menjadi batu sandungan utama.<\/p>\n<p>Proyek lumbung pangan itu dianggap blunder karena tidak melibatkan dialog dengan masyarakat adat dan mengabaikan tanah ulayat.<\/p>\n<p>Atas dasar itu, Chandra memprediksi Gibran akan kesulitan berprestasi di Papua karena kompleksitas masalah dan pendekatan pembangunan yang ada.<\/p>\n<p>Dia pun secara blak-blakan menyentil kapasitas Gibran sebagai wakil presiden.<\/p>\n<p>Ada pandangan bahwa Gibran selama ini tidak melakukan tugas-tugas kenegaraan secara maksimal. Bahkan secara mengejutkan menyarankan agar Gibran mundur dari jabatan Wapres karena dianggap tidak memiliki kapasitas.<\/p>\n<div id=\"gtx-trans\" style=\"position: absolute; left: 1473px; top: 48px;\">\n<div class=\"gtx-trans-icon\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mantan Intelijen Negara, Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra, menguak adanya dugaan skenario Politik tingkat tinggi untuk &#8220;menyingkirkan&#8221; Gibran Rakabuming Raka dari pusat kekuasaan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":448571,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,11613,68,1645,94,321962,1420,324746],"series":[],"class_list":["post-448570","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-gibran-rakabuming-raka","tag-headline","tag-joko-widodo","tag-jokowi","tag-jokowi-pengkhianat","tag-peristiwa","tag-referendum-papua"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/448570","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=448570"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/448570\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/448571"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=448570"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=448570"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=448570"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=448570"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}