{"id":448811,"date":"2025-07-18T09:50:00","date_gmt":"2025-07-18T02:50:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/07\/18\/roy-suryo-heran-prof-sofian-effendi-cabut-pernyataan-soal-ijazah-jokowi-ada-tangan-tangan-jahat\/"},"modified":"2025-07-18T09:56:37","modified_gmt":"2025-07-18T02:56:37","slug":"roy-suryo-heran-prof-sofian-effendi-cabut-pernyataan-soal-ijazah-jokowi-ada-tangan-tangan-jahat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/07\/18\/roy-suryo-heran-prof-sofian-effendi-cabut-pernyataan-soal-ijazah-jokowi-ada-tangan-tangan-jahat\/","title":{"rendered":"Roy Suryo Heran Prof Sofian Effendi Cabut Pernyataan Soal Ijazah Jokowi: Ada Tangan-tangan Jahat"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) 2002-2007, Sofian Effendi mendadak mencabut pernyataannya soal ijazah <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>.\u00a0<\/p>\n<p>Pencabutan pernyataan Jokowi ini disorot oleh Pakar telematika sekaligus eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo.\u00a0<\/p>\n<p>Roy Suryo menilai ada orang-orang yang melakukan intervensi.\u00a0<\/p>\n<p>Sebelumnya, pada Rabu (16\/7\/2025), Sofian menyebut Jokowi tidak memiliki ijazah S1 dari Fakultas Kehutanan UGM.<\/p>\n<p>Menurutnya, hal itu dibuktikan dengan skripsi Jokowi yang tidak pernah disidangkan serta indeks prestasi kumulatif (IPK) yang tidak mencapai batas minimal kelulusan.<\/p>\n<p>Namun, sehari kemudian atau Kamis (17\/7\/2025) kemarin, dia tiba-tiba mencabut pernyataannya itu dan meminta maaf kepada publik serta pihak UGM.<\/p>\n<p>Terkait hal ini, Roy Suryo menyayangkan perubahan sikap dari Sofian Effendi tersebut.<\/p>\n<p>Dia pun menduga ada pihak tertentu yang menekan dan cawe-cawe terhadap Guru Besar Ilmu Administrasi Negara UGM tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Perubahan sangat mendadak sikap Prof Sofian Effendi yang sebelumnya sudah mau jujur dan terbuka membongkar kasus ijazah palsu yang sempat disebutnya &#8216;skandal besar&#8217; ini memang sangat disayangkan.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Namun perubahan beliau itu bukan tidak mungkin ada &#8216;tangan-tangan jahat&#8217; yang masih bermain dan cawe-cawe,&#8221; katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (18\/7\/2025).<\/p>\n<p>Kendati demikian, Roy Suryo menegaskan dirinya akan tetap mendampingi Sofian Effendi di tengah dugaan tekanan yang dialaminya.<\/p>\n<p>&#8220;Kita sepakat tetap berdiri bersama Prof Sofian Effendi, penegak kejujuran selain Ir. Kasmudjo,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Senada dengan Roy Suryo, ahli digital forensik sekaligus mantan dosen Universitas Mataram, Rismon Sianipar, juga menduga Sofian Effendi ditekan oleh pihak tertentu setelah mencabut pernyataannya terkait ijazah Jokowi.<\/p>\n<p>Namun, dia mengaku belum mengetahui siapa pihak yang diduga memberikan tekanan tersebut.<\/p>\n<p>Rismon pun berharap agar Sofian Effendi terbuka kepadanya jika memang ada pihak yang memberikan tekanan.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi kalau pernyataan yang ditarik itu dari secarik kertas itu, kalau saya menginterpretasikan bahwa adanya tekanan yang cukup besar yang sampai saat ini belum bisa kita ungkapkan itu.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Jika ada kesempatan selanjutnya bertemu dengan Prof Sofian Effendi bisa bercerita dengan kita meskipun tidak direkam (terkait) tekanan-tekanan apa yang dialami beliau di usianya yang sekitar 80 tahun kalau nggak salah,&#8221; katanya, dikutip dari YouTube Balige Academy.<\/p>\n<p>Rismon pun berharap kepada publik agar tidak mencibir Sofian Effendi setelah menarik pernyataannya soal ijazah Jokowi.<\/p>\n<p>Pasalnya, sambung Rismon, publik tidak mengetahui alasan di balik Sofian Effendi, termasuk apakah ada tekanan dari pihak lain.<\/p>\n<p>&#8220;Saya tetap berpikir positif dan tetap berterimakasih kepada Prof Sofian Effendi mau menerima kami, memberikan informasi-informasi, dan mengingatkan kami alumni-alumni Universitas Gadjah Mada untuk memegang penuh Pancasila dan integritasnya karena itu merupakan simbol berdirinya UGM yang diresmikan Ir Soekarno,&#8221; jelasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) 2002-2007, Sofian Effendi mendadak mencabut pernyataannya soal ijazah Jokowi.\u00a0 Pencabutan pernyataan Jokowi ini disorot oleh Pakar telematika sekaligus eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo.\u00a0 Roy Suryo menilai ada orang-orang yang melakukan intervensi.\u00a0 Sebelumnya, pada Rabu (16\/7\/2025), Sofian menyebut Jokowi tidak memiliki ijazah S1 dari Fakultas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":448812,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-448811","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/448811","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=448811"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/448811\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/448812"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=448811"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=448811"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=448811"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=448811"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}