{"id":449796,"date":"2025-07-22T15:06:00","date_gmt":"2025-07-22T08:06:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/07\/22\/temuan-batu-nisan-kuno-di-tegal-ungkap-jaringan-freemason-loge-humanitas\/"},"modified":"2025-07-23T00:30:44","modified_gmt":"2025-07-22T17:30:44","slug":"temuan-batu-nisan-kuno-di-tegal-ungkap-jaringan-freemason-loge-humanitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/07\/22\/temuan-batu-nisan-kuno-di-tegal-ungkap-jaringan-freemason-loge-humanitas\/","title":{"rendered":"Temuan Batu Nisan Kuno di Tegal Ungkap Jaringan Freemason Loge Humanitas"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211; <\/b>Pegiat sejarah di Tegal, dihebohkan dengan temukan <a title=\"nisan\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/nisan\/\">nisan<\/a> peninggalan era kolonial Belanda, di halaman rumah warga, kawasan Mejasem, Tegal, Jawa Tengah.<\/p>\n<p>Pada batu nisan itu, bertulisakan nama Leonard Jean Everhard van Rappard, diduga seorang bangsawan Belanda, kelahiran Batavia, pada 10 Juli 1845.<\/p>\n<p>Disebutkan, mendiang meninggal dunia di Tagal, ejaan lama untuk Kota Tegal, pada 31 Mei 1882.<\/p>\n<p>Pegiat sejarah Tegal, Bijak Cendekia Sukarno mengatakan, batu nisan kuno itu ditemukan saat dirinya tengah melakukan pemetaan udara melalui Google Earth.<\/p>\n<p>&#8220;Saya langsung ke lokasi dan benar saja, itu batu nisan orang Belanda,&#8221; katanya, dilansir dari panturanews, Selasa (22\/7\/2025).<\/p>\n<p>Yang menariknya, pada batu nisan itu ditemukan simbol Freemason, berupa lingkaran dengan penggaris dan kompas. Temuan ini pun viral dan menjadi perbincangan hangat publik.<\/p>\n<p>Apalagi, nama van Rappard disebut-sebut sebagai keluarga bangsawan Belanda yang cukup berpengaruh, pada abad ke-19, dan banyak menduduki posisi penting di pemerintahan saat itu.<\/p>\n<p>Dalam sejarah, Tegal merupakan salah satu pusat kegiatan Freemason yang cukup penting. Di daerah ini, pernah berdiri Loge Humanitas (Artawijaya-Gerakan Theosofi di Indonesia).<\/p>\n<p>Pengaruh Loge Humanitas, menyebar hingga ke Cirebon, pada 1 Maret 1920, dengan nama Freemasonry Kring Cirebon atau <i>Vrijmetselarij-Kring Cheribon.\u00a0<\/i><\/p>\n<p>&#8220;Akar pendirian Freemason di Cirebon, dapat ditelusur dari loji-loji milik Belanda yang berada di Tegal,&#8221; tulis laman nationalgeographic.<\/p>\n<p>Belakangan diketahui, organisasi Freemason ini berkaitan dengan gerakan Theosofi di Indonesia.<\/p>\n<p>Sayang, banyak bangunan loge-loge Freemason itu dihancurkan oleh militer Jepang, dan telah dialihfungsikan, sejak dikeluarkannya larangan oleh Soekarno, pada 1961.<\/p>\n<p>Temuan batu nisan ini menjadi cukup menarik, untuk mengungkap jaringan gerakan Freemason di Tegal, dan perannya dalam gerakan theosofi pada masa kolonial Hindia Belanda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pegiat sejarah di Tegal, dihebohkan dengan temukan nisan peninggalan era kolonial Belanda, di halaman rumah warga, kawasan Mejasem, Tegal, Jawa Tengah.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":449797,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[324897,324898,274908,6234,324896,1420],"series":[],"class_list":["post-449796","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-batu-nisan","tag-batu-nisan-kuno","tag-berita","tag-jawa-tengah","tag-nisan","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/449796","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=449796"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/449796\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/449797"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=449796"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=449796"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=449796"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=449796"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}