{"id":451698,"date":"2025-07-31T08:34:00","date_gmt":"2025-07-31T01:34:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/07\/31\/cerita-korban-gempa-rusia-m-87-tanah-bergerak-seperti-ombak-tuhan-tolong-saya\/"},"modified":"2025-07-31T08:50:47","modified_gmt":"2025-07-31T01:50:47","slug":"cerita-korban-gempa-rusia-m-87-tanah-bergerak-seperti-ombak-tuhan-tolong-saya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/07\/31\/cerita-korban-gempa-rusia-m-87-tanah-bergerak-seperti-ombak-tuhan-tolong-saya\/","title":{"rendered":"Cerita Korban Gempa Rusia M 8,7: Tanah Bergerak seperti Ombak, &#8216;Tuhan Tolong Saya&#8217;"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;\u00a0<\/b> Warga yang tinggal di Kamchatka, <a title=\"Rusia\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/rusia\/\">Rusia<\/a> dan wilayah lain dilanda kepanikan setelah <a title=\"gempa\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/gempa\/\">gempa<\/a> dahsyat berkekuatan M 8,7 terjadi pada Rabu (30\/7\/2025) pukul 11.25 waktu setempat.<\/p>\n<p>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa terjadi pada kedalaman 18 kilometer dan memicu peringatan tsunami di Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, Guam, hingga Indonesia.<\/p>\n<p>Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa Rusia merupakan jenis gempa dangkal.<\/p>\n<p>Gempa terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng pada Palung Kurile-Kamchatka (Kurile-Kamchatka Trench) dengan mekanisme naik (thrust fault).<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Tanah bergerak seperti ombak<\/h3>\n<p>Vasily Berezhnoy, salah satu warga Kamchatka, mengatakan bahwa ia sudah pernah mengalami beberapa peristiwa gempa dan letusan gunung api sepanjang hidupnya.<\/p>\n<p>Namun, ia tidak pernah merasakan guncangan yang begitu hebat seperti yang terjadi saat Kamchatka dilanda gempa M 8,7.<\/p>\n<p>\u201cOrang-orang berhamburan di jalanan, ada yang pakai sandal, ada yang pakai jubah mandi, ada yang menggendong anak-anak mereka. Ada yang histeris,&#8221; ujarnya dikutip dari BBC, Rabu (30\/7\/2025).<\/p>\n<p>&#8220;Ketika tanah di bawah kaki bergerak seperti ombak, melihat pipa-pipa dan menara bergoyang, tentu saja itu mengerikan. Kita takkan pernah terbiasa dengan itu,\u201d tambahnya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Kemacetan terjadi di mana-mana<\/h3>\n<p>Sofia, salah satu warga yang tinggal di sekitar kawasan gempa, juga menceritakan bahwa gempa Rusia M 8,7 terjadi saat ia dan orangtuanya berada di dalam rumah.<\/p>\n<p>Menurutnya, situasi langsung berubah kacau. Perabotan rumah mulai berjatuhan, sementara tetangga di sekitar tampak panik dan berteriak ketakutan.<\/p>\n<p>Ia juga mengatakan, orang-orang masih ada yang mengemudikan kendaraan saat gempa terjadi.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut membuat situasi jalan semakin kacau sehingga terjadi kemacetan lalu lintas di mana-mana dan kecelakaan.<\/p>\n<p>\u201cSaya bukan satu-satunya yang panik, tetangga kami, beserta hewan peliharaan mereka, juga berhamburan keluar rumah dengan panik,\u201d kata Sofia.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Warga lihat tsunami setinggi 1,7 meter<\/h3>\n<p>Di luar wilayah Rusia, Sarah Heavenly Sikes yang tinggal di Maui, Hawaii mengatakan bahwa ia sedang bekerja di toko selam ketika mendapat peringatan tsunami akibat gempa M 8,7 yang terjadi di Rusia.<\/p>\n<p>Sarah sempat mengira peringatan itu tidak terlalu serius. Namun, ia mulai cemas setelah melihat banyak orang panik dan toko tempatnya bekerja terpaksa tutup sementara.<\/p>\n<p>Setelah itu, ia melihat tsunami setinggi 5,7 kaki atau sekitar 1,7 meter menghantam Kahului, sebuah kota di sisi utara-tengah Pulau Maui.<\/p>\n<p>\u201cHari ini saya sedang bekerja di toko selam dan telepon saya berdering. Saya pikir &#8216;Oh, ini hanya peringatan kecil\u2019,\u201d kata Sarah.<\/p>\n<p>\u201cTapi kemudian kami harus menutup toko. Keluarga saya semuanya tinggal di daratan, jadi mereka berkirim pesan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">&#8220;Tuhan, tolong saya&#8221;<\/h3>\n<p>Wali Kota Petropavlovsk-Kamchatsky, Yevgeny Belyaev, mengatakan bahwa layanan publik dalam keadaan siaga tinggi dan inspeksi kerusakan sedang dilakukan usai wilayahnya diguncang gempa.<\/p>\n<p>Meskipun sebagian fasad taman kanak-kanak runtuh, tidak ada korban luka yang dilaporkan.<\/p>\n<p>&#8220;Semuanya baik-baik saja, tetapi semua orang benar-benar ketakutan. Itu adalah gempa bumi terkuat dalam beberapa dekade,&#8221; ujar seorang penduduk asli Kamchatka dikutip dari <i>The Moscow Times<\/i>, Rabu (30\/7\/2025).<\/p>\n<p>&#8220;Sejujurnya, sungguh mengejutkan tidak ada kerusakan lebih parah, kecuali di satu sekolah. Untungnya tidak ada orang di dalam,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Ia mengatakan kerabatnya di Petropavlovsk-Kamchatsky juga berencana meninggalkan kota itu untuk pergi wilayah mereka karena aktivitas seismik yang terjadi baru-baru ini.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk saat ini, mereka akan tinggal di Dacha. Di sana (Kamchatka) sudah berguncang cukup lama. Tanahnya sudah bergeser selama berbulan-bulan,&#8221; tambah warga tersebut.<\/p>\n<p>Penduduk Kamchatka lainnya menuliskan pengalaman mereka di media sosial.<\/p>\n<p>&#8220;Saya sudah tinggal di Kamchatka selama 42 tahun, tapi ini pertama kalinya saya merasakan gempa bumi seperti ini. Saya berteriak sekeras-kerasnya, &#8216;Tuhan, tolong saya,&#8217; meskipun saya biasanya tenang saat gempa bumi. Semua barang di rumah hancur,&#8221; kata seorang warganet.<\/p>\n<div id=\"gtx-trans\" style=\"position: absolute; left: 367px; top: 0px;\">\n<div class=\"gtx-trans-icon\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warga yang tinggal di Kamchatka, Rusia dan wilayah lain dilanda kepanikan setelah gempa dahsyat berkekuatan M 8,7 terjadi pada Rabu (30\/7\/2025) pukul 11.25 waktu setempat.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":451699,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[1],"tags":[400,1420,2696,4033,274908,325059,325088,325089,325090],"series":[],"class_list":["post-451698","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-rusia","tag-peristiwa","tag-gempa-bumi","tag-tsunami","tag-berita","tag-gempa-rusia","tag-gunung-merapi-rusia","tag-gunung-api-rusia-meletus","tag-kamchatka"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/451698","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=451698"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/451698\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/451699"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=451698"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=451698"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=451698"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=451698"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}