{"id":452436,"date":"2025-08-02T20:27:00","date_gmt":"2025-08-02T13:27:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/08\/02\/isu-kudeta-mengguncang-golkar-bahlil-terancam-digulingkan-nusron-wahid-jadi-kandidat-pengganti\/"},"modified":"2025-08-03T08:27:04","modified_gmt":"2025-08-03T01:27:04","slug":"isu-kudeta-mengguncang-golkar-bahlil-terancam-digulingkan-nusron-wahid-jadi-kandidat-pengganti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/08\/02\/isu-kudeta-mengguncang-golkar-bahlil-terancam-digulingkan-nusron-wahid-jadi-kandidat-pengganti\/","title":{"rendered":"Isu Kudeta Mengguncang Golkar: Bahlil Terancam Digulingkan, Nusron Wahid Jadi Kandidat Pengganti?"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH <\/b>&#8211; Belum genap setahun menjabat sebagai Ketua Umum Partai <a title=\"Golkar\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/golkar\/\">Golkar<\/a>, <a title=\"Bahlil Lahadalia \" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/bahlil-lahadia\/\">Bahlil Lahadalia<\/a> dikabarkan mulai digoyang dari jabatannya.<\/p>\n<p>Desas-desus santer menyebut akan digelarnya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar untuk menggantikan Bahlil, dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)\/Kepala BPN, Nusron Wahid, sebagai kandidat kuat pengganti.<\/p>\n<p>Meski sejumlah elite Golkar membantah kabar ini, isu tersebut mencuat di tengah memudarnya pengaruh <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> (<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>) dalam pemerintahan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a>.<\/p>\n<p>Bahlil, yang selama ini dikenal sebagai &#8220;orang Jokowi&#8221;, dianggap semakin kehilangan dukungan internal maupun eksternal.<\/p>\n<p>Spekulasi soal renggangnya hubungan antara Jokowi dan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a> menguat usai Presiden Prabowo memberikan abolisi dan amnesti kepada dua tokoh politik yang sebelumnya divonis bersalah: Thomas Lembong (eks Menteri Perdagangan era Jokowi) dan Hasto Kristiyanto (Sekjen <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pdip\/\">PDIP<\/a>).<\/p>\n<p>Keduanya sebelumnya dijatuhi hukuman penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta, namun kini dibebaskan atas keputusan presiden.<\/p>\n<p>Langkah Prabowo ini ditafsirkan sebagai sinyal kuat bahwa ia tak lagi berada di bawah bayang-bayang Jokowi.<\/p>\n<p>Padahal, selama masa transisi kekuasaan, banyak pihak menilai Jokowi masih memegang pengaruh besar.<\/p>\n<p>Golkar saat ini merupakan partai dengan jumlah kursi kedua terbanyak di parlemen, hanya kalah dari PDIP, dan lebih unggul dibandingkan Gerindra secara kursi meskipun suaranya lebih kecil secara nasional.<\/p>\n<p>Dengan komposisi tersebut, Golkar menjadi penentu utama dalam stabilitas koalisi pemerintah Prabowo.<\/p>\n<p>Namun posisi Bahlil, yang dikenal sebagai loyalis Jokowi, mulai dipertanyakan.<\/p>\n<p>Golkar sebagai partai yang identik dengan kekuasaan dinilai tidak akan mempertahankan ketua umum yang tak lagi sejalan dengan presiden.<\/p>\n<p>Sejarah politik Golkar menunjukkan bahwa partai ini selalu mencari kesejajaran dengan kekuasaan, dan jarang bertahan lama sebagai oposisi.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, suara-suara yang mendorong Munaslub dianggap logis secara doktrinal dan strategis.<\/p>\n<p>Nusron Wahid, politisi Golkar yang kini menjabat sebagai Menteri ATR\/Kepala BPN di kabinet Prabowo-Gibran, disebut-sebut sebagai calon kuat pengganti Bahlil.<\/p>\n<p>Selain sebagai kader lama Golkar, Nusron juga merupakan mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor dan memiliki basis kuat di NU, menjadikannya figur lengkap dari sisi nasionalis-religius.<\/p>\n<p>Ia juga merupakan Sekretaris Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran dalam <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pilpres-2024\/\">Pilpres 2024<\/a>, dan dinilai memiliki kedekatan strategis dengan lingkaran istana saat ini.<\/p>\n<p>Sejumlah tokoh Golkar membantah adanya rencana Munaslub.<\/p>\n<p>Wakil Ketua Umum Golkar Nurdin Halid menyebut isu tersebut sebagai \u201chalusinasi politik.\u201d<\/p>\n<p>Ketua DPD Golkar Jakarta Basri Baco bahkan menyatakan kabar itu bertujuan memecah belah partai.<\/p>\n<p>Sikap serupa juga ditunjukkan Ketua Umum SOKSI, salah satu ormas pendiri Golkar, meski diketahui bahwa Nusron Wahid adalah bagian dari SOKSI.<\/p>\n<p>Namun demikian, dalam politik, apalagi di tubuh Golkar, yang dikenal cair dan pragmatis, tidak ada asap tanpa api.<\/p>\n<p>Jika kondisi politik terus berubah, pergantian pimpinan bukan hal yang mengejutkan.<\/p>\n<p>Setidaknya ada beberapa alasan mengapa Bahlil mulai &#8220;tak nyaman&#8221; di posisinya:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Citra Negatif di Kabinet<\/h3>\n<p>Kebijakan Bahlil sebagai Menteri Investasi dan Menteri ESDM sebelumnya dinilai merugikan rakyat kecil, termasuk pelarangan penjualan LPG 3 Kg oleh pengecer dan pemberian izin tambang di wilayah konservasi.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Loyalitas terhadap Jokowi<\/h3>\n<p>Bahlil dianggap terlalu menonjolkan kepentingan Jokowi, padahal kini Golkar berada di pemerintahan Prabowo.<\/p>\n<p>Ini membuatnya tampak tak adaptif terhadap perubahan arah kekuasaan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Kepemimpinan Internal yang Dituding Elitis<\/h3>\n<p>Banyak tokoh senior Golkar disebut disingkirkan dan diganti dengan figur-figur baru yang tidak proporsional dalam kepengurusan.<\/p>\n<p>Proses pengisian struktur juga berjalan lamban.<\/p>\n<p>Bahlil menjadi Ketua Umum Golkar melalui Munas yang dipercepat pasca mundurnya Airlangga Hartarto.<\/p>\n<p>Proses tersebut dinilai sarat tekanan politik, bahkan disebut sebagai hasil kompromi demi menyelamatkan Airlangga dari jerat hukum kasus korupsi minyak goreng.<\/p>\n<p>Jika Nusron Wahid benar-benar mendapat restu dari istana, maka kekuatannya nyaris tak terbendung.<\/p>\n<p>Dengan sokongan NU, SOKSI, dan kedekatan dengan Presiden Prabowo, peluangnya merebut kepemimpinan Golkar sangat besar.<\/p>\n<p>Sebaliknya, Bahlil makin terisolasi seiring melemahnya pengaruh Jokowi, apalagi jika Jokowi benar-benar mengambil peran formal di PSI sebagai Ketua Dewan Pembina, seperti yang diisyaratkan oleh Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.<\/p>\n<p>Pergantian Ketua Umum Golkar bukan semata soal internal partai, melainkan menyangkut konfigurasi kekuasaan nasional.<\/p>\n<p>Jika Bahlil digantikan oleh Nusron, maka Prabowo akan memegang kendali tiga kekuatan utama parlemen: Gerindra, PDIP, dan Golkar.<\/p>\n<p>Sementara Jokowi, dengan pengaruh yang makin menyusut, hanya akan menggenggam PSI, partai yang belum masuk lima besar.<\/p>\n<p>Situasi ini menunjukkan bahwa politik Indonesia pasca 2024 sedang memasuki babak baru.<\/p>\n<p>Golkar, seperti biasa, tetap menjadi pion utama dalam dinamika kekuasaan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Belum genap setahun menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia dikabarkan mulai digoyang dari jabatannya<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":452437,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[12981,274908,1066,64881,1420,242],"series":[],"class_list":["post-452436","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-bahlil-lahadalia","tag-berita","tag-golkar","tag-nusron-wahid","tag-peristiwa","tag-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/452436","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=452436"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/452436\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/452437"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=452436"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=452436"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=452436"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=452436"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}