{"id":454110,"date":"2025-08-10T21:25:05","date_gmt":"2025-08-10T14:25:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/?p=454110"},"modified":"2025-08-10T22:31:43","modified_gmt":"2025-08-10T15:31:43","slug":"potasium-ancam-laut-tapaktuan-pelajaran-dari-berau-hingga-flores-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/08\/10\/potasium-ancam-laut-tapaktuan-pelajaran-dari-berau-hingga-flores-timur\/","title":{"rendered":"Potasium Ancam Laut Tapaktuan: Pelajaran dari Berau hingga Flores Timur"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"207\" data-end=\"621\"><strong data-start=\"207\" data-end=\"223\">ACEH SELATAN<\/strong> \u2013 Gelombang biru di perairan <a title=\"Tapaktuan\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/tapaktuan\/\">Tapaktuan<\/a> menyimpan ancaman yang tak kasat mata. Di balik keelokannya, praktik penangkapan ikan dengan <a title=\"potasium\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/potasium\/\">potasium<\/a> kembali mencuat.<\/p>\n<p data-start=\"207\" data-end=\"621\">Zat kimia berbahaya ini mampu membunuh seluruh biota laut\u2014mulai dari plankton, ikan kecil, hingga terumbu karang\u2014dalam hitungan menit.<\/p>\n<p data-start=\"207\" data-end=\"621\">Lebih ironis, proses pemulihan ekosistem yang rusak akibat racun ini bisa memakan waktu puluhan tahun.<\/p>\n<p data-start=\"623\" data-end=\"1035\">Dikutip <em>HARIANACEH.co.id<\/em> dari laman <em>larasnews.com<\/em>, media online lokal Aceh Selatan, sejumlah nelayan mengaku resah.<\/p>\n<p data-start=\"623\" data-end=\"1035\">\u201cKami sudah berulang kali melapor, tapi seperti mentok. Dugaan kami ada oknum kuat yang membackup mereka,\u201d kata Tasman, nelayan Tapaktuan, Minggu (10\/8).<\/p>\n<p data-start=\"623\" data-end=\"1035\">Ia menambahkan, penggunaan potasium tak hanya menurunkan hasil tangkapan nelayan tradisional, tapi juga memicu potensi konflik horizontal di kalangan nelayan.<\/p>\n<p data-start=\"1037\" data-end=\"1506\">Fenomena ini bukan masalah lokal semata. Di Teluk Saleh, Sumbawa, penggunaan potasium pernah menghancurkan sekitar 70 persen terumbu karang.<\/p>\n<p data-start=\"1037\" data-end=\"1506\">Di Flores Timur, dua nelayan divonis 1 tahun 3 bulan penjara dan denda Rp 50 juta setelah kedapatan membawa delapan karung potasium untuk menangkap ikan.<\/p>\n<p data-start=\"1037\" data-end=\"1506\">Kasus lain di Berau, Kalimantan Timur, bahkan mengungkap potasium diduga menjadi penyebab kematian penyu dan burung laut setelah mengonsumsi ikan yang terkontaminasi racun.<\/p>\n<p data-start=\"1508\" data-end=\"1842\">Potasium bekerja cepat. Begitu disemprotkan di perairan dangkal, racun ini menyerang sistem pernapasan dan pembuluh darah ikan, membuatnya tak berdaya.<\/p>\n<p data-start=\"1508\" data-end=\"1842\">Dampaknya tidak pandang bulu\u2014ikan yang belum layak tangkap, terumbu karang yang menjadi rumah biota laut, hingga plankton sebagai sumber makanan seluruh rantai ekosistem ikut mati.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-454118 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2025\/08\/Infografis-bahaya-Potasium-553x830.jpg\" alt=\"potasium\" \/><\/p>\n<p data-start=\"1844\" data-end=\"2149\">Secara hukum, penggunaan potasium dalam penangkapan ikan adalah pelanggaran berat yang diancam hukuman hingga 6 tahun penjara dan denda miliaran rupiah. Namun, penegakan aturan di lapangan kerap terkendala, baik karena keterbatasan patroli maupun dugaan adanya perlindungan dari pihak-pihak berpengaruh.<\/p>\n<p data-start=\"2151\" data-end=\"2542\">Pemerhati lingkungan menegaskan, kasus Tapaktuan harus menjadi peringatan serius. Tanpa intervensi cepat, wilayah tangkap akan semakin tergerus.<\/p>\n<p data-start=\"2151\" data-end=\"2542\">Pemerintah daerah didorong memperluas zona konservasi, meningkatkan patroli laut, dan memperkuat peran masyarakat pengawas.<\/p>\n<p data-start=\"2151\" data-end=\"2542\">Edukasi kepada nelayan tentang bahaya potasium serta alternatif penangkapan yang ramah lingkungan juga dianggap krusial.<\/p>\n<p data-start=\"2544\" data-end=\"2865\">Pelajaran dari Berau, Flores Timur, dan Sumbawa membuktikan bahwa potasium adalah \u201cracun laut\u201d yang tidak hanya menghabisi ekosistem, tapi juga mengancam keberlanjutan ekonomi pesisir.<\/p>\n<p data-start=\"2544\" data-end=\"2865\">Tapaktuan kini berada di persimpangan: menutup mata hingga lautnya terkuras, atau bertindak cepat demi masa depan laut dan nelayannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gelombang biru di perairan Tapaktuan menyimpan ancaman yang tak kasat mata. Di balik keelokannya, praktik penangkapan ikan dengan potasium kembali mencuat<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":454116,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[1],"tags":[325464,325465,3648,66349,325462,325463],"series":[],"class_list":["post-454110","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-perairan-tapaktuan","tag-tapaktuan","tag-aceh-selatan","tag-potasium","tag-bahaya-potasium","tag-merusak-ekosistem-laut"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/454110","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=454110"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/454110\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/454116"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=454110"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=454110"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=454110"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=454110"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}