{"id":454533,"date":"2025-08-12T15:39:36","date_gmt":"2025-08-12T08:39:36","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/?p=454533"},"modified":"2025-08-13T18:00:31","modified_gmt":"2025-08-13T11:00:31","slug":"detik-detik-penenggelaman-israel-telah-tiba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/08\/12\/detik-detik-penenggelaman-israel-telah-tiba\/","title":{"rendered":"Detik-detik Penenggelaman Israel Telah Tiba"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong> \u2013 Hari Jumat 8 Agustus 2025 menjadi hari yang bersejarah. Perdana Menteri <a title=\"Israel \" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/israel\/\">Israel<\/a>, <a title=\"Benjamin Netanyahu \" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/benjamin-netanyahu\/\">Benyamin Netanyahu<\/a>, mengumumkan hasil rapat dengan parlemen bahwa Israel memutuskan untuk mengambil alih secara penuh <a title=\"Gaza \" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/gaza\/\">Gaza<\/a> dengan mengerahkan kekuatan militer besar-besaran sebagai pukulan pamungkas.<\/p>\n<p>Keputusan ini agaknya dipengaruhi oleh keadaan Gaza yang semakin lemah. Perang sudah berlangsung hampir dua tahun. Infrastruktur di Gaza sudah hancur. Penduduk Gaza dibuat kelaparan parah oleh Israel sebagai bentuk upaya pelemahan sistematis. Para pejuang pasti mengalami kelaparan juga. Amunisi pejuang juga makin menipis. Dan yang paling penting, 75% wilayah Gaza sudah dikuasai Israel.<\/p>\n<p>Perjalanan panjang menguasai Gaza dan menaklukkan pejuang dalam pandangan Israel sudah sangat dekat dengan tujuan akhir. Ibarat mendaki gunung, puncaknya sudah sangat dekat, sudah terlihat dengan jelas, sepertinya tinggal beberapa langkah lagi akan sampai. Inilah waktu terbaik bagi Israel untuk memberi pukulan paling mematikan kepada Hamas dan teman-temannya.<\/p>\n<p>Para pemimpin Israel sepertinya sedang dalam puncak nafsu, lupa daratan. Bagi mereka momentum ini tak akan terulang. Untuk mencapai kondisi selemah ini Israel juga sudah berkorban banyak. Ribuan tentaranya tewas, ekonominya hancur, dukungan internasional pudar, dan konflik internal kian tajam. Pengorbanan sebesar ini alangkah sayang jika tak dilanjutkan dengan penguasaan Gaza secara total. Toh hanya memerlukan beberapa langkah pamungkas. Mereka sudah tidak sabar merasakan hari kemenangan gemilang itu, lalu tersenyum puas dan berpesta meriah.<\/p>\n<h3>Hari Naas Firaun Merupakan Hari Paling Optimisnya<\/h3>\n<p>Firaun pernah merasakan gelora nafsu yang membuncah seperti itu. Nafsu untuk menghabisi Musa as dan pengikutnya dengan tuntas tanpa tersisa satupun. Firaun dalam posisi \u201cpasti menang\u201d sedangkan Musa as dan penggikutnya \u201cpasti kalah\u201d secara kalkulasi politik militer.<\/p>\n<p>Peristiwa ini dikisahkan Al-Qur\u2019an dengan sangat dramatis. Musa as membawa pengikutnya untuk melarikan diri dari Mesir setelah melewati rangkaian konflik panjang di dalam Mesir. Sudah tidak bisa lagi bertahan lebih lama di Mesir. Inilah upaya paling logis untuk menyelamatkan Bani Israel dari kezaliman Firaun.<\/p>\n<p>Tentu saja Firaun tak membiarkan mereka lari begitu saja. Bagi Firaun, mereka pindah ke manapun akan tetap menjadi ancaman bagi Mesir. Firaun melihat larinya mereka sebagai peluang terakhir menghabisi mereka secara total. Jika ditunda, momentum lepas. Ketika mereka sudah pindah jauh, akan lebih sulit bagi Mesir untuk mengejar mereka. Apalagi jika di tempat baru mereka diikuti lebih banyak orang, lalu makin kuat. Cepat atau lambat akan menjadi ancaman bagi kedaulatan Mesir.<\/p>\n<p>Firaun memutuskan untuk mengejar lalu menumpas mereka hingga punah. Disiapkan pasukan dengan senjata lengkap untuk mengejar mereka, dan Firaun ikut turun \u2013 barangkali untuk lebih memuaskan dendam. Tatkala Musa as dan pengikutnya sudah tampak dari kejauhan, Firaun makin yakin hari kemenangan gemilang itu akan segera tiba. Bahkan ketika tiba-tiba laut terbelah, lalu menjadi jalur pelarian bagi Bani Israel, Firaun sudah kadung nafsu. Tanpa ragu ia memutuskan untuk mengejar, dengan mengabaikan resiko jika laut itu kembali menutup. Ia sudah lupa daratan, terlalu berambisi untuk menghabisi lawan. Persis seperti Netanyahu.<\/p>\n<p><em>Ketika kedua kelompok (barisan Musa a.s. dan barisan Firaun) itu saling melihat, para pengikut Musa berkata, \u201cSesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.\u201d 62. Dia (Musa) berkata, \u201cTidak! Sesungguhnya Tuhanku bersamaku. Dia akan menunjukiku.\u201d 63. Lalu, Kami wahyukan kepada Musa, \u201cPukullah laut dengan tongkatmu itu.\u201d Maka, terbelahlah (laut itu) dan setiap belahan seperti gunung yang sangat besar. 64. Di sanalah Kami dekatkan jarak dengan kelompok yang lain (Firaun dan bala tentaranya). 65. Maka Kami selamatkan Musa dan semua orang yang bersamanya. 66. Kemudian, Kami tenggelamkan kelompok yang lain (Firaun dan bala tentaranya). 67. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. (Asy-Syu\u2019ara\u2019\/26:61-67)<\/em><\/p>\n<p>Kondisi psikologis para pemimpin Israel saat ini mirip dengan kondisi psikologis Firaun dan para pejabatnya saat itu. Sama-sama sedang dimabuk nafsu melampiaskan dendam kesumat. Pencapaian 75% penguasaan wilayah Gaza itu sungguh sayang jika dihentikan. Seolah Allah sedang mengundang Israel untuk masuk dalam jebakan yang akan menenggelamkan mereka semua. Mereka sedang berada di puncak optimisme kemenangan gemilang, padahal dalam rencana taqdir Ilahi, mereka sejatinya sedang berjalan menuju jurang kebinasaan.<\/p>\n<p>Benar saja, ketika Firaun terlalu bernafsu dan mengabaikan resiko laut akan menutup kembali, mareka akhirnya benar-benar digulung laut tersebut. Kita yakin, nafsu para pemimpin Israel untuk menghabisi Gaza dengan mengabaikan peringatan dari seluruh dunia bahkan dari rakyatnya sendiri yang khawatir akan kematian para sandera tersisa, pasti haqul yaqin akan berakhir menjadi malapetaka kehancuran buat Israel. Sebuah sunnatullah yang pasti akan terulang, \u201cdan kamu tidak akan mendapati sunnatullah itu berubah\u201d \u2013 <em>wa lan tajida lisunnatillahi tabdila<\/em>.<\/p>\n<p>Mengapa kita berani menyimpulkan dengan begitu yakin, tak ada keraguan sedikitpun? Jawabannya, karena perilaku rezim Israel terhadap pribumi pemilik tanah sama persis dengan perilaku Firaun terhadap Bani Israel zaman itu. Umat Islam Palestina pemilik sah tanah, lalu dibantai dan diusir dengan tanpa kesalahan. Semua kezaliman yang dilakukan Firaun saat itu, sama persis dilakukan oleh Israel hari ini, bahkan lebih parah. Pertarungan antara kaum zalim melawan kaum tertindas jika kaum tertindasnya sabar dan istiqamah di atas kebenaran, pasti akan diberi kemenangan oleh Allah. Ini merupakan sunnatullah yang tak akan pernah berubah.<\/p>\n<p>Dan jika kita bahas sunnatullah ini dari sisi berbeda \u2013 sisi korban \u2013 juga akan menghasilkan kesimpulan yang sama. Simak ayat ini: <em>Sehingga, apabila para rasul tidak memiliki harapan lagi (putus asa) dan meyakini bahwa mereka benar-benar telah didustakan, datanglah kepada mereka pertolongan Kami, lalu diselamatkanlah orang yang Kami kehendaki. Siksa Kami tidak dapat ditolak dari kaum pendosa. (Yusuf\/12:110)<\/em><\/p>\n<p>Ayat ini merupakan narasi sunnatullah yang pasti akan terjadi. Sunnatullah yang berlaku pada orang yang mengusung kebenaran \u2013 ayat ini melambangkannya dengan rasul. Ketika para rasul sampai pada jalan buntu, tak tahu harus melakukan apa dalam menghadapi kaumnya yang mendustakan mereka dan menebar teror, barulah pertolongan Allah akan turun. Titik buntu itu disebut dengan titik putus asa oleh ayat. Jika sudah sampai titik itu, terjadilah ending yang dramatis; kezaliman hancur dan kebenaran menang.<\/p>\n<p>Gaza yang sudah 75% dikuasai Israel, kelaparan kian parah, nyaris seluruh bangunan sudah hancur, para pejuang sudah kelelahan berperang, senjata kian menipis, dan bantuan dari negeri-negeri Arab juga makin menjauh, tak ada yang bisa membantah bahwa inilah kondisi jalan buntu itu. Allah memang menunggu perjalanan para pengusung kebenaran untuk sampai titik buntu, tatkala analisa akal sudah mentok dan semua upaya rasanya sudah tak ada hasil. Nah jika kondisi ini sudah tercapai, pertolongan Allah akan datang dengan ajaib dan dramatis, semua mata dengan mudah akan melihat gambar kuasa Allah tersebut.<\/p>\n<p>Kita yakin \u2013 haqqul yaqin \u2013 dengan sunnatullah ini. Karena memang sunnatullah ini sudah pernah terjadi. Yaitu pada Musa as, yang meyakini sunnatullah ini tanpa ragu sedikitpun. Lihatlah tatkala Musa as dikomplain oleh pengikutnya dengan kalimat yang tersirat nada keputus-asaan. Komplain ini terjadi saat Musa as bersama pengikutnya eksodus dari Mesir. Ketika kedua kelompok (barisan Musa as yang dikejar dan barisan Firaun yang mengejar) itu saling melihat, para pengikut Musa as berkata, \u201cSesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.\u201d (lihat ayat 61 di atas)<\/p>\n<p>Kalimat \u201cSesungguhnya kita benar-benar akan tersusul\u201d menyiratkan nada memelas, bahwa kita pasti akan ditangkap semua. Sementara track-record kebengisan Firaun sudah terkenal. Ia pasti akan membantai dengan tanpa belas kasihan kepada semua yang tertangkap tanpa kecuali. Pasti ia melakukannya dengan brutal tanpa peri kemanusiaan. Sungguh bayang-bayang horor yang mengerikan.<\/p>\n<p>Lalu bagaimana Musa as menjawab \u201ccurhat\u201d pengikutnya tersebut? Inilah jawabannya, yaitu di ayat 62. Dia (Musa) berkata, \u201cTidak! Sesungguhnya Tuhanku bersamaku. Dia pasti akan menunjukiku (jalan keluarnya).\u201d.<\/p>\n<p>Musa as seorang pemimpin yang tangguh, yakin dan pemberani. Kalimat pengikutnya itu tak membuatnya terpengaruh, lalu menjadi gentar. Tapi ia balikkan dengan nada optimisme. Bukan hanya optimisme bombastis tanpa dasar, tapi dasarnya sangat jelas: Keyakinan bulat secara aqidah akan pertolongan Allah karena ia berada di jalan yang benar. Bahwa Allah tak akan membiarkannya dihinakan oleh Firaun, pasti akan Allah tolong, meski entah dengan cara apa dan waktunya kapan. Soal cara dan waktu itu bukan urusan kita, tapi urusan Allah. Urusan kita hanya berusaha dan yakin.<\/p>\n<p>Ternyata keyakinan Musa as terbukti. Dengan cara yang menakjubkan, di waktu yang akurat, tak lebih tak kurang. Andaikan waktunya telat dalam membelah laut, keburu kesusul Firaun. Andaikan telat dalam menutup kembali, Firaun dan bala tentaranya keburu sampai daratan. Andaikan terlalu cepat dalam menutup, rombongan Musa as belum lagi sampai daratan akhirnya malah tenggelam. Karena itu, biarkan Allah tentukan kapan waktunya dan bagaimana caranya. Urusan kita hanya berusaha \u2013 maksudnya meladeni perang lawan rezim Israel \u2013 lalu yakin akan ditolong oleh Allah.<\/p>\n<h3>Kali Ini Rasanya Sudah Sampai Titik Itu<\/h3>\n<p>Kita yang menyaksikan perang Gaza dari hari ke hari hingga hampir dua tahun, selalu bertanya-tanya dalam hati, \u201cKapan drama ini akan berakhir?\u201d. Juga pertanyaan, \u201cBagaimana bentuk kehancuran Israel, dan bagaimana kemenangan Gaza?\u201d. Semuanya menggelayut sulit dibayangkan.<\/p>\n<p>Jika mengikuti sunnatullah yang diterangkan ayat di atas:<\/p>\n<p>Sehingga, apabila para rasul tidak memiliki harapan lagi (putus asa) dan meyakini bahwa mereka benar-benar telah didustakan, datanglah kepada mereka pertolongan Kami, lalu diselamatkanlah orang yang Kami kehendaki. Siksa Kami tidak dapat ditolak dari kaum pendosa. (Yusuf\/12:110)<br \/>\nMaka ada dua tanda akan datangnya pertolongan Allah yang akan memenangkan rasul-Nya dan menghancurkan musuh-Nya.<\/p>\n<p>Pertama: Para Rasul sampai pada titik putus asa. Ini rasanya sudah terpenuhi di Gaza. Sudah nyaris mati kelaparan atau mati karena pembantaian. Keluar tidak bisa, yang dari luar juga tidak bisa masuk. Benar-benar <em>killing zone<\/em>.<\/p>\n<p>Kedua: Mereka benar-benar telah didustakan. Maksudnya, disalahkan. Bahkan dihujat. Kondisi ini ternyata juga sudah terjadi, belum lama ini.<\/p>\n<p>Berikut ini kutipan berita CNN Indonesia:<\/p>\n<p>Sejumlah negara Arab termasuk Qatar, Mesir dan Arab Saudi untuk pertama kalinya mengecam serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 lalu. Negara-negara tersebut juga meminta Hamas melucuti senjata dan mengakhiri kekuasaan mereka di Gaza.<\/p>\n<p>Serangan Hamas dua tahun lalu itu disebut memicu agresi brutal Israel ke Jalur Gaza Palestina hingga hari ini yang telah menewaskan lebih dari 60 ribu warga Palestina.<\/p>\n<p>Kecaman negara-negara Arab ini tertuang dalam Deklarasi New York, yang merupakan hasil pertemuan dan Konferensi Tingkat Tinggi Internasional mengenai Implementasi Solusi Dua Negara di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, pada Senin (28\/7) sampai Rabu (30\/7).<\/p>\n<p>Hal yang mengejutkan, Indonesia ikut hadir dalam konferensi itu. Maknanya, negara-negara Arab sudah berani menampakkan sikap aslinya yang selam ini ditutupi. Menegaskan posisinya yang lebih berpihak kepada otoritas Palestina dibanding kepada para pejuang Gaza. Dan negara-negara muslim non Arab, yang setidaknya diwakili Indonesia, juga sudah ikut serta. Itu artinya dunia Islam sudah fix tidak bisa diharapkan untuk membantu Gaza. Alih-alih membantu, mereka malah kompak mengecam.<\/p>\n<p>Berarti perjuangan Gaza sudah sampai pada dua syarat itu. Pertama, didustakan oleh teman-temannya sendiri. Yaitu kecaman dari dunia Islam terhadap Hamas pada 30 Juli 2025. Kedua, para pejuang seolah tinggal menunggu palu godam terkhir dari militer Israel, dengan keluarnya pengumuman Netanyahu pada Jumat 8 Agustus 2025 tersebut. Praktis mereka tinggal punya Allah tempat bergantung, seluruh usaha sudah mentok, sudah sampai pada titik putus asa.<\/p>\n<p>Terpenuhinya dua syarat ini terjadi hampir bersamaan, hanya selisih 8 hari. Jika kita melihat tanda alam ini, rasanya akan segera terjadi peristiwa besar dan dramatis, seperti peristiwa penenggelaman Firaun dan bala tentaranya saat itu. Tapi hanya Allah yang tahu kapan waktunya, dan bagaimana bentuknya. Kita yakin sepenuhnya bahwa pertolongan Allah itu sedang berproses, tak ada keraguan sedikitpun. Sambil kita terus mendoakan dengan sepenuh harapan semoga para pejuang mendapat karunia kesabaran hingga tibanya janji Allah. Wallahul-musta\u2019an.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari Jumat 8 Agustus 2025 menjadi hari yang bersejarah. Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, mengumumkan hasil rapat dengan parlemen bahwa Israel memutuskan untuk mengambil alih secara penuh Gaza<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":454537,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[36,278],"tags":[20411,334,3461,10010],"series":[],"class_list":["post-454533","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional","category-palestina","tag-islam","tag-israel","tag-gaza","tag-hamas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/454533","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=454533"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/454533\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/454537"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=454533"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=454533"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=454533"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=454533"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}