{"id":454619,"date":"2025-08-12T22:17:00","date_gmt":"2025-08-12T15:17:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/08\/12\/yaqut-resmi-dicekal-kpk-dalami-sk-kontroversialnya-siapa-bos-besar-beri-perintah\/"},"modified":"2025-08-13T13:54:27","modified_gmt":"2025-08-13T06:54:27","slug":"yaqut-resmi-dicekal-kpk-dalami-sk-kontroversialnya-siapa-bos-besar-beri-perintah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/08\/12\/yaqut-resmi-dicekal-kpk-dalami-sk-kontroversialnya-siapa-bos-besar-beri-perintah\/","title":{"rendered":"Yaqut Resmi Dicekal, KPK Dalami SK Kontroversialnya: Siapa &#8216;Bos Besar&#8217; Beri Perintah?"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Penyelidikan skandal korupsi <a title=\"kuota haji\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kuota-haji\/\">kuota haji<\/a> di Kementerian Agama kini memasuki babak baru yang jauh lebih panas. Komisi Pemberantasan Korupsi (<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpk\/\">KPK<\/a>) tidak hanya berhenti pada tanda tangan mantan Menteri Agama <a title=\"Yaqut Cholil Qoumas\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/yaqut-cholil-qoumas\/\">Yaqut Cholil Qoumas<\/a>, melainkan kini tengah mendalami proses penyusunan Surat Keputusan (SK) kontroversial yang menjadi biang keladi kerugian negara Rp 1 triliun tersebut.<\/p>\n<p>Penyidik kini membidik pertanyaan krusial; Apakah Gus Yaqut bertindak sendiri, atau ada perintah dari atasan yang lebih tinggi?<\/p>\n<p>Sebagai langkah pengamanan, ruang gerak Gus Yaqut kini resmi dipotong. KPK telah memberlakukan larangan bepergian ke luar negeri terhadapnya selama enam bulan ke depan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Siapa Otak di Balik SK &#8216;Perampok&#8217; Kuota Haji?<\/h3>\n<p>Plt Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, secara blak-blakan mengungkapkan bahwa fokus penyidik kini adalah membongkar siapa dalang di balik terbitnya SK Menteri Agama Nomor 130 Tahun 2024. SK inilah yang secara terang-terangan melanggar undang-undang dengan mengubah formula pembagian kuota haji tambahan.<\/p>\n<p>\u201cTentunya kami harus mencari bukti-bukti lain yang menguatkan, dan juga kami akan memperdalam bagaimana proses dari SK itu terbit,&#8221; kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (12\/8\/2025).<\/p>\n<p>KPK tidak menelan mentah-mentah bahwa SK tersebut murni inisiatif seorang menteri. Asep menyebut pihaknya tengah menelusuri apakah SK itu disusun sendiri oleh Gus Yaqut atau hanya disodorkan untuk ditandatangani.<\/p>\n<p>\u201cAda yang menyusun SK itu, kemudian di istilahnya disodorkanlah kepada yang bersangkutan untuk ditandatangan. Nah, ini yang sedang kami dalami,\u201d ujar Asep.<\/p>\n<p>Lebih jauh lagi, KPK kini mencari jejak perintah dari level tertinggi.<\/p>\n<p>\u201cJadi kami lihat seperti tadi di awal, itu siapa yang memberi perintah. Apakah ada yang lebih tinggi dari itu kemudian memberi perintah atau bagaimana? Nah, itu yang sedang kami dalami,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Penyidik akan menelusuri alur pembuatan SK ini dari bawah, mulai dari tingkat dirjen di Kemenag, untuk memastikan apakah usulan pembagian 50:50 ini merupakan inisiatif dari bawah (bottom-up) atau perintah dari atas (top-down).<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Gus Yaqut Dicekal ke Luar Negeri<\/h3>\n<p>Untuk memastikan proses penyidikan berjalan lancar, KPK telah mengambil langkah tegas. Gus Yaqut bersama dua orang lainnya, yakni eks Staf Khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Aziz (IAA) dan seorang pihak swasta berinisial FHM, resmi dicekal ke luar negeri.<\/p>\n<p>\u201cBahwa pada tanggal 11 Agustus 2025, KPK telah mengeluarkan Surat Keputusan tentang larangan bepergian ke luar negeri terhadap tiga orang,&#8221; kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.<\/p>\n<p>&#8220;Keputusan ini berlaku untuk enam bulan ke depan.\u201d<\/p>\n<p>Sebelumnya, KPK telah menaikkan status kasus ini ke tahap penyidikan setelah memeriksa Gus Yaqut selama lima jam. Lembaga antirasuah ini juga telah mengumumkan bahwa perhitungan awal kerugian negara akibat skandal ini mencapai angka yang fantastis.<\/p>\n<p>\u201cDalam perkara ini, hitungan awal, dugaan kerugian negaranya lebih dari Rp 1 triliun,&#8221; ungkap Budi Prasetyo.<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/454619?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyelidikan skandal korupsi kuota haji di Kementerian Agama kini memasuki babak baru yang jauh lebih panas. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hanya berhenti pada tanda tangan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":454620,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"kpk","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[5281,6769,15416,41950,274908,231,1420],"series":[],"class_list":["post-454619","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-komisi-pemberantasan-korupsi","tag-korupsi","tag-yaqut-cholil-qoumas","tag-kuota-haji","tag-berita","tag-kpk","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/454619","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=454619"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/454619\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/454620"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=454619"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=454619"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=454619"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=454619"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}