{"id":454999,"date":"2025-08-14T11:52:03","date_gmt":"2025-08-14T04:52:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/?p=454999"},"modified":"2025-08-15T11:37:56","modified_gmt":"2025-08-15T04:37:56","slug":"mengurai-dugaan-satu-pintu-di-pu-perkim-aceh-potongan-hingga-50-persen-tender-dikondisikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/08\/14\/mengurai-dugaan-satu-pintu-di-pu-perkim-aceh-potongan-hingga-50-persen-tender-dikondisikan\/","title":{"rendered":"Mengurai Dugaan \u201cSatu Pintu\u201d di PU Perkim Aceh: Potongan Hingga 50 Persen, Tender Dikondisikan"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"977\" data-end=\"1307\"><strong data-start=\"977\" data-end=\"993\">BANDA ACEH \u2013 <\/strong>Sebuah potret buram pemerintahan kembali mencuat dari Aceh. Di tengah statusnya sebagai salah satu provinsi termiskin di Indonesia, dugaan praktik <a title=\"korupsi\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/korupsi\/\">korupsi<\/a>, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan <a title=\"Dinas Pekerjaan Umum\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/dinas-pekerjaan-umum\/\">Dinas Pekerjaan Umum<\/a> dan Perumahan Rakyat serta Kawasan Permukiman (PU <a title=\"Perkim\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/perkim\/\">Perkim<\/a>) Aceh kini menjadi sorotan tajam.<\/p>\n<p data-start=\"1309\" data-end=\"1644\">Kisah ini mencuat usai peristiwa pada 12 Agustus 2025 yang viral di media sosial. Peristiwa tersebut mengungkap keluhan publik terhadap buruknya pelayanan di dinas tersebut. Namun, laporan warga tidak berhenti pada persoalan pelayanan\u2014ia membuka kotak Pandora dugaan \u201c<a title=\"industri pungli\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/industri-pungli\/\">industri pungli<\/a>\u201d yang sudah berjalan sistematis bertahun-tahun.<\/p>\n<h3 data-start=\"1651\" data-end=\"1697\">Pola \u201cSatu Pintu\u201d yang Mengunci Proyek<\/h3>\n<p data-start=\"1698\" data-end=\"2103\">Berdasarkan keterangan narasumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan, seluruh kegiatan besar di <a title=\"PU Perkim Aceh\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pu-perkim-aceh\/\">PU Perkim Aceh<\/a> dikendalikan dengan mekanisme tidak resmi yang disebut <strong data-start=\"1877\" data-end=\"1893\">\u201c<a title=\"satu pintu\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/satu-pintu\/\">satu pintu<\/a>\u201d<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"1698\" data-end=\"2103\">Pusat kendali itu diduga berada pada satu orang Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) berinisial IL, yang mengelola empat bidang sekaligus. IL dibantu oleh empat Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).<\/p>\n<p data-start=\"2105\" data-end=\"2252\">\u201cBayangkan saja, proyek bernilai ratusan miliar rupiah hanya dikelola oleh lima orang. Semua keputusan mengalir dari satu meja,\u201d ujar sumber itu sambil menarik sebatang rokok saat berbincang-bincang dengan Jurnalis <em>HARIANACEH.co.id<\/em>.<\/p>\n<p data-start=\"2254\" data-end=\"2626\">Kata dia, sambungnya lagi. Dalam praktiknya, pola ini memudahkan pengendalian penuh terhadap siapa yang akan mengerjakan proyek\u2014baik kontraktor maupun konsultan. Tender umum nyaris tak pernah dilakukan. Sebaliknya, proyek disalurkan melalui penunjukan langsung, e-katalog, atau <em>repeat order<\/em> (RO).<\/p>\n<p data-start=\"2254\" data-end=\"2626\">Ketiga sistem ini, menurut narasumber, \u201cmudah sekali dikondisikan\u201d oleh orang dalam.<\/p>\n<h3 data-start=\"2633\" data-end=\"2693\"><strong data-start=\"2637\" data-end=\"2693\">Tarif Pungutan: Dari Pokir Dewan hingga Rumah Dhuafa<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"2694\" data-end=\"2821\">Lebih jauh, investigasi ini mengungkap adanya dugaan pungutan liar (<a title=\"pungli\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pungli\/\">pungli<\/a>) dengan tarif bervariasi, tergantung jenis kegiatan:<\/p>\n<ul data-start=\"2823\" data-end=\"3204\">\n<li data-start=\"2823\" data-end=\"2903\">\n<p data-start=\"2825\" data-end=\"2903\"><strong data-start=\"2825\" data-end=\"2864\">Proyek Pokok Pikiran (Pokir) Dewan yang ada di Dinas:<\/strong> dikenakan <strong data-start=\"2875\" data-end=\"2900\">5% <\/strong>s\/d <strong>10%<\/strong> dari nilai kontrak oleh oknum pegawai Dinas PU Perkim.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2904\" data-end=\"2975\">\n<p data-start=\"2906\" data-end=\"2975\"><strong data-start=\"2906\" data-end=\"2925\">Proyek Reguler:<\/strong> potongan <strong data-start=\"2935\" data-end=\"2972\">15% <\/strong>hingga<strong data-start=\"2935\" data-end=\"2972\"> 30% <\/strong>dari nilai kontrak.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2976\" data-end=\"3041\">\n<p data-start=\"2978\" data-end=\"3041\"><strong data-start=\"2978\" data-end=\"3007\">Pembangunan Rumah Dhuafa:<\/strong> pungutan <strong data-start=\"3017\" data-end=\"3038\">Rp7 <\/strong>juta per unit.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3042\" data-end=\"3122\">\n<p data-start=\"3044\" data-end=\"3122\"><strong data-start=\"3044\" data-end=\"3069\">Konsultan Pengawasan:<\/strong> potongan <strong data-start=\"3079\" data-end=\"3105\">40% <\/strong>dari nilai kontrak setelah pajak.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3123\" data-end=\"3204\">\n<p data-start=\"3125\" data-end=\"3204\"><strong data-start=\"3125\" data-end=\"3151\">Konsultan Perencanaan:<\/strong> potongan <strong data-start=\"3161\" data-end=\"3187\">50% <\/strong>dari nilai kontrak setelah pajak.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3206\" data-end=\"3359\">Tidak berhenti di situ, setiap kontraktor juga dikenakan pungutan uang kontrak mulai dari Rp2 juta hingga Rp30 juta, tergantung besaran proyek.<\/p>\n<p data-start=\"3361\" data-end=\"3418\">Pungutan tambahan berlaku pada berbagai tahap, seperti:<\/p>\n<ul data-start=\"3419\" data-end=\"3668\">\n<li data-start=\"3419\" data-end=\"3493\">\n<p data-start=\"3421\" data-end=\"3493\">Uang untuk PPTK: jumlahnya menyesuaikan nilai dan jenis pekerjaan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3494\" data-end=\"3564\">\n<p data-start=\"3496\" data-end=\"3564\">Proses amprahan invoice: antara Rp1 juta hingga Rp20 juta.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3565\" data-end=\"3668\">\n<p data-start=\"3567\" data-end=\"3668\">Tanda tangan KPA saat kontrak atau amprahan invoice: tarifnya hasil \u201cnegosiasi\u201d dengan rekanan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3670\" data-end=\"3958\">Seorang kontraktor lokal yang pernah terlibat proyek di PU Perkim menyebut, total potongan yang mereka tanggung bisa mencapai lebih dari setengah nilai kontrak.<\/p>\n<p data-start=\"3670\" data-end=\"3958\">\u201cKalau dihitung-hitung, biaya realisasi tinggal sedikit. Akibatnya, kualitas pekerjaan banyak yang asal-asalan,\u201d katanya.<\/p>\n<h3 data-start=\"3965\" data-end=\"4007\"><strong data-start=\"3969\" data-end=\"4007\">Kepala Dinas Dijuluki \u201c<em>Golden Boy<\/em>\u201d<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"4008\" data-end=\"4308\">Semua aktivitas itu, menurut sumber internal, diketahui bahkan direstui oleh Kepala Dinas PU Perkim Aceh. Pejabat tersebut di lingkaran pemerintahan dikenal dengan julukan <strong data-start=\"4184\" data-end=\"4200\">\u201c<a title=\"Golden Boy\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/golden-boy\/\"><em>Golden Boy<\/em><\/a>\u201d<\/strong>\u2014istilah yang, menurut pegawai, merujuk pada statusnya yang dianggap kebal dari rotasi jabatan atau teguran.<\/p>\n<p data-start=\"4310\" data-end=\"4590\">Praktik ini, kata sumber lagi, tidak hanya membuat proyek bermasalah dari sisi kualitas, tetapi juga memusatkan perputaran uang APBA di tangan segelintir orang.<\/p>\n<p data-start=\"4310\" data-end=\"4590\">\u201cBayangkan, dari total penduduk Aceh 5,55 juta jiwa, uang miliaran itu cuma mutar di kantong beberapa orang,\u201d ujarnya.<\/p>\n<h3 data-start=\"4597\" data-end=\"4636\"><strong data-start=\"4601\" data-end=\"4636\">Aceh Termiskin, Oknum Kaya Raya<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"4637\" data-end=\"5029\">Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Aceh masih berada di peringkat bawah dalam hal kesejahteraan. Salah satu penyebabnya: minimnya sektor industri dan pabrik yang bisa menggerakkan ekonomi rakyat.<\/p>\n<p data-start=\"4637\" data-end=\"5029\">Perputaran uang terbesar ada pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA). Namun, bila anggaran itu dikuasai oleh jaringan rente, akses ekonomi publik semakin tercekik.<\/p>\n<p data-start=\"5031\" data-end=\"5206\">\u201cTidak heran kalau lihat orang dinas punya mobil mewah dan rumah mentereng. Mereka bukan pengusaha, tapi gaya hidupnya seperti konglomerat,\u201d kata aktivis antikorupsi Sulaiman Datu yang saat ini menjadi Ketua Harian <em>Corruption Investigation Committee<\/em> (CIC) .<\/p>\n<p data-start=\"5239\" data-end=\"5552\">Kondisi ini memicu kekhawatiran akan lahirnya ketegangan sosial. Sejarah Aceh mencatat, ketidakadilan ekonomi menjadi salah satu pemicu konflik bersenjata di masa lalu.<\/p>\n<p data-start=\"5239\" data-end=\"5552\">\u201cKalau rakyat sudah terlalu terhimpit, potensi ledakan sosial itu ada. Pemerintah pusat harus sadar,\u201d ujar Sulaiman Datu.<\/p>\n<h3 data-start=\"5559\" data-end=\"5603\"><strong data-start=\"5563\" data-end=\"5603\">Gubernur Aceh Diminta Bergerak<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"5604\" data-end=\"5715\">Desakan publik mengalir deras, meminta Gubernur Aceh harus bertindak cepat dan tegas.<\/p>\n<p data-start=\"5604\" data-end=\"5715\">Tuntutan yang muncul antara lain:<\/p>\n<ol data-start=\"5716\" data-end=\"6043\">\n<li data-start=\"5716\" data-end=\"5802\">\n<p data-start=\"5719\" data-end=\"5802\">Memberhentikan Kepala Dinas PU Perkim Aceh dan melakukan evaluasi menyeluruh.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5803\" data-end=\"5930\">\n<p data-start=\"5806\" data-end=\"5930\">Meninjau ulang penunjukan pejabat eselon 1, 2, dan 3 dengan memperhatikan integritas, bukan sekadar loyalitas politik.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5931\" data-end=\"6043\">\n<p data-start=\"5934\" data-end=\"6043\">Menghentikan sistem satu pintu yang memberi keleluasaan pada oknum tertentu untuk mengendalikan proyek.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"6045\" data-end=\"6150\">\u201cKalau gubernur diam, publik akan menilai ada pembiaran,\u201d kata Sulaiman Datu.<\/p>\n<h3 data-start=\"6157\" data-end=\"6187\"><strong data-start=\"6161\" data-end=\"6187\">Praktik Pinjam Bendera<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"6188\" data-end=\"6466\">Modus lain yang terungkap adalah diduga pegawai dinas PU Perkim Aceh mengerjakan proyek menggunakan perusahaan pinjaman.<\/p>\n<p data-start=\"6188\" data-end=\"6466\">\u201cArtinya, dari hulu ke hilir mereka yang atur. Mereka yang tanda tangan, mereka yang kerja, mereka juga yang terima uangnya,\u201d ujar salah seorang kontraktor yang juga mengaku kepada Jurnalis <em>HARIANACEH.co.id<\/em> saat dimintai tanggapan di momen yang terpisah.<\/p>\n<p data-start=\"6468\" data-end=\"6614\">Praktik ini jelas melanggar prinsip pengadaan barang dan jasa, serta berpotensi memunculkan konflik kepentingan (<em>conflict of interest<\/em>) yang fatal.<\/p>\n<h3 data-start=\"6621\" data-end=\"6645\"><strong data-start=\"6625\" data-end=\"6645\">Seruan untuk KPK<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"6646\" data-end=\"6944\">Sulaiman Datu selaku Ketua Harian CIC menyerukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun langsung ke Aceh.<\/p>\n<p data-start=\"6646\" data-end=\"6944\">\u201cKPK harus segera OTT (operasi tangkap tangan) atau setidaknya melakukan supervisi. Kalau hanya menunggu laporan resmi, jaringan ini keburu mengamankan bukti,\u201d tegas Sulaiman Datu.<\/p>\n<p data-start=\"6946\" data-end=\"7127\">Sulaiman Datu juga mendorong Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit seluruh proyek PU Perkim Aceh dalam tiga tahun terakhir.<\/p>\n<h3 data-start=\"7134\" data-end=\"7176\"><strong data-start=\"7138\" data-end=\"7176\">Ketiadaan Tender, Kualitas Merosot<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"7177\" data-end=\"7616\">Hilangnya mekanisme tender umum berarti hilangnya kompetisi sehat. Proyek jatuh ke tangan pihak yang sudah \u201cdisetujui\u201d sejak awal.<\/p>\n<p data-start=\"7177\" data-end=\"7616\">Kontraktor yang mau membayar komitmen <em>fee<\/em> akan mendapat pekerjaan, sementara yang menolak akan tersingkir.<\/p>\n<p data-start=\"7177\" data-end=\"7616\">Akibatnya, kualitas pekerjaan sering kali buruk. Beberapa proyek rumah dhuafa, misalnya, dilaporkan cepat rusak karena penggunaan material murah untuk menutup margin yang tergerus pungutan.<\/p>\n<p data-start=\"7647\" data-end=\"7699\">Jika pola ini terus berlangsung, dampaknya meluas:<\/p>\n<ul data-start=\"7700\" data-end=\"7995\">\n<li data-start=\"7700\" data-end=\"7776\">\n<p data-start=\"7702\" data-end=\"7776\">Infrastruktur dibangun dengan kualitas rendah, sehingga cepat rusak.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7777\" data-end=\"7832\">\n<p data-start=\"7779\" data-end=\"7832\">Kepercayaan publik terhadap pemerintah Aceh yang dipimpin Muzakir Manaf dan Fadhlullah menurun.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7833\" data-end=\"7927\">\n<p data-start=\"7835\" data-end=\"7927\">Ekonomi lokal tidak bergerak karena dana pembangunan hanya dinikmati segelintir orang.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7928\" data-end=\"7995\">\n<p data-start=\"7930\" data-end=\"7995\">Investasi swasta enggan masuk karena iklim usaha penuh rente.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"8018\" data-end=\"8327\">Aceh memiliki sejarah panjang perjuangan dan pengorbanan untuk meraih keadilan. Namun, ketika keadilan itu tergadaikan oleh permainan anggaran, rakyat kecil yang paling menanggung derita.<\/p>\n<p data-start=\"8018\" data-end=\"8327\">Dugaan praktik di PU Perkim Aceh ini hanyalah satu potret dari persoalan yang mungkin lebih luas di birokrasi tingkat provinsi.<\/p>\n<p data-start=\"8329\" data-end=\"8594\">KPK, BPK, dan BPKP kini dihadapkan pada ujian: mampukah mereka memutus mata rantai rente yang menggerogoti APBA?<\/p>\n<p data-start=\"8329\" data-end=\"8594\">&#8220;Karena jika tidak, mimpi Aceh sejahtera hanya akan menjadi slogan kosong di tengah megahnya mobil-mobil dinas yang melintas di jalanan Banda Aceh,&#8221; tutup Sulaiman Datu.<\/p>\n<h3 data-start=\"291\" data-end=\"352\">Data Anggaran APBA 2025 &amp; Realisasi Dinas PU Perkim Aceh<\/h3>\n<ol data-start=\"354\" data-end=\"1407\">\n<li data-start=\"354\" data-end=\"485\">\n<p data-start=\"357\" data-end=\"485\">Pagu APBA Provinsi Aceh 2025 telah disahkan dengan nilai lebih dari Rp 11 triliun.<br \/>\nSumber: <span class=\"\" data-state=\"closed\"><span class=\"ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]\"><a class=\"flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]! transition-colors duration-150 ease-in-out\" href=\"https:\/\/acehprov.go.id\/berita\/kategori\/pemerintahan\/dpr-dan-pemerintah-aceh-sahkan-apba-2025-sebesar-rp-11-07-triliun\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center\"><span class=\"flex h-4 w-full items-center justify-between overflow-hidden\"><span class=\"max-w-full grow truncate overflow-hidden text-center\">acehprov.go.id<\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/span>.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"487\" data-end=\"802\">\n<p data-start=\"490\" data-end=\"678\">Meski disahkan cepat, realisasi anggaran berjalan lambat. Hingga dua bulan awal tahun, penyerapan dana masih sangat rendah.<br \/>\nSumber: <span class=\"\" data-state=\"closed\"><span class=\"ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]\"><a class=\"flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]! transition-colors duration-150 ease-in-out\" href=\"https:\/\/aceh.bpk.go.id\/lebih-cepat-realisasi-apba-lebih-baik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center\"><span class=\"flex h-4 w-full items-center justify-between overflow-hidden\"><span class=\"max-w-full grow truncate overflow-hidden text-center\">aceh.bpk.go.id<\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/span><span class=\"\" data-state=\"closed\"><span class=\"ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]\">\/<a class=\"flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]! transition-colors duration-150 ease-in-out\" href=\"https:\/\/mataaceh.org\/mata-sorot-lambatnya-realisasi-apba-2025-dan-meminta-mualem-mengevaluasi-pokir-dewan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center\"><span class=\"flex h-4 w-full items-center justify-between overflow-hidden\"><span class=\"max-w-full grow truncate overflow-hidden text-center\">mataaceh.org<\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/span>.<\/p>\n<ul data-start=\"682\" data-end=\"802\">\n<li data-start=\"682\" data-end=\"802\">\n<p data-start=\"684\" data-end=\"802\">Menjelang Mei 2025, masyarakat belum mendapat kejelasan atas realisasi anggaran.<br \/>\nSumber: <span class=\"\" data-state=\"closed\"><span class=\"ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]\"><a class=\"flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]! transition-colors duration-150 ease-in-out\" href=\"https:\/\/mataaceh.org\/mata-sorot-lambatnya-realisasi-apba-2025-dan-meminta-mualem-mengevaluasi-pokir-dewan\/?utm_source=chatgpt.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center\"><span class=\"flex h-4 w-full items-center justify-between overflow-hidden\"><span class=\"max-w-full grow truncate overflow-hidden text-center\">mataaceh.org<\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/span>.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-start=\"804\" data-end=\"1176\">\n<p data-start=\"807\" data-end=\"992\">Secara khusus, realisasi APBA 2025 untuk Dinas Perkim Aceh menempati salah satu posisi terendah di antara SKPA (Satuan Kerja Perangkat Aceh).<br \/>\nSumber: <span class=\"\" data-state=\"closed\"><span class=\"ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]\"><a class=\"flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]! transition-colors duration-150 ease-in-out\" href=\"https:\/\/line1.news\/realisasi-apba-2025-masih-lelet-ini-10-skpa-terendah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center\"><span class=\"flex h-4 w-full items-center justify-between overflow-hidden\"><span class=\"max-w-full grow truncate overflow-hidden text-center\">Line1News<\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/span>.<\/p>\n<ul data-start=\"996\" data-end=\"1176\">\n<li data-start=\"996\" data-end=\"1176\">\n<p data-start=\"998\" data-end=\"1176\">Bahkan, hingga akhir Mei, realisasi keuangan baru naik sekitar <strong data-start=\"1061\" data-end=\"1070\">2,4%<\/strong> dari sebelumnya <strong data-start=\"1087\" data-end=\"1098\">21,73%<\/strong>\u2014artinya baru sekitar <strong data-start=\"1120\" data-end=\"1137\">24% <\/strong>terserap.<br \/>\nSumber: <span class=\"\" data-state=\"closed\"><span class=\"ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]\"><a class=\"flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]! transition-colors duration-150 ease-in-out\" href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/aceh\/realisasi-apba-2025-seret-baru-terserap-24-dinas-perkim-paling-rendah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center\"><span class=\"flex h-4 w-full items-center justify-between overflow-hidden\"><span class=\"max-w-full grow truncate overflow-hidden text-center\">infoaceh.net<\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/span>.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-start=\"1178\" data-end=\"1407\">\n<p data-start=\"1181\" data-end=\"1407\">Terkait proyek konkret, tercatat ada sejumlah tiga kegiatan di ranah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman yang menggunakan dana APBA 2025, senilai total Rp 29.643.400.000.<br \/>\n<span class=\"\" data-state=\"closed\"><span class=\"ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]\">Sumber: <a class=\"flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]! transition-colors duration-150 ease-in-out\" href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/DMAIRFuy6Wr\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center\"><span class=\"flex h-4 w-full items-center justify-between\"><span class=\"max-w-full grow truncate overflow-hidden text-center\">Instagram<\/span><span class=\"-me-1 flex h-full items-center rounded-full px-1 text-[#8F8F8F]\">+1<\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/span>.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3 data-start=\"1758\" data-end=\"1812\">Jejak Digital pengadaan Dinas Perkim Aceh (2025)<\/h3>\n<p data-start=\"1813\" data-end=\"2120\">Paket dari <strong data-start=\"1932\" data-end=\"1945\">LPSE Aceh<\/strong> yang dapat diakses publik. Ini bukan keseluruhan, namun cukup menunjukkan pola penggunaan metode non-tender\/e-purchasing\/penunjukan langsung pada sejumlah pekerjaan 2025:<\/p>\n<ul data-start=\"2122\" data-end=\"3686\">\n<li data-start=\"2122\" data-end=\"2531\">\n<p data-start=\"2124\" data-end=\"2531\"><strong data-start=\"2124\" data-end=\"2205\">Pengawasan Peningkatan Jalan Lingkungan Tanoh Manyang, Kec. Teunom, Aceh Jaya<\/strong><br data-start=\"2205\" data-end=\"2208\" \/><em data-start=\"2210\" data-end=\"2223\">Kode Paket:<\/em> 10255080000 (LPSE Provinsi Aceh)<br data-start=\"2256\" data-end=\"2259\" \/><em data-start=\"2261\" data-end=\"2276\">Satuan Kerja:<\/em> Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh<br data-start=\"2327\" data-end=\"2330\" \/><em data-start=\"2332\" data-end=\"2340\">Tahap:<\/em> \u201cPaket Sudah Selesai\u201d (Non-tender)<br data-start=\"2375\" data-end=\"2378\" \/><em data-start=\"2380\" data-end=\"2406\">Tanggal pembuatan paket:<\/em> 13 Juli 2025.<br data-start=\"2420\" data-end=\"2423\" \/>Paket ini memperlihatkan kanal <strong data-start=\"2456\" data-end=\"2470\">non-tender<\/strong> untuk jasa pengawasan.<br \/>\n<span class=\"\" data-state=\"closed\"><span class=\"ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]\">Sumber: <a class=\"flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]! transition-colors duration-150 ease-in-out\" href=\"https:\/\/spse.inaproc.id\/acehprov\/nontender\/10255080000\/pengumumanpl\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center\"><span class=\"flex h-4 w-full items-center justify-between overflow-hidden\"><span class=\"max-w-full grow truncate overflow-hidden text-center\">Portal SPSE<\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2533\" data-end=\"2907\">\n<p data-start=\"2535\" data-end=\"2907\"><strong data-start=\"2535\" data-end=\"2593\">Pembangunan <em>Power House<\/em> Gedung Utama Dinas Perkim Aceh<\/strong><br data-start=\"2593\" data-end=\"2596\" \/><em data-start=\"2598\" data-end=\"2606\">Jenis:<\/em> Pekerjaan Konstruksi (Non-tender)<br data-start=\"2640\" data-end=\"2643\" \/><em data-start=\"2645\" data-end=\"2656\">Pagu\/HPS:<\/em> Rp200.000.000<br data-start=\"2670\" data-end=\"2673\" \/><em data-start=\"2675\" data-end=\"2684\">Status:<\/em> Halaman \u201cPemenang\u201d Non-Tender\u2014menunjukkan penyelesaian melalui kanal non-tender.<br data-start=\"2769\" data-end=\"2772\" \/>Ini memberi contoh konkret bahwa pekerjaan fisik kecil pun ditempuh lewat kanal non-tender.<br \/>\n<span class=\"\" data-state=\"closed\"><span class=\"ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]\">Sumber: <a class=\"flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]! transition-colors duration-150 ease-in-out\" href=\"https:\/\/spse.inaproc.id\/acehprov\/evaluasinontender\/10278224000\/pemenang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center\"><span class=\"flex h-4 w-full items-center justify-between overflow-hidden\"><span class=\"max-w-full grow truncate overflow-hidden text-center\">Portal SPSE<\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2909\" data-end=\"3253\">\n<p data-start=\"2911\" data-end=\"3253\"><strong data-start=\"2911\" data-end=\"2981\">Pemenang Berkontrak\u2014Non-Tender (Agregat Halaman Dinas Perkim Aceh)<\/strong><br data-start=\"2981\" data-end=\"2984\" \/>Halaman ini merangkum status pemenang\/pemenang berkontrak untuk paket non-tender di satuan kerja Dinas Perkim Aceh.<br \/>\n<span class=\"\" data-state=\"closed\"><span class=\"ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]\">Sumber: <a class=\"flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]! transition-colors duration-150 ease-in-out\" href=\"https:\/\/lpse.acehprov.go.id\/eproc4\/evaluasinontender\/10071361000\/pemenangberkontrak\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center\"><span class=\"flex h-4 w-full items-center justify-between overflow-hidden\"><span class=\"max-w-full grow truncate overflow-hidden text-center\">Portal SPSE<\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3255\" data-end=\"3686\">\n<p data-start=\"3257\" data-end=\"3686\"><strong data-start=\"3257\" data-end=\"3300\">Penyusunan Jakstrada Air Minum Provinsi<\/strong> (contoh paket konsultansi dari Perkim Aceh)<br data-start=\"3344\" data-end=\"3347\" \/><em data-start=\"3349\" data-end=\"3356\">Pagu:<\/em> \u00b1Rp750 juta (APBD 2025)<br data-start=\"3380\" data-end=\"3383\" \/><em data-start=\"3385\" data-end=\"3393\">Tahap:<\/em> Pengumuman Prakualifikasi (rentang 5 Juli\u201310 September 2025)<br data-start=\"3454\" data-end=\"3457\" \/>Paket konsultansi bernilai signifikan menjadi pola potongan untuk konsultan (40\u201350% sebagaimana klaim narasumber) saat melakukan <em data-start=\"3622\" data-end=\"3636\">door-to-door<\/em> konfirmasi.<\/p>\n<figure id=\"attachment_455037\" aria-describedby=\"caption-attachment-455037\" style=\"width: 1200px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-455037 size-full\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2025\/08\/Penyusunan-Jakstrada-Air-Minum-Provinsi.jpg\" alt=\"Penyusunan Jakstrada Air Minum Provinsi. FOTO\/Tangkapan Layar. \u24b8 Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto\" width=\"1200\" height=\"677\" srcset=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2025\/08\/Penyusunan-Jakstrada-Air-Minum-Provinsi.jpg 1200w, https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2025\/08\/Penyusunan-Jakstrada-Air-Minum-Provinsi-830x468.jpg 830w, https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2025\/08\/Penyusunan-Jakstrada-Air-Minum-Provinsi-768x433.jpg 768w, https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2025\/08\/Penyusunan-Jakstrada-Air-Minum-Provinsi-750x423.jpg 750w, https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2025\/08\/Penyusunan-Jakstrada-Air-Minum-Provinsi-1140x643.jpg 1140w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-455037\" class=\"wp-caption-text\">Penyusunan Jakstrada Air Minum Provinsi. FOTO\/Tangkapan Layar. \u24b8 Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto<\/figcaption><\/figure>\n<p data-start=\"3257\" data-end=\"3686\"><span class=\"\" data-state=\"closed\"><span class=\"ms-1 inline-flex max-w-full items-center relative top-[-0.094rem] animate-[show_150ms_ease-in]\">Sumber: <a class=\"flex h-4.5 overflow-hidden rounded-xl px-2 text-[9px] font-medium text-token-text-secondary! bg-[#F4F4F4]! dark:bg-[#303030]! transition-colors duration-150 ease-in-out\" href=\"https:\/\/www.datalpse.com\/lelang\/10053170000-penyusunan-jakstrada-air-minum-provinsi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"relative start-0 bottom-0 flex h-full w-full items-center\"><span class=\"flex h-4 w-full items-center justify-between overflow-hidden\"><span class=\"max-w-full grow truncate overflow-hidden text-center\">datalpse.com<\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/454999?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebuah potret buram pemerintahan kembali mencuat dari Aceh. Di tengah statusnya sebagai salah satu provinsi termiskin di Indonesia, dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Kawasan Permukiman (PU Perkim) Aceh kini menjadi sorotan tajam<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":455033,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"perkim aceh","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":true},"categories":[59],"tags":[325568,241013,68,325573,5281,231,207108,321692,325566,325569,325567,325565],"series":[],"class_list":["post-454999","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-in-depth","tag-dinas-pekerjaan-umum","tag-golden-boy","tag-headline","tag-industri-pungli","tag-komisi-pemberantasan-korupsi","tag-kpk","tag-perkim","tag-perkim-aceh","tag-proyek-di-pu-perkim","tag-pu-perkim","tag-pu-perkim-aceh","tag-satu-pintu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/454999","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=454999"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/454999\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/455033"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=454999"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=454999"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=454999"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=454999"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}