{"id":455595,"date":"2025-08-16T23:52:00","date_gmt":"2025-08-16T16:52:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/08\/16\/hanya-berani-tunjukkan-data-secara-tersembunyi-refly-harun-ada-kesan-ugm-menutup-nutupi-kasus-ijazah-jokowi\/"},"modified":"2025-08-16T23:54:22","modified_gmt":"2025-08-16T16:54:22","slug":"hanya-berani-tunjukkan-data-secara-tersembunyi-refly-harun-ada-kesan-ugm-menutup-nutupi-kasus-ijazah-jokowi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2025\/08\/16\/hanya-berani-tunjukkan-data-secara-tersembunyi-refly-harun-ada-kesan-ugm-menutup-nutupi-kasus-ijazah-jokowi\/","title":{"rendered":"Hanya Berani Tunjukkan Data secara Tersembunyi, Refly Harun: Ada Kesan UGM Menutup-nutupi Kasus Ijazah Jokowi"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b>\u00a0 Dekan Fakultas Kedokteran Gigi UGM, Suryono beberapa waktu yang lalu mengaku melihat bukti yang jelas terkait kebenaran soal kasus dugaan ijazah palsu milik Presiden ke-7 RI, <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a>.<\/p>\n<p>Dalam khotbah jumatnya pada 1 Agustus 2025, Suryono mengatakan telah melakukan investigasi untuk membuktikan kebenaran yang sesungguhnya.<\/p>\n<p>Suryono menceritakan pertemuannya dengan Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta pada 19 Juli 2025.<\/p>\n<p>Menurutnya, Sigit telah menunjukkan dokumen lengkap terkait <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a> yang kuliah di kampus UGM.<\/p>\n<p>Mendengar penjelasan dari Sunaryo, Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun tergelitik untuk mengomentarinya.<\/p>\n<p>Refly mengatakan bahwa dokumen Jokowi yang sempat disebutkan oleh Sunaryo tersebut sudah dibuktikan fake.<\/p>\n<p>\u201cDia mengkonfirmasi dengan Dekan Fakultas Kehutanan UGM Sigit Sunarta. Sigit ini yang menampilkan ijazah fotocopy Jokowi yang berkacamata (fotonya), yang juga muncul di reuni Ambarukmo, yang muncul dalam unggahan kader PSI, yang muncul di Bareskrim Mabes Polri,\u201d urai Refly, dikutip dari youtubenya, Kamis (14\/8\/25).<\/p>\n<p>\u201cJadi kalau itu konsisten dengan ijazah itu maka Rismon Sianipar, Topi Merah, dan Roy Suryo sudah melakukan penelitian atasnya. Dan kesimpulannya adalah fake,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Menurut Refly, Jika Sunaryo mengakui telah klarifikasi dengan Sigit, maka hal itu sulit diterima.<\/p>\n<p>\u201cKalau dia mengklarifikasi dengan Sigit Sunarta, justru klarifikasi itu agak sulit diterima. Kita harus tahu tanya kepada siapa. Apakah orang yang kita tanya itu orang terpercaya, atau orang yang diduga bagian dari konspirasi,\u201d ucap Refly.<\/p>\n<p>Hal inilah yang menurut Refly menjadi pangkal persoalan. Pasalnya orang yang disebut oleh Sunaryo belum bisa dibuktikan seratus persen terpercaya.<\/p>\n<p>Refly menyebut bahwa tindakan Sunaryo itu dianggap justru sebagai cara UGM untuk menutup-nutupi masalah ini.<\/p>\n<p>\u201cKalau Suryono mengklarifikasi dengan Sigit itulah pangkal persoalannya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cAda kesan UGM menutup-nutupi, melindungi hal ini dengan tidak bertindak secara transparan,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Pasalnya, Refly mengatakan bahwa UGM hanya berani menunjukkan data tersebut secara tersembunyi kepada perorangan saja.<\/p>\n<p>\u201cDan UGM hanya berani menunjukkan kepada orang perorangan secara tersembunyi,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>\u201cTapi tidak berani melakukan secara press conference secara terbuka menunjukkan data \u2013 data itu,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Menyimpulkan pernyataan Sunaryo, Refly sontak menyentil Sunaryo agar tidak mudah terpengaruh dengan orang yang belum bisa seratus persen dipercaya.<\/p>\n<p>\u201cJadi pak Dekan Fakultas Kedokteran Gigi, anda memang orang lurus, tapi jangan salah, anda pun bisa terjebak pada permainan-permainan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cKarena yang diperlihatkan kepada anda (Suryono) itu adalah dokumen \u2013 dokumen yang satu dengan lainnya tidak konsisten. Atau dokumen \u2013 dokumen yang sudah terekayasa,\u201d sambungnya.<\/p>\n<p>Refly mengatakan bahwa dokumen \u2013 dokumen Jokowi yang sempat diperiksa oleh Bareskrim Mabes Polri penuh dengan kejanggalan.<\/p>\n<p>Sehingga pihaknya menyebut bahwa dokumen itu sudah direkayasa.<\/p>\n<p>\u201cSaya bisa katakan itu karena dokumen yang di Bareskrim Mabes Polri ada banyak hal aneh. Seperti Jokowi itu hanya 122 kredit (SKS) dengan IP 2,05 dan tidak ada mata kuliah jurusannya. Padahal 122 itu tidak mungkin sarjana, karena menurut Dokter Tifa kalau sarjana paling tidak harus 161,\u201d urainya<\/p>\n<p>\u201cYang kedua terkait tahun KKN, Bareskrim mengatakan 1983 atau 1984 gitu, tetapi Jokowi mengatakan awal 1985. Kemudian registrasi itu sarjana muda berkali \u2013 kali dicontreng,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Di akhir kalimatnya Refly berpesan pada Sunaryo agar tidak mengklarifikasi dari satu sumber saja, melainkan juga dari sumber yang lainnya.<\/p>\n<p>\u201cJadi pak jangan Tabayyun hanya pada 1 sumber saja, coba bapak tabayyun juga dengan Roy Suryo,\u201d ucap Refly ditujukan pada Suryono.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211;\u00a0 Dekan Fakultas Kedokteran Gigi UGM, Suryono beberapa waktu yang lalu mengaku melihat bukti yang jelas terkait kebenaran soal kasus dugaan ijazah palsu milik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Dalam khotbah jumatnya pada 1 Agustus 2025, Suryono mengatakan telah melakukan investigasi untuk membuktikan kebenaran yang sesungguhnya. Suryono menceritakan pertemuannya dengan Dekan Fakultas Kehutanan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":455596,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-455595","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/455595","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=455595"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/455595\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/455596"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=455595"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=455595"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=455595"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=455595"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}